Raining

raining2

Author : Sifixo

Cast     : Park Chanyeol | Choi Sooyoung

Genre  : Sad

Rated   : PG15

Length : Ficlet

Typo? Maaf ya ^^

♣♣♣

“Kau tahu kenapa hujan selalu turun saat aku bersedih?”

“Iya, karena aku menangis bersamamu”

“Bisakah semuanya seperti dulu?”

“Maafkan aku”

♣♣♣

Tangan yeoja itu bergetar saat meraih korek api yang ada di atas meja, air matanya mengalir seiring pergerakannya. Ia menyalakan perapian di untuk menghangatkan dirinya, melempar beberapa kayu agar api tetap menyala seperti saat ini. Kedua tangannya memeluk erat tubuhnya, meringkuk di atas sofa besar yang menghadap kearah perapian dengan selimut tebal yang membungkus tubuhnya. Matanya tak pernah lepas dari api yang sedang membakar kayu, seperti dirinya yang sedang terbakar oleh kesedihan. Bibirnya bergetar setiap ingatan akan kekasihnya kembali terputar di otaknya. “Kumohon jangan menangis, kau semakin membuatku sulit” Sosok pria tinggi yang sedari tadi berdiri didekat perapian menatap sedih kekasihnya itu, tak banyak yang bisa ia lakukan sekaranga.

Hanya bisa menatap sedih kekasihnya yang terus menangisi dirinya. “Ini semua karena rasa cintanya terlalu besar padamu. Jadi jangan salahkan dia.” Suara berat dari arah pintu membuat namja itu berbalik mencari sumber suara.

“Si.. siapa kau?”

“Park Chanyeol, 24 th, tinggi 187cm, meninggal tanggal 12 november, 15 hari sebelum ulang tahunmu karena kecelakan tunggal saat setelah bertengkar dengan kekasihmu dan sekarang kau menyesali karena berpisah dengan keadaan seperti ini?” Chanyeol terdiam mendengar penjelasan sosok misterius di balik jubah putih itu.

Chanyeol mengusap kasar sisa air matanya dan sesekali melirik kekasihnya yang sudah tertidur disofa, ia terdiam melihatnya. Biasanya mereka akan duduk berdua disofa berbagi kehangatan dengan memeluk satu sama lain, hingga tertidur sampai pagi hari. “Dari mana aku tahu?” Chanyeol beralih pada sosok itu, heran dan bingung “Akulah penjemputmu, dan kau di beri kesempatan untuk sebelum kau ikut denganku, hanya 3 hari. Kuberi kau 3 hari untuk semuanya.”

Chanyeol masih terdiam, mencerna semua yang di katakan oleh makhluk itu. Beberapa detik kemudian ia tersadar dari semua pertanyaan yang ada di otaknya, ia mengerjapkan matanya lalu berbalik menatap nanar yeoja yang masih dengan posisi sebelumnya. “Terhitung dari sekarang Park Chanyeol!” Chanyeol melihat keseluruh ruangan namun tak ada sosok pemilik suara tersebut, ia meyakinkan dirinya untuk kuat bertemu kembali dengan kekasihnya itu.

♣♣♣

Matahari sudah meninggi, namun sinarnya masih terhalang oleh awan-awan mendung. Chanyeol tak mengalihkan pangangannya sedetikpun dari wajah polos yang meringkup didadanya, sejak tadi malam ia tak pernah melepaskan pelukannya pada kekasihnya itu, tangannya mengurung tubuh kurus kekasihnya dipelukannya. Merasakan kembali apa yang tak akan pernah ia rasakan untuk selamanya “Eungh…” lengungah kecil terdengar dari bibir manis kekasihnya itu.

Chanyeol kembali tersenyum “Kau tidak mau bangun eoh? Dasar pemalas!” dapat dilihatnya mata gadis itu membulat sempurna, menatap kosong dada yang ada di hadapannya mencoba meresapi apa yang ia alami, berharap ini bukanlah mimpi. “Aku sudah gila!” gumamnya pelan namun terdengar oleh Chanyeol.

“Ya, kau memang sudah gila!” sahut Chanyeol, dan berhasil membuat tatapan kekasihnya itu beralih padanya, menatap tak percaya, bingung, senang dan kesal.

“Ka.. kau?” Chanyeol tersenyum.

“Sooyoung” lirihnya pelan dengan seutas senyum dibibirnya. Tanpa banyak bicara Sooyoung langsung menarik wajah Chanyeol dan menciumnya, air matanya kembali mengalir betapa rindunya dia dengan kekasihnya itu. Chanyeol tak hanya diam, ia juga merindukan saat-saat seperti ini. Saat-saat bersama dan akan sangat sulit untuk melupakannya, tangannya menarik pinggang Sooyoung agar lebih mendekat padanya menahan tengkuknya. Asap sisa pembakaran tadi malampun masih terlihat, sebagai saksi pertemuan yang harus tetap berpisah.

♣♣♣

2 days later

Dua hari telah berlalu, kesempatan itu tak mungkin di sia-siakan oleh Chanyeol. Dia melakukan semua apa yang belum ia lakukan bersama Sooyoung, nonton film baru, makan malam romantis di taman seperti biasanya, membaca buku di depan perapian, menikmati hujan bersama. Dan itu semua adalah hal yang bisa Chanyeol lakukan sebelum ia benar-benar pergi, ia tak bisa melakukan satu hal yang sangat ingin ia lakukan sejak dulu. Melamar, dan menikahi kekasihnya itu. Ini adalah hari terakhirnya menikmati hujan bersama kekasihnya, semua masalah yang belum terselesaikan telah ia selesaikan. Kini kedua insan itu tengah duduk santai di taman dekat apartemen mereka, menikmati sore hari terakhir mereka.

Senyuman Sooyoung tak pernah luntur di bibirnya, tangannya selalu menggenggam erat tangan Chanyeol, memberi isyarat bahwa ia tak mau di tinggalkan lagi. Namun takdir berkata lain, tak seperti yang ia harapkan Chanyeol harus pergi. “Sooyoung-ah” suara Chanyeol memecah keheningan diantara mereka dan sore hari.

“Hmmm…”

“Kau ingat kecelakan itu?” Sooyoung terdiam dan langsung menegakkan tubuhnya dari bahu Chanyeol.

“Wa.. wae? Waeyo?” tanyanya tergagap, suara bergetar dan matanya terselimuti oleh kristal bening yang sebentar lagi akan meleleh, ia tahu pasti arah pembicaraan ini akan berlanjut. Chanyeol menyerongkan posisi duduknya menatap Sooyoung, ia berusaha sekuat tenaga untuk menahan air matanya namun ia tak bisa menahannya saat melihat tatapan sedih dari Sooyoung, gadis itu kembali seperti saat Chanyeol pertama kali meninggalkannya, sangat kasihan.

“Nae…” suara Chanyeol bergetar, ia mengusap kasar jejak airmatanya “naega… naega gaya…” Chanyeol menghela nafas setelah mngucapkan kata yang sangat berat ia katakan. Kedua tangannya bergerak menangkup wajah Sooyoung, mengapus air mata yang membasahi pipinya, menatap kedalam maniknya mencoba mengatakan kalau ia juga ingin tetap tinggal.

“Tidak..” lirih Sooyoung dengan bibir bergetar menahan isakan yang akan pecah “Tapi kau baru saja kembali… dan sekarang kau akan meninggalkanku, lagi?” Sooyoung tertawa dalam tangisnya. Itu semakin membuat Chanyeol semakin berat mengucapkan selamat tinggal pada Sooyoung.

“Sooyoung-ah…” Sooyoung mengangguk pelan, tertawa mengingat semua hal yang ia lakukan bersama dengan Chanyeol belakangan ini. Ia menganggap takdir seperti mempermainkannya sekarang “Gaeure…” Chanyeol terdiam saat mendapat tatapan tajam dari Sooyoung “Ga…” dengan berat Sooyoung mengatakannya, dadanya terasa sesak saat ini hingga nafasnya seperti tersengal.

“Sooyoung-ah…” Chanyeol mulai panik saat melihat wajah kekasihnya itu memucat.

“Tidak apa-apa, setelah kau mengucapkan selamat tinggal. Maka semua ini akan menjadi mimpinya”

“Apa?” Chanyeol menatap tajam sosok misterius yang tiba-tiba muncul, semua yang ia lakukan hanya akan dianggap mimpi?. “Bukankah kau ingin meninggalkanku?” Chanyeol kembali menatap kekasihnya yang sedang menahan rasa sedih dan marahnya.

“Ani.. ania… ini tidak seperti yang kau fikirkan! Aku sudah meninggal Soo, aku hanya di beri waktu untuk menyelesaikan masalah kita dan ini hari terakhirku. Aku minta maaf selama kita bersama, aku selalu membuatmu menangis. Dan sekarang, sekarang kau tidak akan meraskan sakit lagi karena ulahku. Hiduplah seperti Sooyoung yang dulu, aku sudah tidak bisa melakukan ini…” Chanyeol meraih tangan kiri Sooyoung, awalnya Sooyoung menahan pergerakan tangan Chanyeol yang ingin melepas cincin yang melingkar di jarinya. Sooyoung menggeleng, ia tak mau melepasnya. Tapi Chanyeol menarik paksa cincin itu, hingga terlepas dari jari lentik Sooyoung “Mianhae… aku benar-benar tidak ingin melakukan ini… tapi..”

“Kalau begitu jangan lakukan!” sergah Sooyoung, namun Chanyeol menggeleng tangannya bergerak melepas jari lentik Sooyoung yang bertaut di jarinya lalu berdiri.

“Mianhe… aku tidak bisa melakukannya, aku tidak bisa”

“Wae?” Tanpa menjawabnya Chanyeol langsung menarik wajah kekasihnya dan menciumnya lembut, sesekali melumatnya lembut, 10 detik . lalu ia melepasnya, dan ini adalah waktunya.

“Gomawo… Mianhae…” tangannya Chanyeol bergerak mengelus rambut Sooyoung, menyingkirkan beberapa helai rambut yang menghalangi pandangannya dari wajah cantiknya “Berjanjilah padaku kalau kau akan hidup seperti Choi Sooyoung yang dulu, jangan pernah menangis lagi. Ne? Jika kau ingin menangis maka menangislah saat hujan, aku akan menemanimu menangis. Berjanjilah untuk bahagia untukku.” Sooyoung tak bisa menghentikan airmatanya, tangannya terus menggenggam tangan Chanyeol.

“Kumohon.. Chanyeol-ah.. jebal..” Chanyeol hanya tersenyum, perlahan melepas genggaman tangan Sooyoung lalu beranjak dari duduknya.

“Gayo..” lirih Chanyeol, perlahan genggaman itu terlepas diiringi rintik hujan yang perlahan turun, menghapus jejak air mata di wajah pucat Sooyoung. Chanyeol berjalan mundur dengan senyum yang dipakasakannya, melambaikan tangan seolah pergi untuk kembali. “Saranghae…” perlahan tubuhnya mulai menghilang seiring dengan derasnya air hujan yang mengguyur tubuhnya.

“Saranghae..”

End


Auh.. apa ini? -_- ya sudahlah.. jangan lupa tinggalkan komentar ya ^^ semoga bisa menjadi selingan untuk menghibur diri dari aktivitas kalian hihihih :v

Iklan

5 thoughts on “Raining

  1. febryza 2014/11/12 / 12:27 pm

    huhuhuhuhu kenapa akhirnya tetep berpisah sih mereka huweeeee

  2. GalaxySooXo 2014/11/20 / 10:22 am

    Kenapa harus sad ending sih.Kenapa juga chanyeol harus pergi,kenapa gak nemenin soo eon aja.Kasian kan soo eon nya,tapi gapapa kan masih ada luhan.
    Wkwkwk..
    Nice ka,next soohan ya.
    😀

  3. mikaudrey 2014/11/24 / 10:09 pm

    Yahh sad ending
    Chanyeol kenapa ninggalin soo TT
    Sedih bgt nih ceritanya
    Tapi bagus juga ceritanya
    Kak nanti bikin ff sookai dong
    Ditunggu ff lainnya

  4. yeni swisty 2014/11/26 / 6:49 pm

    Kenapa cuman 3 hari?
    Ck.. Kenapa juga harus sad end?
    Tapi tetep keren kok (y)

  5. chevelyyn 2014/11/27 / 3:18 pm

    Sekilas kayak nonton 49days ya, kak wkwkwk ini sedih bangettt, kebayang gitu kan chanyeol meninggal ninggalin sooyoung nya. Astaga pasti depresi bangett. Coba ini ff nya lbh panjang, pasti tambah bagus deh heheheh semangat bikin ff lain ya kak 😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s