Sweet Trick

sweet trick2
Sweet Trick

Author Sfxo

Lee Jong Suk – Choi Soo Young

Romance – Fluf

Rated – PG 15

“this storyline is mine, please don’t copy paste! thank you”




“Sampai kapan kau akan terus merenungi nasibmu disitu” suara keras milik pria bertubuh tinggi dan berwajah tampan itu membuyarkan renungan Sooyoung. Sooyoung melirik sinis sahabatnya itu. Tubuhnya menggeliat lesu, lalu merebahkan tubuhnya disofa tempat ia duduk.

“Apa yang harus aku lakukan, Jongsuk-ah~” rengeknya sambil menutupi wajahnya dengan bantal sofa.


“Lakukanlah aktivitasmu seperti biasa, kenapa kau jadi pusing” jawab Jongsuk enteng sambil menikmati jus apel yang dibuatkan Sooyoung.

“Aaaaahhhhh!!!” Sooyoung berteriak, melempar semua barang yang ada didekatnya, Jongsuk hanya bisa menggeleng melihat tingkat konyol sahabatnya.

Sooyoung merutuki dirinya sendiri setelah ia ingat dengan hal konyol yang ia lakukan tadi malam, saat menemani Jongsuk, Nana, Key dan Kai minum tadi malam. Mereka berlima bermain game dan yang kalah harus meminum semua minuman setiap orang yang ikut bermain game, Sooyoung yang tidak kuat minum banyak langsung mabuk setelah minum 2 gelas soju. Saat permainan berlangsung tanpa sengaja mereka bertemu dengan Profesor Goo yang membimbing mereka dikampus. Mendengar Jongsuk menyapa dan memanggil nama Profesor Goo. Sooyoung langsung berdiri dengan keseimbangan yang tak stabil, lalu berjalan mengahampiri Professor Goo. Kedua tangan Sooyoung menarik kerah baju Profesornya itu lalu memaki dan menyumpahinya dengan kencang, melihat kelakuan sahabatnya Jongsuk langsung menarik Sooyoung hingga jatuh kepangkuannya dan meminta maaf pada Profesor Goo, mendengar sumpah serapah dari mahasiswanya yang sedang mabuk Profesor Goo hanya tersenyum heran lalu pergi tanpa sepatah katapun.

“Ah, sekarang aku harus bagaimana, Jongsuk-ah? Riwayatku akan tamat di ujian semester akhir nanti! Ahhh!!!” Rancau Sooyoung sambil mengacak kasar rambutnya, lalu diam seperti patung. Jongsuk hanya tertawa melihat kelakuan sahabatnya itu.

“Lalu aku harus berbuat apa agar kau tenang?” Jongsuk mulai terfokus pada Sooyoung.

“Alihkan pikiranku dan hatiku!” jawabnya tenang tanpa melihat lawan bicaranya.

Jongsuk tampak berpikir sejenak, lalu menatap Sooyoung yang masih melamun. Jongsuk pergi ke kamarnya mengambil sebuah hadiah untuk Sooyoung, mata indah Sooyoung mengikuti langkah sahabatnya sebelum ia merebahkan dirinya dilantai sambil merutuki dirinya sendiri. Jongsuk membuka pintu kamar dan melihat kotak berwarna merah muda diatas kasurnya. Jongsuk tampak ragu saat akan mengambil benda tersebut. Tangannya bergerak memegang dadanya, menekan pelan dadanya agar detak jantungnya sedikit memperlambat detakannya. Jongsuk menatap bayangan dirinya pada cermin yang ada disudut kamar.

“Him~” gumamnya lalu mengambil kotak yang ada diatas kasur tersebut, bergegas kembali untuk menemui Sooyoung.

Jongsuk melihat Sooyoung berbaring sambil memejamkan matanya dilantai, pria jangkung itu hanya tersenyum singkat.

“Mwohae?” tanyanya sambil kembali duduk di sofa.

Sooyoung berguling kesamping, memunggungi Jongsuk “Biarkan aku sendiri, keluarlah mencari sesuatu yang bisa mengalihkan mimpi buruk ini… kumohon Jongsuk-ah…” rengeknya dibalik bantal.

“Aku punya hadiah untukmu…”

Sooyoung melempar bantalnya kesegala arah, berdiri menatap lekat mata indah Jongsuk dengan senyum merekah yang belum Jongsuk lihat sejak pagi.

“Kemarilah…” pinta Jongsuk sambil menepuk space kosong di sampingnya.

Sooyoung tampak sedikit bersemangat, walaupun Jongsuk tahu bahwa sahabatnya itu sedang gelisah. Bukannya duduk disamping Jongsuk, Sooyoung dengan cepat duduk diatas meja dan mengambil posisi menghadap Jongsuk dengan mata berbinar.

“Mwo? Mwoya, mwoya?” Tanya Sooyoung bersemangat, Jongsuk tersenyum lalu mengeluarkan kotak yang ia ambil didalam kamarnya.

“Jjan!” Sooyoung langsung mengambil kotak berwarna merah muda itu dari tangan Jongsuk, Sooyoung terlihat sangat bersemangat, namun saat ia membuka kotak tersebut. Kedua tangannya kembali lemas, seakan ia dihempaskan begitu saja dari lantai 19 apartemen Jongsuk, matanya menatap tajam pria tampan yang juga sedang memandang dirinya. Ekspresi wajah Sooyoung kembali lesu.

“Ah~ apa ini? Lipstick?” Jongsung mengangguk.

“Kenapa? Kau tidak suka?” Sooyoung menggeleng, bersandar dengan kedua tangannya sebagai tumpuan tubuhnya, menatap Jongsuk dengan penuh keheranan.

“Dari semua barang mahal yang ada di mall, kenapa kau memberiku sebuah lipstick? Bukankah kau tahu isi meja riasku, Lee Jong Suk-ssi?” Sooyoung menghela nafas dalam. Jongsuk menganguk, ia sangat tahu dan amat tahu tentang apa yang disukai oleh sahabatnya itu. Sooyoung kembali murung dan melempar benda kecil itu pada Jongsuk.

Dengan sigap Jongsuk menangkap lipstick tersebut “Cobalah, aku membelikan ini untukmu. Kau tahu aku sangat suka rasa ini…” Jongsuk melihatkan tulisan cherry pada kemasan lipstick tersebut “Cobalah sekali saja.. eung?” rengek Jongsuk dengan aegyonya yang membuat Sooyoung tak tahan melihatnya, jantungnya akan berdetak lebih cepat dari biasanya. Sooyoung mengalihkan wajahnya mencoba menghilangkan perasaan aneh yang membuatnya salah tingkah.

“Sadarlah Choi Sooyoung, dia itu sahabatmu. Sahabatmu selama 4 tahun ini, hilangkan perasaan anehmu ini”

“Ada apa dengan ekspresimu?” Tanya Sooyoung cemberut, lalu menyambar lipstick ditangan Jongsuk, berdiri berniat untuk pergi mengambil cermin namun Jongsuk menahannya.

“Mau kemana?”

“Mencobanya, wae?”

“Coba disini”

“Kalau begitu aku akan mengambil cermin” Jongsuk menarik tubuh Sooyoung agar kembali duduk diatas meja, Jongsuk duduk sedikit maju disofa agar bisa melihat dengan jelas wajah cantik sahabatnya itu. Melihat sikap Jongsuk Sooyoung menjadi semakin salah tingkah, dalam otaknya sudah dipenuhi dengan ingatan tentang Profesor Goo. Dan sekarang Sooyoung makin tak bisa berpikir jernih saat jarak diantara mereka kurang dari 30cm.

“Coba disini, aku akan menjadi cerminmu.” Suara Jongsuk membuyarkan lamunan perempuan bertubuh tinggi itu.

“Eo.. eoh” Sooyoung tergagap, tangannya sedikit gemetar saat mencoba membuka lipstick tersebut, matanya terus menatap lekat kedalam manik Jongsuk yang juga menatapnya.

Perlahan Sooyoung mengoleskan ujung lipstick itu dibibirnya, bibir Sooyoung berubah menjadi merah cherry. Mata Jongsuk tak pernah ter-alih, hanya Sooyoung satu-satunya objek yang dilihatnya.

“Bagaimana? cantik?” Tanya Sooyoung ragu untuk melihat mata Jongsuk.

Kedua tangan Jongsuk meraih pinggang Sooyoung dan menariknya hingga memangkas jarak di antara mereka, Sooyoung terkejut dengan sikap Jongsuk saat ini. Ia tak pernah melihat sikap Jongsuk saat ini. Kedua tangan Sooyoung mencengkram kuat pundak pria berumur 27tahun itu.

“Apa kau memiliki kepribadian ganda?” pertanyaan aneh itu spontan keluar terucap dari bibir Sooyoung.

Jongsuk tertawa ringan, matanya yang sedari tadi fokus pada mata Sooyoung kini beralih pada bibir Sooyoung. Sooyoung mencoba mengikuti alur yang akan Jongsuk lakukan, seakan ia tahu apa yang akan terjadi setelah ini. Kiss?, benar. Namun ingatan tentang Profesor Goo masih hangat di benak Sooyoung, dan membuat hati Sooyoung tak tenang.

“Ya! Cara seperti ini tidak akan mengalihkan ekspresi Profesor Goo di otakku, Jongsuk-ah. Jangan bercanda!” Sooyoung menjauhkan diri tapi Jongsuk langsung menarik tengkuk Sooyoung, mata Sooyoung seketika terpejam, desiran halus seperti kupu-kupu terbang berputar dalam perutnya saat bibir Jongsuk melumat lembut bibirnya. Sooyoung hanya bisa menatap kosong, padangannya seakan buram. Gelitikan yang tak tahu dari mana diperutnya membuat Sooyoung larut dalam permainan Jongsuk. 10 detik berlalu, Jongsuk melepaskan lumatan lembut yang mampu membuat Sooyoung seakan terbang. Jongsuk menatap Sooyoung lekat tepat kemanik mata indah perempuan itu, perlahan menyatukan keningnya dengan Sooyoung.

Dan berucap “Saranghae” Sooyoung dibuat membeku dengan satu kata yang terucap dari bibir indah Jongsuk.

“Jangan bercanda~” Sooyoung masih tak percaya dengan kata yang baru saja ia dengar “Kita adalah saha_” Jongsuk menghentikan kalimat Sooyoung dengan bibirnya, melumatnya lembut membuat desiran halus itu kembali menyerang tubuh Sooyoung, Jongsuk menarik tubuh Sooyoung agar lebih dekat dengannya, memeluk erat tubuh gadis yang sudah ia taksir sejak 4 tahun yang lalu.


-o00o-

 

Annyeong~ udah ada enam bulan kali ya gak publish ff hehe~~
terima kasih sudah menyempatkan membaca, komentar dan like kalian adalah penyemangatku untuk terus menulis dan berkarya 😉

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s