Fantasy

fantasy

Author : Sifixo

Cast     : Oh Sehun | Choi Sooyoung

Genre  : Romance, fluff, fantasy

Rated   : PG16

Length : Ficlet

Typo? mohon dimaafkan

♣♣♣

You’re real, you’re not my fantasy

♣♣♣

“Dasar pengawal-pengawal bodoh. di bohongi begitu saja sudah percaya, hahahah…wah… indah sekali”

“Kau ingin merasakan cintakan?”

“Ya, aku tidak pernah merasakannya selama aku hidup”

“Ku beri kau 1 minggu, untuk merasakannya”

“Lalu, setelah satu minggu.. bagaimana nasibku?”

“Kita lihat nanti, aku tidak tahu. aku hanya menjalankan tugas.”

“Wah, aku harap bisa membangun rumah disin- Aaa~~~”

“Yak! apa yang kau lakukan”

“Sijak!!!”

♣♣♣

“Eungh…”

Sooyoung membuka matanya saat ia mendengar suara lenguhan namja yang sedang terbaring lemah di ranjangnya, ia menegakkan tubuhnya lalu menggenggam tangan namja itu.

“Dingin..” lirih Sooyoung sambil mencoba menghangatkan tangan itu, merasakan sentuhan itu namja berambut pirang itu melirik kesebelah kiri. Namja itu sedikit terkejut dengan kehadiran sosok gadis yang tak dikenalnya, Sooyoung tak menghiraukan tatapan itu.

“Si.. siapa kau” tanyanya dengan suara berat, rasa pusing dan sakit di sekujur tubuhnya membuatnya tak berdaya. Sooyoung tersenyum mendengarnya, perlahan ia melepas genggamannya dari tangan itu. Lalu beranjak dari tempatnya dan kembali dengan membawa segelas air putih.

“Minumlah, ku harap kau segera sembuh.” kata Sooyoung sambil memberikan gelas itu, dengan ragu namja itu menerima air itu.

Sebelum bibir gelas itu sampai dibibirnya “Argh..” erangnya dan hampir jatuh bila Sooyoung tidak menahan tubuh namja itu. “Hati-hati.. kau belum sepenuhnya pulih, Sehun-ssi.” tatapan mereka saling bertemu saat Sehun tiba-tiba memalingkan wajahnya untuk melihat sosok gadis itu. Sehun terpesona akan kecantikan gadis yang sekarang juga sedang menatapnya, rambut coklatnya yang tergerai, mata yang indah dan bibir yang sangat memikat. Sebuah senyum tipis terlukis dibibir itu “Cepat minumlah, kau tidak mau pulang?”

“Ne?” Sehun tersadar dari semua apa yang di fikirkan tentang gadis itu, Sooyoung membantu Sehun untuk menyandarkan tubuhnya di dinding kamar itu. Mata Sehun terus mengikuti pergerakan gadis itu. Sehun menggelengkan kepalanya saat Sooyoung menatapnya menunggu Sehun meminum air itu.

♣♣♣

“Bagaimana bisa aku ada disini?”

“Aku menemukanmu di bawah jurang, kau tak sadarkan diri dan banyak sekali luka di tubuhmu. lalu aku membawamu kemari.” Jawabnya jujur, Sehun semakin penasaran dengan gadis ini, ‘Menarik..’ batinnya saat melihat gadis yang sedang melihat pemandangan di bawah bukit.

“Terima kasih.” Sooyoung menunduk lalu menatap Sehun.

“Apa setelah ini kau akan pergi?” tanyanya, Sehun terdiam ia menangkap sebuah kesedihan dari raut wajah gadis yang sedang berdiri di hadapannya.

“Wae?” tangan Sehun bergerak meraih dagu Sooyoung, menyuruhnya untuk menatapnya. Tangan gadis itu bergerak mengelus pipi Sehun, Sehun bisa merasakan suhu tubuh Sooyoung, dingin.

♣♣♣

“Apa yang kalian kerjakan sampai tuan muda menghilang, ha!” amarah pria paruh baya itu memuncak saat ia kehilangan majikannya “Aku sudah bilang jaga dan awasi tuan muda sehun. jika presdir mendengar kabar ini. aku yakin kalian berakhir di penjara.” keempat pria itu langsung bergerak gelisah.

“Ta.. tapi kami sudah mencari di jurang dan tempat di sekitarnya tuan. Tak ada jejak apapun disana. Dibukit dan di tempat lain tidak ada..” jawab salah satu dari mereka dengan hati-hati.

“Aku beri waktu 4 hari sampai hari senin untuk menemukan tuan muda. Jika tidak, aku pastikan kalian tidak diampuni!” perintahnya lalu pergi., keempat pria itu hanya membungkukkan badan lalu bergegas mencari tuan mudanya. siapa lagi jika bukan Oh Sehun, seorang cucu dari pemilik HQJ company, perusaahan terbesar di korea yang menggantikan Shinwa group 5 tahun terakhir.

♣♣♣

2 days later

Sehun hanya diam menopang wajahnya di meja,memandangi gadis yang sedang menyiapkan makanan untuknya. “Apa yang kau lihat?” tanya Sooyoung tanpa melihat Sehun, namun senyumanya tak pernah lepas dari bibirnya.

“Bidadari..” jawabnya pelan, namun namja itu langsung menautkan kedua alisnya saat melihat pergerakanSooyoung terhenti saat mendengakan ucapannya.

“Wae?”

“Sehun-ssi..”

“Ne?” Sooyoung meletakkan pisau dan sayuran yang ada di tangannya. Sehun yang kawatirpun langsung bangun dari kursinya dan menghampiri Sooyoung yang berada di balik meja itu.

“Kau kenapa? apa kau tidak enak badan?” tanya Sehun sambil membalik tubuh Sooyoung untuk menghadapnya, kedua tangannya memijat lembut lengan Sooyoung. Gadis itu menggeleng, Sooyoung mendongakkan kepalanya melihat Sehun. tangannya menyentuh pipi namja yang sedang menatap kawatir padanya.

“Aku ingin terus melihatmu, aku selalu ingin berada di sisimu.” ucapnya lirih, sambil menglus pipi Sehun. Sebuah senyum terlukis di wajah Sehun “Kalau begitu, tetaplah disisiku.” jawab Sehun lalu menarik Sooyoung kedalam pelukannya, memeluknya dengan erat merasakan aroma wangi dari tubuh gadis yang telah mencuri hatinya.

Namun tidak disisi Sooyoung, gadis itu tak membalas pelukan dari Sehun, setetes airmata berhasil lolos di pipinya. Matanya memandang kosong sebuah jam pasir yang berada di dekat sebuah lukisan awan. Ia ingin sekali membalas pelukan dari Sehun, namun ia mngurungkannya. Sooyoung menghapus air matanya saat ia merasakan Sehun melepaskan tubuhnya.

“Kau menangis?” Sooyoung hanya tersenyum dan menggeleng pelan “uljimayo…” ucapnya lembut sambil mengapus jejak airmata gadis itu. Sooyoung tersenyum dalam diam, mata yang masih terselimuti air mata menatap lekat manik namja yang juga sedang menatapnya. Tanpa sadar tangan Sehun meraih dagu Sooyoung dan mulai mendekatkan wajahnya, mata indah Sooyoung perlahan menutup seiring dengan bibir sehun yang perlahan menyentuh lembut bibirnya, airmatanya lolos begitu saja saat Sehun semakin melumat lembut bibirnya.

“Tuhan, jika aku tahu ini rencanamu kenapa kau tak mempertemukan kami sejak awal.” batin Sooyoung dengan menahan rasa sakit yang menyerang tepat di ulu hatinya, perlahan tangannya bergerak mengelus dada Sehun dan bergerak keleher namja yang masih menciumnya. Sehun semakin menarik tubuh Sooyoung kedalam pelukannya, ciuman itu terus berlanjut hingga keduanya kehabisan oksigen, menyalurkan rasa sayang antara satu sama lain, sebagai ekspresi tentang perasaan mereka dan rasa tak mau kehilangan satu sama lain.

♣♣♣

Last Day…

Udara malam di kediaman Sooyoung begitu terasa, dingin hingga menusuk tulang dan hati gadis yang sedang tidur di pelukan Sehun. Merasakan udara malam dan menikmati malam terakhirnya bersama sang namja, Sooyoung membuka matanya saat ia merasakan tangan Sehun perlahan terlepas dari pelukannya, ia yakin namja ini sudah terlelap. “Kau tahu betapa aku mencintainya” tanyanya pada sosok yang sedang berdiri tak jauh dari kursi yang mereka tiduri.

“Semua sudah di takdirkan Sooyoung-ah, kau harus kuat dengan apa yang akan diputuskan nantinya..” air mata Sooyoung kembali menetes saat ia mendengar jawaban dari sosok berjubah putih itu, tangis pecah saat kembali memandang sendu wajah namja yang ada di hadapannya sekarang.

Tangannya bergetar perlahan menyentuh wajah putih namja yang sedang terlelap “Sa… saranghae…” suaranya bergetar, ia membekap mulutnya saat perlahan tangannya tiba-tiba berubah seperti cahaya dan perlahan mulai memudar. Ia memandang tak percaya apa yang ia lihat, Sooyoung langsung bangun dan melihat kedalam rumahnya, jam pasir, waktunya hampir habis, ia panik seiring bagian tubuhnya yang mulai memudar seperti angin. “Se..Sehuni..” lirihnya, sebelum ia pergi perlahan dan dengan lembut memberikan kecupan perpisahan, kedua sudut bibir Sehun membentuk sebuah lengkungan, dan itu membuat hati gadis yang harus kembali ke tempatnya terasa teriris. Bahkan dia belum sempat mengucapkan “Aku mencintaimu…” dan semuanya menghilang.

♣♣♣

3 years later

Di sebuah ruangan bernuansa putih, seorang pelayan sedang sibuk menyiapkan segala keperluan majikannya yang masih terlelap di ranjang kesayangannya. “Tuan muda, ini sudah pagi. anda tidak ingin melihat calon istri anda?” seru sang pelayan setelah menyiapkan segalanya.

“Apa yang difikirkan mereka eoh? aku sudah bilang sudah kalau aku punya kekasih. kenapa mereka tak percaya, Sooyoung-ah.. dimana kau? aku yakin kau nyata bukan bayanganku saja. Kau nyata…” batinnya, menahan rasa kesal terhadap kedua orang tuanya, pengawal setianya dan orang-orang yang mendukung perjodohan konyol itu.

Tuan mudanya tak bergeming, sang pelayan hanya tersenyum. Ia tahu jika tuan mudanya itu sudah bangun beberapa jam yang lalu, namun saat ia melihat beberapa tamu masuk kedalam pekarangan rumahnya ia kembali merebakan tubuhnya di ranjangnya hingga pelayan itu datang.

♣♣♣

“Ne, saya yakin dia akan bangun. ijinkan saya untuk membangunkannya.” pinta yeoja bertubuh tinggi itu dengan semangat.

“tentu sayang, dia milikmu…” sahut nyonya Oh dengan antusias.

♣♣♣

Clekkk

Pelayan itu langsung membunggkukan tubuhnya saat melihat sosok yang akan menggantikan pekerjaannya melayani tuan mudanya setiap pagi.

“O.. annyeonghaseyo, maaf nona tuan muda sepertinya tidak mau bangun.” yeoja itu tersenyum lalu melangkahkan kakinya mendekati ranjang calon suaminya itu.

“Ah.. bisakah kau meninggalkan kami berdua?” pintanya dengan sopan dan sedikit berbisik agar tidak mengganggu namja itu, sang pelayan pamit mengundurkan diri.

Sehun mengerutkan keningnya saat ia merasakan sebuah tangan memeluk perutnya dari belakang, terdiam menghirup wangi aroma tubuh yang sudah lama ia rindukan, setetes air mata berhasil lolos dari mata indahnya “aku merindukanmu…” lirihnya sambil membenamkan wajahnya di punggung namja itu. Mendengar isakan tertahan ia memberanikan diri untuk berbalik dan melihat siapa sosok yang berani memeluknya seperti ini “Ya! neo nuguya!-” kalimatnya tertahan saat melihat sosok yang sedang menangis di pelukannya, Sehun terdiam ia teringat. Suara ini? isakan ini? perlahan Sehun melepas tangan ramping itu dari perutnya dan mengarahkan yeoja itu untuk memandangnya, pergerakan Sehun terhenti, seakan waktu telah berhenti… ia tak percaya “Sooyoung?” serunya seperti bisikan angin namun masih bisa di tangkap oleh yeoja yang sedang tersenyum dalam tangisnya itu, mengangguk pelan membenarkan semua ketidak percayaan namja yang sedang menatapnya.

“kau tidak merindukanku?” suara Sooyoung menyadarkan Sehun dari semua pikirannya.

Sehun tersenyum senang, matanya memanas dan terselimuti cairan bening yang perlahan mulai membasahi pipinya, tanpa banyak bicara Sehun langsung menarik tubuh Sooyoung kedalam pelukannya. memeluknya dengan agresif, berusaha menyampaikan rasa rindunya.

♣♣♣

“Kenapa waktu itu kau pergi begitu saja?” gumam Sehun sambil mengeratkan pelukannya pada tubuh Sooyoung

Sooyoung membuka matanya “Kau belum tidur?” Sehun menundukkan sedikit kepalanya saat yeoja yang sudah resmi menjadi istrinya itu terbangun akan gumamannya, ya mereka telah resmi menjadi suami istri beberapa jam yang lalu. Dan kini mereka sedang menikmati pemandangan langit malam dari balkon rumah mereka, tidur di sebuah kursi bambu dan berbagi kehangatan bersama dan ditemani bintang-bintang yang menyinari malam indah mereka.

“Aku takut kau akan pergi lagi…” balas Sehun semakin mempererat pelukannya, membenarkan sedikit posisinya agar lebih nyaman. Sooyoung mendongakkan sedikit kepalanya memandang sang suami dengan senyuman manisnya, sesekali Sehun memberi kecupan di keningnya “Aku pergi.. untuk kembali…” mereka terdiam beberapa saat “Mianhae… saranghae..” lanjutnya. Sehun kembali tersenyum lalu mencium singkat bibir istri.

“Argh..” pekik Sooyoung saat tiba-tiba tubuhnya membentur permukaan kursi, karena Sehun tiba-tiba bangun dan duduk. “Yak, apa yang kau lakukan? sakit…” protesnya.

“Wah.. disini kenapa disini sangat dingin???” tanyanya berpura-pura kedingingan dan melihat Sooyoung dengan tatatpan yang tak bisa di artikan oleh Sooyoung.

“Yak! kenapa kau menatapku seperti itu?” kesalnya.

“Aku butuh kehangatan… sayang..” rajuknya manja dan membuat Sooyoung bergidik ngeri.

“Ye??”

“Bukankah ini malam pertama kita?”

“Shirreo….”

“Ah wae…?”

“Aku lelah, seperti tidak ada hari lain saja?”

“Aku mau sekarang!”

“Shirreommhmtp,…”

♣♣♣

Hadeuh… apaan ini haha 😀 ya sudahlah, silahkan tinggalkan komentar kalian ne? ^^
Makasih yang sudah menyempatkan membaca, komen kalian membuat aku semangat buat ngelanjutin Wolf part 9 /Bow/

Iklan

13 thoughts on “Fantasy

  1. Park Nukyeon 2014/11/08 / 4:58 pm

    AKU SUKA BANGET SAMA INIIIII HOHO keep writing eonn ;3

    • sifixo 2014/11/08 / 5:06 pm

      😮 wah… ma’acih ya udah baca kkk~~ 😀
      NE!!! ^^9

  2. GalaxySooXo 2014/11/08 / 5:18 pm

    Keren nih ka cerita nya.
    Buat ff soohan dong ka.Akhir-akhir ini jarang banget ada yang buat ff soohan.
    Soohan juseyo,jebal.

    • sifixo 2014/11/08 / 5:32 pm

      Soohan ya… tunggu aja… kkk~~~
      makasih ya udah nyempetin baca. Kapan2 aku ke blogmu ya, ini lagi banyak request poster. jadi belum sempet jalan2 😀

  3. khusnul77 2014/11/08 / 9:21 pm

    aaa suka pake bgt suka sukaa hehehe
    buat lagi yang soohan dong, aku lagi tergila” bgt sama couple ini

    • sifixo 2014/11/11 / 11:26 pm

      Soohan lagi proses… makasih ya udah baca ff ini 😀

  4. Choi Je Kyung 2014/11/09 / 9:04 am

    Sering-sering yah buat couple ini >_<
    Suka banget deh. Aku jadi semangat juga ngebuat ff baru 😀

    Lanjut dengan ff lain yah ^_^

    • sifixo 2014/11/11 / 11:24 pm

      haha ne!!! siap!!!! makasih ya udah nyempetin baca nih ff >_< 😀 kamu juga semangat buat ffnya ^^9 fighting!!!

  5. mikaudrey 2014/11/10 / 1:44 am

    Wah wah kereeen
    Sooyoung itu ceritanya apa sih
    Sehun mesum nih ya
    Akhir”nya modus si sehun wkwkwk
    Kak bikin ff sookai dong kalo ga soohan
    Yang ttg fantasy juga
    Lagi demen bgt sama genre ini
    Ditunggu ya ff kakak yg lainnya

    • sifixo 2014/11/11 / 11:23 pm

      haha.. sooyoung => arwah yang di beri kesempatan buat memperbaiki hidup.
      haha biasalah si Sehun >_<
      makasih ya udah setia jadi reader ff /absurd/ aku 😀

  6. nisaandryani 2014/11/16 / 12:55 am

    iya dong kak buat ff soohan
    sekarang semenjak luhan keluar aku jadi jarang nemuin ff soohan:(

  7. yeni swisty 2014/11/26 / 6:59 pm

    Kok aku malah jadi ngehayal sehun itu luhan ya??
    #efek kangen :/

    Ff nya bagus, kalau di buat oneshoot pasti tambah bagus 🙂

  8. chocoyun 2015/06/06 / 8:09 pm

    ceritanya bagus. kirain ff ini bakal sad ending untungnya enggak 😀 soohun so sweet banget kk~ ><

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s