Don’t Say Goodbye

don't say goodbye

Don’t Say Goodbye

 Choi Sooyoung – Park Seo Joon

Romance | Sad

  (Don’t Say Goodbye – Davichi)

Di malam yang dingin seorang pria bertubuh tinggi masih berkutat dengan pekerjaannya, ia terus menulis hasil pengamatan tentang benda langit. Ia berjalan mendekati teropong bintang milik, ia mengintip dan melihat ratusan bintang-bintang yang ada di langit. Ia beralih pada buku catatannya, ia membaca sekilas catatan yang baru ia tulis. Ia kembali ke meja kerjanya setelah mengamati beberapa benda yang ada dilangit, sambil melepas kemeja yang ia kenakan ia melirik kearah jam dinding. Ia mengambil sweter putih yang tergantung di sandaran kursinya lalu menggunakannya dan duduk dengan kasar dikursi itu. Waktu menujukkan pukul 12.40 pagi, rasa kantuk tiba-tiba datang. Ia menggeliat kecil dan menyandarkan tubuhnya pada kursi kerjanya. Memejamkan matanya untuk menghilangkan rasa kantuk yang teramat, sudah beberapa hari ini ia terus bekerja sehingga waktu tidurnya berkurang.

‘Drrtt… drrt..’ getaran yang berasal dari ponsel berhasil membuatnya terperanjat dan langsung bergegas mencari benda persegi panjang dan berwarna putih itu.

“Aish~~” umpatnya saat melihat benda itu berada di dekat sebuah figura foto yang memperlihatkan fotonya bersama seorang wanita. Sejenak ia terdiam sejenak, namun getaran ponsel itu terus terdengar dengan malas ia mengambil ponsel itu.

“Mwo?” ia terkejut mendapat pesan dari seseorang.

From : JSHyung

Seojoon-ah, jika kau tidak mengantarkan laporanmu sekarang

Aku yakin besok, si botak itu akan menggantimu dengan Shinyoung.

Cepat datang ke restaurant Meongxxx, aku tunggu.”

Seojoon menghela nafas kesal .

 

To : JSHyung

Mwo? Hyung, kau ini kenapa? Kenapa tiba-tiba meminta laporan sekarang

Bukannya lusa? Kau tahu, aku kehilangan banyak waktu tidur karena ini.

Dan dengan mudahnya aku digantikan? Hyung… yang benar saja?” Send.

Layar ponsel itu kembali bergetar.

From : JSHyung

Ya! Ppalli! Cepatlah kemari, akan aku jelaskan saat kau sudah disini”

‘Brak!’ benda kecil itu mendarat kasar di atas meja, Seojoon merasa sangat kesal saat ini. Ia menatap tak percaya ponsel miliknya, lalu berdiri sambil berdecak pinggang.

“Apa? Digantikan? Semudah itu? Aku sudah susah payah mengerjakan penelitian ini dan sekarang seenaknya saja aku di ganti? Auh~~ jangan menyesal jika pekerja sepintar aku akan pindah ke kantor pusat!” protesnya pada benda yang tak bersalah itu.

—-

Seojoon sudah bersiap-siap pergi menyusul pengirim pesan tadi dengan laporan lengkap di tangannya. ia berjalan menuruni anak tangga dan bergegas menyusul teman kerjanya.

‘Srek’

Langkahnya terhenti saat mendengar suara aneh, Seojoon berbalik dan melihat ada kantong plastik dengan ukuran yang cukup besar bergerak dengan sendirinya. Perlahan ia berjalan menghampiri kantong plastik yang terus bergerak itu.

Dengan hati-hati ia mencoba menyentuh plastik itu, ia langsung terperanjat saat tiba-tiba plastik itu ambruk dan membuat Seojoon sangat terkejut hingga ia terjatuh ke tanah.

“Ark~” teriaknya tertahan saat plastik itu masih bergerak pelan. ‘Apa isi kantong itu? Kenapa bisa bergerak?’ batinnya sambil mencoba untuk tenang. Perlahan ia mencoba untuk melihat apa isi di dalam kantong plastik tersebut, kakinya bergerak pelan menyentuh plastik itu. Plastik itu tak bergerak, dengan rasa penasaran dan takut ia memutuskan untuk membukanya. Dan betapa terkejutnya dia saat mendapati sesosok wanita sedang tak sadarkan diri didalamnya.

“Si.. siap dia?” gumamnya sambil memandang wajah cantik wanita itu. “Ke.. kenapa dia bisa ada disini?” setelah puas mengamati wanita itu. Seojoonpun membantu wanita itu keluar dari kantong plastik yang membungkusnya, ia menggendong wanita itu dan membawanya masuk kedalam rumah.

‘Drrt… drrt..’

“Yeoboseyo?”

“Seojoon-ah, Eodiiss-eo?”

“Ah… hyung? Aku masih dirumah, wae?”

“Mwo? Wae? Wae? WAE??” Seojoon menjauhkan ponselnya dari telinganya saat partner bicaranya berteriak padanya “Kau masih bertanya kenapa? YA! Kau ini, aku sudah menunggu lama! Atau aku telpon si botak supaya menggantikanmu sekarang juga? Ha?” ancamnya dan membuat Seojoon kesal. ‘Aish… hyung yang satu ini. Ckckc’ umpatnya.

“Arrseo! Arraseo, mianhe… aku akan segera kesana. Dan jangan kawatir, aku akan membayar semua makananmu.” Balasnya ketus.

“Tentu saja! Ppalliwa!”

Pip

Seojoon mendesah kesal, ia terdiam saat melihat wanita yang tengah berbaring di ranjangnya sekarang. “Siapa kau sebenarnya? Kenapa kau bisa ada dihalaman rumahku?” tanyanya pada tubuh yang tak bergerak itu.

“Aih… karena kau, aku harus mengeluarkan banyak uang” gumamnya lalu pergi menyusul teman kerjanya.

Pagi telah tiba da Seojoon masih berkutat dengan pekerjaannya, setelah pertemuannya dengan teman kerjanya ia kembali harus mengerjakan pekerjaan yang lain. Kini ia tengah sibuk dengan laptopnya dan sesekali menulis sebuah kalimat di buku catatan miliknya. Sementara wanita yang ia bantu masih terlelap di ranjang empuk milik pria bernama lengkap Park Seojoon itu.

Perlahan mata indah itu mulai bergerak, mata indah itu terbuka sempurna saat cahaya yang masuk dari jendela kamar itu mengusiknya. Ia mengerjapkan matanya beberapa kali untuk menyesuaikan cahaya yang masuk kedalam matanya, matanya membulat sempurna saat ia sadar sedang berada ditempat asing.

“Kau sudah bangun?” suara itu membuatnya terkejut dan langsung bangun dari tidurnya, dia merasa takut saat melihat sosok Seojoon sedang melihatnya. Wanita bertubuh tinggi itu hanya diam, rasa takut begitu kentara dari sorot matanya. Seojoon hanya tersenyum.

“Makanlah yang banyak, kau terlihat sangat lapar.” Ujar Seojoon setelah memberi wanita asing yang sedang melahap makanannya. Wanita itu terdiam dan menatap Seojoon, yang ditatap hanya tersenyum dan duduk di hadapan wanita yang tengah memandangnya bingung.

“Kau punya tempat tinggal?” wanita itu menghentikan aktivitas makannya, melihat Seojoon sejenak lalu menggeleng lemah.

“Lalu siapa namamu?” pertanyaan itu membuat wanita itu menatapnya takut, Seojoon terdiam saat melihat tatapan itu. Ia sangat penasaran kenapa selalu ada rasa takut yang terlihat di matanya.

“Tenanglah, aku bukan orang jahat.” Ucapnya seakan tahu pertanyaan yang akan diucapkan wanita itu.

Wanita itu mengangguk pelan “Arra, kau habiskan saja makanmu. Aku harus kembali bekerja.” Ucapnya sambil berdiri.

“Sooyoung… Choi Sooyoung.” Suara yang keluar dari mulut sang wanita membuat Seojoon menatapnya, pria itu kembali duduk dan tersenyum “Ah, jadi namamu Choi Sooyoung.” Sooyoung mengangguk pelan.

“Namaku Park Seojoon, kau bisa memanggilku Seojoon.” Sooyoung kembali mengangguk.

Semenjak perkenalan itu Sooyoung menjadi berani mengeluarkan suaranya, ia bercerita jika ia adalah korban penculikan oleh rekan bisnis ayahnya. Setelah penculikan mendapatkan uang Sooyoung bukan dilepaskan namun dia malah dibuang, dan akhirnya bertemu dengan Seojoon. Hari demi hari mereka lewati bersama, Seojoon merasa sangat senang karena saat lembur ada yang menemaninya seperti saat ini.

—-

Seojoon’s Pov

Saat pertama melihatmu senyummu selalu mengembang, aku tidak tahu kenapa aku menjadi sepeti ini. Kenapa hatiku merasa tidak tenang, kita telah melewati hari-hari dengan menyenangkan. Saat kau coba untuk menyapamu, kau selalu terlihat lucu. Oh… ini menjadi tidak jelas. Kulihat kini Sooyoung tengah duduk manis sambil membaca buku novel miliku. Sudah hampir 4 minggu dia tinggal bersamaku, dan dia telah banyak merubah hidupku.

“Kau tidak lelah?” aku menghentikan kegiatanku dan beralih padanya.

Dia sangat manis saat tersenyum “Kau lelah?” raut wajahnya terlihat kawatir, aku tersenyum sambil menggeleng pelan. Ini memang melelahkan, tapi saat melihatmu tersenyum aku begitu senang. Dan itu membuatku bisa melupakan masa lalu yang menyedihkan dan menyakitkan itu.

“Kenapa kau menatapku seperti itu?” suaranya membuatku sadar dari lamunan sesaat ini, aku kembali tersenyum dan menggeleng pelan.

“Dan kenapa kau juga memandangku seperti itu?” tanya ku balik saat kudapati ia memandangku.

“Ani.. aniya, aku hanya mengingat betapa baiknya dirimu padaku. Aku hanyalah orang asing.” Ucapnya lalu tertunduk lesu. Kurasa ia terkejut saat kedua tanganku menggenggam tangannya “Lihat aku.” Pintaku dan ia-pun mengikuti permintaanku dengan ragu.

“Kau bukanlah orang asing, kau adalah Choi Sooyoung-” dia kembali tertunduk saat aku menggantungkan kalimatku “Dangsin-eun nae geoya..” dia menatapku seperti tak percaya, ku lihat kedua sudut bibirnya terangkat. Aku pun membalas senyuman itu, dan kurasa aku berhasil membuatnya tersipu malu, lihatlah pipinya sudah memerah. Uh, betapa menggemaskannya dia saat ini.

“Kau tahu sekarang kau adalah milikku, milik Park Seojoon. Mengerti?” dia mengangguk dan kuliat ia kembali tersenyum, tiba-tiba suasana menjadi hening. Pandangan kami bertemu saat dia menatapku, aku tak tahu apa yang harus aku lakukan. Perlahan aku semakin mendekatkan wajahku padanya, tangan kananku mendorong punggungnya untuk lebih maju. Aku yakin dia mengerti apa yang aku maksud, kulihat ia memejamkan matanya. Hingga aku bisa merasakan deru nafasnya yang menerpa wajahku, bibirku telah menyentuh bibirnya. Kurasakan dia membalas ciumannya saat tangan kiriku telah mengunci tengkuknya untuk mengikuti apa yang aku lakukan.

—-

Sooyoung’s Pov

Hari ini aku baru saja membelikannya sebuah kue, dan kuharap dia akan menyukainya. Dia terlalu bekerja keras, sampai-sampai waktu tidurnya berkurang. Dengan semangat aku berjalan masuk kedalam rumah, namun langkahku terhenti saat melihatnya sedang tertidur di meja kerjanya.

“Kau pasti lelah.” Gumamku sambil melirik jam dinding.

“Huh, bukannya kau sudah menyerahkan laporan kemarin? Kenapa masih mengerjakan laporan sih?” protesku pada pria yang tengah tertidur itu. “Setelah kau bangun makanlah-” ucapku terhenti saat melihat sebuah foto di dalam album foto yang tengah terbuka.

Perasaanku menjadi tidak enak, kenapa tiba-tiba aku menjadi seperti ini. Aku menutup album itu dan bergegas pergi keluar. Aku hanya bisa memegang dadaku, kenapa rasanya sakit sekali. “Dia… dia tertidur setelah memandangi foto masalalunya?” aku terduduk di anak tangga dihalaman rumah. Aku tidak tahu kenapa rasanya begitu sakit, mengingat apa yang ia lakukan padaku kemarin, “Dia menciumku? Dia berkata jika aku miliknya?” “Lalu kenapa dia masih mengingat masalalunya? Apa yang sebenarnya terjadi?” batinku sambil menahan air mata yang ingin sekali menetes.

—-

Kini hanya ada keheningan yang menghinggapi kami berdua, kulihat ia hanya fokus dengan makanannya. Ini tak seperti biasanya, apa yang sedang ia fikirkan. Aku memandangnya lama hingga ia sadar karena aku tengah memandangnya.

“Kau kenapa?” pertanyaan itu membuatku sedikit terkejut, menggeleng. Hanya itu yang bisa aku lakukan dan kembali melanjutkan makanku.

—-

Seojoon’s Pov

“Apa yang kau pikirkan? Apa yang akan kau lakukan sekarang Seojoon?” aku menatap wanita yang tengah makan di depanku, aku merasa sangat bersalah. Aku sangat bingung sekarang.

Flashback

Seojoon sedang sibuk membersihkan teropong bintang miliknya, sesekali ia menipup badan teropong itu. Sesekali ia melirik wanita yang tengah tidur di ranjang miliknya, sulas senyum terlukis diwajah tampannya.

‘Drrt… drrt… drrt’

Seojoon langsung meraih ponsel yang berada di samping laptopnya “Yeoboseyo?”

“Kenapa kau menyelamatkan wanita dan membuat buruk keadaanku.” raut wajah Seojoon berubah cemas, ia tak tahu siapa penelfon itu dan bagaimana dia bisa tahu jika ia menyelamatkan Sooyoung, ia melirik wanita yang tengah terlelap damai itu.

“Dangsin-eun nugu yo?”

“Dengarkan aku!” perintahnya.

“Aku tahu kau punya pacar yang hilang dua tahun lalu …. dia ada padaku.” Seperti petir yang menyengat tubuhnya. Ia tak percaya baru saja apa yang ia dengar “Mari kita tukar …” Seojoon terdiam “Aku membutuhkan wanita itu sekarang.”

Pip

Sambungan telpon itu terputus, sekarang ia bimbang. Ia bingung harus melakukan apa. Dia baru saja menyatakan cinta pada Sooyoung dan sekarang, dia harus dihadapkan pada dua pilihan yang berat. Ia memandang wanita yang masih terlelap itu, ia melempar ponselnya hingga pecah menjadi dua.

Backto

“Kau kenapa? Apa kau sedang ada masalah?” suara Sooyoung membuatku tersadar, aku menatapnya lesu dan menjawab pertanyaannya dengan senyuman tipis. “Apa yang harus aku lakukan?” Seojoon kembali terdiam menatap Sooyoung. Padanganku berubah saat melihat Sooyoung, tiba-tiba berganti menjadi Krystal.

“Wae… waeyo?” Suara menyadarkanku bahwa dia adalah Sooyoung.

Sooyoung’s Pov

Kini aku dan Seojoon sedang perjalanan kesesuatu tempat, aku tidak tahu dia akan membawaku kemana. Sejak tadi pagi dia hanya diam dan murung, aku sangat mengawatirkannya sekarang, aku melihatnya yang sedang serius dengan kemudinya. Mungkin ia sadar sedari tadi aku memperhatikannya, kurasakan ia menggenggam kuat tanganku. Aku melihat tangannya terus mengerat “Sebenarnya kita akan pergi kemana?” Seojoon melihatku sejenak, ia menghentikan mobinya tepat ditengah padang rumput yang sering kami kunjungi untuk melihat bintang.

“Apapun yang terjadi, kau harus tahu kalau aku sangat mencintaimu.” Aku terdiam, “Apapun yang terjadi?” Aku menatap Seojoon yang kembali fokus pada kemudinya.

Entah kenapa tiba-tiba perasaanku kembali tidak enak, “Apa kau akan meninggalkanku?” entah pertanyaan macam apa itu. Tiba-tiba Seojoon menghentikan laju mobilnya dan membuatku terpental, aku langsung menggenggam erat sabuk pengaman yang mengikat tubuhku dengan kursi mobil.

“Wae? Dangsin-eun wae chimmughago?” suaraku bergetar saat melihatnya diam seperti itu “Apakah ia akan benar-benar meninggalkanku?”

“Seojoon-ah?” panggilku, namun ia malah mengambil tas yang berada di kursi belakang. Kulihat ia mengeluarkan sebuah buku. “Andwae.” Tolakku saat aku tahu itu adalah album foto Seojoon dengan seorang wanita di masalalunya.

“Wae? Aku hanya ingin menunjukkan seseorang yang berarti untukku padamu?” seperti ada jutaan kembang api yang meledak di kepalaku, kenapa dia bicara seperti itu.

“Berarti?” ucapku pelan namun masih bisa terdengar olehnya. “Ne. Seojung-i…” kalimatnya mengantung, ia begitu dingin. Dia bukan Park Seojoon yang aku kenal, entah sejak kapan air mataku mengalir.

“Uljima~~” pintanya sambil menghapus air mata yang membasahi pipiku, namun aku langsung menepisnya. Dia terdiam melihat tangannya “Wae? … kau sudah melihatnya?” tanyanya datar.

Aku tak menjawabnya dan lebih memilih untuk tak memandangnya “Kumohon jangan ucapkan selamat tinggal pada ku”

“Kau tahu, dia hilang sejak 2 tahun yang lalu.” Aku menatapnya, “Hilang?” dia mengelus gamar wajah wanita yang sedang bersama.

Author’s pov

“Aku harap bisa bertemu dengannya…” Seojoon menatap Sooyoung.

Sooyoung hanya bisa terdiam saat ia mendengar kalimat dari orang yang ia sayangi, tanpa disadari mata cantik Sooyoung menitihkan air mata.

“Ah… benarkah? Benarkah kau ingin bertemu dengannya?” Tanya Sooyoung dengan suara bergetar, Seojoon hanya mengangguk lembut.

“Baiklah, maka temukan dia” Seojoon terdiam mendengar kalimat Sooyoung.

“Awalnya aku ingin kau berkata sebaliknya, tapi kenapa kau menyuruhku untuk bertemu dengannya” Seojoon melihat kedepan, ia melihat sebuah mobil yang berjalan menuju tengah padang rumput.

Sooyoung juga melihat mobil tersebut, seketika ia teringat hari dimana ia diculik. Ia sangat hafal sekali mobil penculik itu. Sooyoung tak percaya dengan apa yang ia lihat, Seojoon keluar dari mobil dan berjalan menuju pintu Sooyoung. Seojoon membuka pintu mobil dan mengulurkan tangan pada Sooyoung. Sooyoung makin tak percaya, kalau Seojoon akan menyerahkan dirinya pada penculik itu.

“Tidak mau!” tolaknya dengan wajah ketakutan.

Seojoon menarik lembut tangan Sooyoung dan menyuruhnya keluar, Sooyoung menarik tangannya dari Seojoon dan memohon membawanya pergi dari tempat itu. Tapi Seojoon di selimuti rasa bimbang, pikirannya semakin kacau saat seorang pria keluar dari mobil bersama wanita yang selama ini ia cari.

Sooyoung semakin panik saat melihat pria yang telah menyekapnya selama 5 bulan, tanpa sadar Seojoon berjalan menuju wanita itu. Sooyoung mencoba menahannya, ia memegang erat tangan kanan Seojoon, Seojoon melihat Sooyoung dan sesekali melihat Seojung. Akhirnya dengan berat hati Seojoon melepas genggaman tangan Sooyoung.

“Apa ini yang kau bilang cinta?” Seojoon terdiam, sejenak ia berfikir bahwa dirinya sangat brengsek, tapi bagaimana lagi hatinya tak bisa berbohong jika ia menginginkan kekasihnya kembali. Seojoon tak menghiraukannya dan meninggalkan Sooyoung.

“Mianhae, Sooyoung” ucapnya saat seorang pria lain keluar dari mobil dan berjalan menghampiri Sooyoung.

Pria yang bersama kekasih Seojoon itu tersenyum, dan mengulurkan tangannya pada Seojoon “Senang bisa bekerja sama denganmu” ucapnya, namun Seojoon tak menghiraukannya dan langsung saja menarik Seojung.

“Setelah ini aku akan mencarimu dan membawa Sooyoung kembali” geramnya, lalu membawa Seojung pergi menjauhi pria tersebut.

“Lakukan saja, setelah kau naik kedalam mobil. Keesokan harinya kau akan mendengar berita kematiannya” Seojoon tetap tak menghiraukannya, ia terus berjalan. Air matanya mengalir saat melihat Sooyoung meronta meminta dilepaskan oleh penculik itu, Seojoon memalingkan wajahnya saat melewati Sooyoung. Sooyoung mencoba meraih tangan Seojoon namun apa daya kekuatan tenaga sipenculik lebih kuat. Pria itu menyeret tubuh Sooyoung menuju mobil, Seojoon menghentikan langkahnya sejenak. Ia menoleh sedikit melihat Sooyoung yang masih meronta minta dilepaskan.

Keesokkan harinya, Seojoon melihat Seojung sedang duduk di sofa ruang tengah sambil melihat kearah TV. Seojoon tersenyum saat melihat Seojung, tapi dalam hatinya ia juga sedih. Ia merasa sangat buruk.

“Oh… Bukankah itu wanita kemarin” gumam Seojung saat melihat foto Sooyoung muncul di layar TV.

Seojoon bergegas melihat kelayar, dan saat itu betapa terkejutnya dia saat mendengar pembaca berita mengatakan

“Choi Sooyoung, putri dari pengusaha Choi Jeong Hoon telah ditemukan tewas…”

Seojoon terduduk lemas, dan ia tak bisa memendung airmatanya. Ia teringat perkataan sang penculik yang ia abaikan “Lakukan saja, setelah kau naik kedalam mobil. Keesokan harinya kau akan mendengar berita kematiannya” Seojoon hanya bisa menangis.

END

*Sorry kalau masih ada Typo, terima kasih udah baca dan komen ^^

Iklan

4 thoughts on “Don’t Say Goodbye

  1. Choi Je Kyung 2016/02/09 / 8:19 pm

    Lagunya memang bertemakan kesedihan, dan semua ff yang mengambil lagu ini untuk dijadikan songfict pasti berbuahkan sad ending.
    Padahal cast kali ini Soo & Seojoon tapi miris banget 😭 lain kali buat cast ini lagi dong, chingu 😢 Boleh yah 😢

    • sifixo 2016/02/13 / 7:53 pm

      Iya, lagunya davichi yang satu ini lagu favorit aku. Dan MVnya bener” nyesek banget T.T
      awalnya castnya Kang Minhyuk, cuma… karena yang lagi hot itu Seojoon.. jadi diganti hehehe
      untuk cast SeoYoung bisalah nanti 😀

  2. febryza 2016/02/13 / 12:00 am

    sediiiih eh tapi btw ini diambil dari salah satu mvnya davichi bukan sih? disitu emang mvnya sedih bgt dan ga nyangka pas dibikin castnya sooyoung-seojoon jadi tambaha berasa sedihnya

    • sifixo 2016/02/13 / 7:55 pm

      iya, ini dari MVnya Davichi. Don’t Say Goodbye itu salah satu fav. aku
      jadi aku buat ff aja hehe awalnya castnya Kang Minhyuk cnblue, cuma… karena yang lagi hot itu Seojoon.. jadi diganti hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s