Dropping Rain [Part 2 OF 2]

Dropping Rain

Judul    : Dropping Rain

Cast     :

–          Choi Sooyoung

–          Xi Luhan

–          Byun Baekhyun

–          Park Chorong

O.C      :

– Kim Myungsoo

– Choi Jinyuk

– Leeteuk

Genre  : Romance

Lenght: Twoshot

Rate     : PG17

Note     : Huwawawa /ketawaepil/ akhirnya ni FF jadi juga ^^ maaf ya yang seharusnya kemarin update like a janus malah Dropping Rain. alasannya ponselnya mati dan file ff Like a Janus ada disana, jadi ini aja dulu ye. Oh ya, jika masih bingung kenape judulnya Dropping Rain. itu karena semua peristiwa yang terjadi di dalam FF terjadi saat hujan turun, maaf jika terlalu lama updatenya  😀 ya sudahlah nikamti saja. Habis ini aku update Like a Janus, adakah yang menunggu? *kagak!, ya udah ane go :v [warning : mungkin masih ada typo bertebaran dan segala kesalahan yang laen eakkk /tolong dimaaf kan/] Happy Reading ^^

 

Dropping Rain

“Mianhae..” ucapnya dan membuat Baekhyun geram, tanpa membalas Sooyoung. Baekhyunpun langsung mencium bibir Soo, Sooyoung terdiam dengan apa yang baru saja dilakukan oleh Baekhyun. Sesaat ia sadar ini salah, ia meronta dan mencoba mendorong tubuh Baekhyun. Namun Baekhyun menahan tengkuk dan tubuh Soo, Soo langsung menginjak kaki Baekhyun dan itu membuatnya berhasil melepas pautanya dari Baekhyun.

‘Plak’

Sebuah tamparan tepat mendarat dipipi Baekhyun, Soo menutup mulutnya dengan punggung tangannya. Baekhyun terdiam memegang pipinya yang terasa panas, ia merasa bersalah dengan apa yang baru saja ia lakukan.

“Nu… nuna” lirihnya dan melihat Sooyoung yang perlahan berjalan menjauhinya.Tanpa ia sadari dari kejauhan, terlihat seorang namja yang tengah mengamati kejadian itu. Kedua tangannya mengepal, ia merasa sakit saat melihat kekasihnya dicium paksa oleh orang lain. Siapa lagi kalau bukan Luhan, namja itu kini tengah menahan emosinya.

“Byun Baekhyun!” geramnya.

Luhan sedang termenung di depan kamar Chorong, ia memandang kosong dinding putih yang ada dihadapannya. Masih hangat ingatannya tentang kejadian beberapa jam yang lalu, ia menghela nafas panjang mencoba merilekskan tubuhnya dengan bersandar. Ia tak seharusnya melakukan ini “Ini tidak benar, Sooyounglah yang sekarang ada dihatiku. Dialah yang ada saat aku jatuh, aku harus menentukan sikap. Aku harus menjelaskannya pada Chorong.”

Luhan langsung berdiri dan menatap pintu putih yang ada didepannya, tangannya bergerak ingin membuka pintu itu. Namun ada perasaan takut yang menghinggapi hatinya, ia takut tak akan sanggup untuk mengatakannya. Ia mengambil nafas pelan, perlahan tangannya terangkat untuk meraih knop pintu. Namun aksinya terhenti saat sebuah tangan menghentikannya, Luhan melihat siapa pemilik tangan tersebut dengan tatapan bingung.

Luhan menatap datar namja yang menyandang status dokter, yang sekarang sedang duduk dihadapannya.

“Kenapa kau harus menyuruhku?” ucap Luhan dingin.

Dokter yang tak lain adalah Myungsoo itu pun terdiam sejenak — lalu menatap Luhan “Karena satu-satunya orang yang ia inginkan sekarang adalah kau-” Mungsoo tersenyum miris “Kau tahu selama 2 tahun terakhir aku merawatnya, hanya kau yang selalu diceritakan. Tak sedetikpun dia melihatku sebagai orang yang menyayanginya, aku hanyalah seorang dokter specialis. Bukan orang yang ia cintai.”

Pandangan Luhan yang tajam perlahan melunak, ia menemukan sebuah kesedihan di mata dokter muda itu.

“Kau tahu setiap ia memejamkan mata, ia selalu berdoa agar saat membuka matanya dalam tidur. Dia melihatmu, kau tahu dia menderita karena harus melawan penyakitnya sendirian. Sudah 6 kali dia gagal menjalani operasi transpantasi hati.” Lanjut Myungsoo dengan pandangan menerawang, memflashback semua ingatan yang ada diotaknya.

Luhan hanya diam mendengarkan ceritanya, kini perasaannya semakin bimbang. Ia sangat antusias mendengarkan cerita Myungsoo.

Seorang namja tengah berdiri menatap pintu salah satu kamar di lorong rumah sakit, Luhan yang ingin sedang berjalan menuju kamar Sooyoungpun menghentikan langkahnya. Ia melihat Baekhyun tertunduk didepan pintu kamar Soo, saat ini Luhan sangat ingin berlari dan memberikannya sebuah pukulan tepat di wajahnya. Ia masih sangat kesal dengan peristiwa tadi. Kedua tangannya mengepal saat Baekhyun berusaha membuka pintu kamar itu, namun saat ia akan meraih knop pintu ia mengurungkan niatnya lalu pergi meninggalkan ruangan itu.

Luhan yang melihatnya, langsung berbalik badan agar tak terlihat oleh Baekhyun. Ia melihat Baekhyun berjalan menuju lift, dan saat pintu lift tertutup. Luhan langsung bergegas pergi kekamar Sooyoung.

‘Clek’

Suara pintu terdengar saat Luhan membuka pintu kamar Sooyoung, ia melihat yeoja itu sedang tertidur di ranjangnya. Lampu diruangan ini dimatikan, sehingga ia tidak bisa melihat jelas wajah kekasihnya itu. Perlahan ia mendekati Sooyoung yang tengah bermain di alam mimpi, entah apa yang ada di mimpinya karena sekarang yeoja itu tengah tersenyum. Dengan hati-hati Luhan mengambil kursi yang tak jauh dari ranjang yeoja itu.

“Aku sungguh ingin tahu apa yang sedang kau mimpikan? Apakah itu aku?” tanyanya pada yeoja dihadapannya, Luhan terus menggenggam erat tangan Sooyoung. Sesekali ia mencium lembut punggung tangan Soo.

Sooyoung’s dream

Sooyoung sedang berjalan-jalan sambil memakan eskrim kesukaannya disebuah taman, ia tak sendirian tentunya.

“Oh… kau terlihat menikmatinya eoh?” suara itu membuat Sooyoung berbalik dan tersenyum pada sang pemilik suara.

Sooyoung mengangguk puas setelah mendapatkan apa yang ia mau “Geurae.” Ledeknya sambil menjulurkan lidahnya, karena gemas Luhan langsung berlari dan mengambil eskrim yang ada ditangannya.

“Ya… ya… Luhan!” teriaknya saat Luhan menyantap eskrim miliknya.

Backto

Luhan terus memandang wajah polos Sooyoung saat ini, titik-titik airmata terlihat jelas dimata indahnya. Ia tersenyum saat melihat Sooyoung juga tersenyum di mimpinya, Luhan terdiam terlihat jelas sebuah kebingungan dan kesedihan di matanya. Lalu ia melirik sebuah benda tipis yang tergeletak di nakas, ia langsung mengambilnya dan menekan tombol kunci.

“Kode?” Luhan terdiam sesaat lalu melihat Sooyoung “2..0..1..0” ucapnya sambil menekan tombol di layar ponsel milik Sooyoung.

Untuk kesekian kali namja itu terdiam, ia menatap sendu wallpaper yang tampil saat lock ponsel itu terbuka “Sooyoung-ah… eotteohgaji?” ia menggenggam erat ponsel itu sambil memandang wajah kekasihnya yang masih terlelap itu.

“Apakah… apakah aku harus memulainya dari awal?” lanjutnya lalu terdiam sesaat, perlahan ia berdiri dan mendekatkan wajahnya pada Sooyoung. Dengan lembut namja itu mencium bibir Sooyoung, lama Luhan mencium Soo hingga kedua sudut bibir yeoja yang masih terlelap itu membentuk sebuah senyum.

—-

“Aish… kenapa harus terpeleset segalasih?” gerutu yeoja bertubuh tinggi itu saat berjalan keluar dari kamarnya. Ya, Sooyoung. Ia tengah merasakan sakit dikakinya akibat ia terpeleset di kamar mandi, dengan susah payah ia berjalan sambil berpengan pada besi yang tertempel di dinding rumah sakit.

“Ark~ aigoo~~ aish… babo!” umpatnya sambil memukul pelan kepalanya yang masih memakai kupluk(?) berwarna putih itu. Saat ini ia sedang dalam perjalanan menuju ruangan dokter yang menanganinya, biasanya Baekhyun yang membantunya tapi karena peristiwa kemarin membuat keadaan menjadi canggung dan Sooyoung merasa sangat bersalah karena ia telah menampar Baekhyun. Langkahnya terhenti saat ponsel yang berada di sakunya bergetar “Ukh?” ia langsung menerima panggilan masuk itu.

“Oh, ne yeoboseyo, eomeoni.”

“…”

“Ne?”

“…”

“Ah, Joesong-hamnida… tapi saya benar-benar tidak tahu dimana dia.”

“…”

“Ne, eomeoni.” Ucapnya lalu mengakhiri panggilannya.

Sooyoung tertunduk lesu, yang baru saja menelfonya adalah Ibu Baekhyun. Ibunya bilang jika Baekhyun tidak pulang semalam, dan saat di hubungipun ia tidak menjawabnya. Sooyoung bersandar di dinding lorong, yeoja cantik itu kembali mengingat kejadian kemarin.

Flashback

“Iya..” balas Baekhyun singkat, Sooyoung menatapnya.“Kau memang menyedihkan.” Emosinya tertahan.

“Baekhyun.” Lirih Soo.

Baekhyun membuang payungnya, Sooyoung melihat payung itu tertiup dengan angin, dan menjauhi “Bukankah sekarang aku juga, terlihat menyedihkan sepertimu.” Sooyoung langsung menatap Baekhyun, menatap tepat dimanik hitam milik namja yang selalu di sampingnya. Mata indah Baekhyun yang biasanya terlihat ceria itu, kini terlihat berbeda ada sebuah kekecewaan dan ketakutan yang terlihat di manik itu.

“Baekhyun-ah.”

“Nuna, …. …. …. AKU MENCINTAIMU?” Bentak Baekhyun dan membuat yoeja dihadapanya membulatkan matanya.

‘Duarrr’

“Mi..mianhae..” ucap Soo tanpa melihat Baekhyun, ia tertunduk.

“Aku mengerti, kau sangat mencintainya.” Ucap Baekhyun pelan, Soo memandang sekilas wajah Baekhyun yang kini sudah basah kuyup

“Mianhae..”. Baekhyun menarik tubuh Sooyoung kedalam dekapannya, tubuh Soo tak bergerak. Ia hanya diam merasakan pelukan Baekhyun yang semakin erat, “Bisakah kau melupakannya, bisakah kau berpaling melihatku. Bisakah kau lakukan itu?” Pinta Baekhyun dengan suara bergetar, Soo merasa sangat bersalah. Ia hanya menangis didada Baekhyun, ia tertunduk lesu “Mianhae” lirihnya.

“Apakah airmata ini untukku? Kau selalu menangis untuknya, bahkan ditidurmu kaupun menangisinya. Nuna, lihatlah aku.” Pinta Baekhyun kesekian kali, namun hanya kata maaf yang terucap dari bibir Sooyoung.

‘Plak’

Back to

“Huh…” ia menghela nafas pelan, lalu pandangannya terhenti saat melihat sebuah kursi roda berada disampingnya. Sooyoung-pun melihat siapa pembawa kursi itu, dan betapa terkejutnya dia saat melihat “Luhan~~” ucapnya pelan namun masih bisa tedengar oleh namja dihadapannya itu.

“Nah… tuan putri. Silahkan duduk.” Ucapnya dan membuat Sooyoung menautkan kedua alisnya, bingung. Tentu saja, bukankah Luhan sedang bersama Chorong.

“A… a… apa yang kau lakukan disini?” tanyanya tak percaya saat melihat Luhan dihadapannya.

Luhan mendengus kesal “Aish, tinggal duduk apa susahnya?” perintah Luhan yang gemas dengan tingkah Soo.

Sooyoung langsung melotot saat Luhan memerintahnya, ia menegakkan tubuhnya lalu bergerak pelan melewati Luhan “Shireo!” tolaknya dengan wajah kesal. Dengan menahan rasa sakit di kakinya ia terus berjalan menjauhi Luhan.

“Menyusahkan..” gerutunya sambil mengeluarkan smirk evilnya. “Ya! Kau berani menolakku?” tanya Luhan saat ia berhasil meraih tubuh yeoja itu dan menggendongnya. “Eotteohgae?” godanya saat melihat betapa terkejutnya Soo dengan apa yang baru saja ia lakukan padanya. Sesaat Soo tersadar dan meronta ingin turun, namun apa daya ia tak bisa melawan Luhan.

—-

“Ah… kenapa kau susah sekali mengucap kata A…” paksa Luhan saat menyodorkan sesendok nasi ke mulut Sooyoung.

Sooyoung menatap Luhan tak percaya, ia masih menatap curiga namja yang tengah mencoba menyuapinya. “Ah… ppalli!” serunya lagi.

“Apa yang sedang terjadi?” tanya dengan tatapan sinis.

Luhan tersenyum “Apa? Tidak ada..” jawabnya dengan wajah tanpa dosa.

Sooyoung tertawa tak percaya “Ada apa? Memangnya salah jika aku ingin tahu kenapa kau tiba-tiba ada disini, duduk bersamaku dan seolah tidak terjadi apa-apa? Setelah kau melakukan ini semua padaku?” tanyanya tergesa-gesa hingga nafasnya tersengal.

Luhan memandang dalam manik Sooyoung, melihat itu Sooyoung hanya tertunduk “Mianhae… hanya itu yang bisa kukatakan.” Sooyoung mengerjapkan matanya menahan airmata yang sudah ingin sekali keluar.

“Aku tahu aku salah, tapi.” Sooyoung terlihat begitu penasaran “Tapi bisakah kita memulainya dari awal?” sebuah senyum tipis terlukis di wajah manis Sooyoung. Ia tak tahu apakah ini akan menjadi awal yang baik jika dirinya mengiyakan ajakan Luhan.

Luhan tersenyum tipis, menatap kosong gelas yang ada di hadapannya “Bagaimana?” namja itu beralih pada mata indah yang sedari tadi menatapnya.

Sooyoung mengerjapkan matanya sadar dari lamunan sesaatnya “Aku tidak tahu, aku masih takut.” Luhan merasa bersalah, ini memang salahnya “ Kumohon, aku janji. Aku sudah melupakannya Soo. Kau tahu setiap kali bersamanya, aku selalu memikirkanmu. Kau tak pernah lepas dari fikiranku Soo, awalnya aku merasa jika cinta yang dulu hadir lagi. Tapi, tapi ternyata tidak. Aku hanya merasa kasihan terhadapnya, rasa cinta itu tidak mungkin kembali lagi. Karena…” tangan Luhan bergerak meraih tangan Sooyoung “Karena aku sudah memiliki cinta yang baru.” Sooyoung tak tahu harus bebruat apa, ia tak bisa menemukan kebohongan di mata namja yang ia cintai itu.

“Ne, baik hyung. Aku akan menyampaikannya pada nuna.”

“…”

“Ne..”

“…”

“Hati-hati hyung.”

Pip

Baekhyun menghela nafas lega setelah menerima panggilan itu, ia menyandarkan tubuhnya di dinding lorong rumah sakit. Ia melirik jam tangan yang melingkar di tangan kanannya “20.34, apa nuna sudah tidur?” gumamnya, kini pandangannya beralih pada tangan kirinya yang tengah terbalut dengan perban. “Aku akan meminta maaf padanya dan mengatakan bahwa Jinhyuk hyung akan segera pulang.”

Kini Baekhyun baru saja keluar dari ruangan dokter, ia baru saja mendapatkan perawatan karena tangan kirinya patah. Itu terjadi karena kecelakaan saat ia merasa kacau akibat penolakan dari Sooyoung.

Flashback

Baekhyun tertunduk lesu, ia tak memperdulikan hujan yang mengguyur tubuhnya. Ia tak bisa melupakan hal yang baru saja terjadi, kini ia berniat untuk kembali kemobilnya. Namun pria manis itu tak menyadari jika ada sebuah sepeda motor dengan kecepatan tinggi sedang mengarah padanya hingga tubuh pria itu tersrempet dan terpental hingga ketrotoar.Tak ada yang melihat kejadian itu, semuanya terjadi begitu cepat. Beberapa orang yang melihat langsung menghampiri tubuh yang tak sadarkan diri itu dan bergegas membawanya ke rumah sakit.

Backto

Baekhyun menatap layar ponselnya sejenak, lalu beranjak dari tempatnya.

“Sampai kapan aku harus menunggu..” tanya Luhan pada sosok yang sedang terlelap di hadapanyan. Tangannya tak pernah lepas dari tangan kekasihnya itu, ia menautkan jarinya dan menempelkannya di pipinya merasakan hangatnya kulit sang kekasih yang selama ini ia rindukan.

“Ani…aniya. aku hanya belum yakin dan percaya kau berada didepanku sekarang.”

“Syukurlah, aku mengira ada yeoja lain di hatimu…”

“Oppa harus disini, apa kau masih marah karena aku meninggalkanmu?”

“Apa oppa mau memulainya dari awal denganku?”

Luhan mendesah bimbang, ia teringat semua perkataan Chorong padanya. “Chorong-ah, mianhe. Karena oppa tidak bisa memulainya denganmu” perlahan tubuh Luhan berdiri masih tak melepas genggaman di tangannya, tubuh namja itu bergerak duduk diatas ranjang, dengan hati-hati Luhan merebahkan tubuhnya di samping Sooyoung. Ia berbalik mencari tombol lampu.

Click

Semua lampu diruangan mati, namja itu memiringkan tubuhnya menghadap Sooyoung. Beruntung Sooyoung dirawat di ruang VIP jadi ranjang yang di gunakan lebih besar. Perlahan tangan kanan Luhan bergerak meraih pinggang sang kekasih dan dengan perlahan membalik tubuh itu untuk menghadapnya. Sooyoung yang sudah terlelap itupun, hanya mengikutinya. Hingga kedua insan itu saling berhadapan, sebuah senyum terlukis jelas di wajah Luhan.

Ia bisa merasakan deru nafas Sooyoung yang menyentuh kulit wajahnya, “Karena aku akan memulainya dengan orang yang oppa cintai Chorong-ah.”

Cup

Luhan menciumlembut bibir Sooyoung, lama ia menciumnya. Hingga membuat Sooyoung menggeliat kecil, tanpa ia sadari tangan Sooyoung telah melingkar memeluk tubuh Luhan.

“Saranghae” bisiknya di telinga Soo, setelah mengakhiri ciumannya. Walaupunya hanya menempelkan bibirnya, setidaknya ini bisa menenangkan hati dan fikirannya yang sedang bimbang.

Srekk..

Baekhyun tertunduk, matanya sudah menitihkan airmata memandang pemandangan yang tak sengaja ia lihat. Ia tak tahu jika secepat itu Sooyoung akan kembali pada Luhan, setelah apa yang dilakukannya. Tangan kanannya telah mengepal sempurna, ia menatap ruangan gelap di balik kaca buram yang terpasang di pintu.

“Ayolah, buka mulutmu. Kau harus makan, kau mau cepat sembuhkan?” rayu sang dokter tampan.

Chorong hanya diam memandang keluar jendela dengan tatapan kosong “Chorong-ah… A… katakan A…” Myungsoo kembali menyodorkan sesendok nasi ke mulut yang sedari tadi tak bergerak. Myungsoo terdiam saat ia melihat sebutir krystal melintas dipipi yeoja yang ia sayangi itu.

Pagi ini adalah pagi yang paling mengejutkan bagi Sooyoung, bagaimana tidak saat ini ia tengah terdiam tak percaya saat melihat wajah Luhan begitu dekat dengannya, jantungnya berdetak tak normal, pipinya memanas seketika saat ia merasakan deru nafas namja yang masih tertidur lelap itu menerpa wajahnya. Sejenak Sooyoung terdiam, saat sadar jika ia tengah tertidur dengan posisi memeluk tubuh namja yang masih bisa dibilang kekasihnya itu, karena mereka tidak pernah mengatakan berpisah.

“Kenapa kau begitu plin-plan eoh?” gumamnya gemas sambil jari tangan yang tak ia gunakan untuk memeluk itu menyusuri setiap inci wajah namja yang membuatnya seperti ini. Jari telunjuknya menekan lembut pipi kekasihnya itu, menekannya beberapa kali seperti memainkan sebuah mainan karet “Kau tahu aku sangat mencintaimu, tapi kenapa kau kembali padanya?” jarinya kembali bergerak dan berhenti di bibir Luhan, ibu jarinya bergerak mengusap lembut permukaan bibir itu “Kau tahu, saat kau bilang. Kau tidak mengenalku itu lebih menyakitkan dari pada saat kau berbohong di taman. Kenapa? Semua kalimat itu harus keluar dari bibir ini? Bibir yang dulu selalu mengatakan kata-kata manis?” gerakan jari Sooyoung terhenti, ia terkecekat saat melihat sepasang mata yang tadi masih terpejam kini terbuka menatapnya.

“Mianhae…” Sooyoung mengalihkan pandangannya dan menjauhkan tangannya dari wajah Luhan, gadis itu mencoba bergerak untuk berbalik. Namun Luhan menahannya dan langsung menarik tengkuk Sooyoung hingga kedua bibir itu bertemu, mata indah Sooyoung membulat sempurna, saat Luhan semakin menekan lembut tengkuk Sooyoung dan melumat bibirnya dengan lembut dan penuh perasaan, tak bisa menolak Sooyoung ikut larut dan menikmatinya. Serasa ada ratusan kupu-kupu yang terbang tanpa arah didalam perutnya, Sooyoung sejenak melupakan masalahnya dan membalas ciuman itu, Luhan semakin mendekatkan tubuh Sooyoung padanya, salah satu kakinya mengurung pinggul Sooyoung agar ia lebih dekat dan tak bisa bergerak.

“APA?” suara nyaring seorang Choi Jinhyuk menggema diruangan cafe, ia geram setelah mendengar semua cerita dari Baekhyun.

“Maafkan aku hyung, aku tidak menceritakannya. Karena nuna yang meminta.” Lanjut Baekhyun lesu, namja manis itu bisa melihat jelas kemarahan kakak sahabatnya itu. Kedua tangannya mengepal dan wajahnya memerah menahan kemarahannya pada Luhan.

“Ada apa?” Sooyoung hanya melirik namja yang sedari tadi masih berbaring disampingnya dengan posisi masih memeluk tubuh Sooyoung.

“Kau tak mau melepaskanku? Aku ingin sekali ketoilet.” Pinta Sooyoung sambil mencoba melepas kungkungan tangan Luhan di perutnya. Luhan menggeleng, ia semakin mengeratkan pelukannya dan menyandarkan kepalanya di bahu Sooyoung.

Hening menyelimuti keduanya “Aku benar-benar minta maaf, aku akan menjelaskan padanya. Dan kita lanjutkan hidup kita, kau maukan?” Sooyoung tampak berfikir sejenak, lali ia berbalik dan melihat Luhan, yeoja itu menelisik dalam kemanik Luhan mencoba mencari adakah sebuah kebohongan. Namun lagi-lagi hanya ketulusan yang ia tangkap di wajahnya, perlahan kedua sudut bibir itu terangkat membuat seulas senyum. Sooyoung mengangguk pelan, sebuah senyum terlukis di wajah Luhan.

“Haaah…” lenguhnya saat ia merasa bebas dari Luhan.

“Nah, sekarang kau boleh kekamar mandi.” Ucapnya tanpa rasa bersalah setelah menahan tubuh kekasihnya itu hampir 4 jam.

Sooyoung menggeliat kecil “Arkk.. aigoo.. rasanya tubuhku remuk. Kau menindih kakiku sepanjang malam?” tanyanya kesal saat merasakan kakinya yang kesemutan.

“Heheh, aku tidak mau kau pergi ya sudah. Aku tidak punya pilihan.” Jawabnya enteng.

Myungsoo kini sedang senyum-senyum tak jelas, pipinya merona. Semua rekan dokter yang sebaya dengannya memandannya bingung.

“Yah… dokter tampan kita kenapa jadi seperti ini?” goda seorang dokter yang baru saja beranjak dari mejanya.

“Wah, Myungsoo. Kau baru dapat kupon ya?” kini sahut seorang dokter cantik yang baru saja masuk kedalam ruangan khusus para dokter untuk beristirahat itu.

“Dia baru saja dicium oleh Chorong, kalian tahukan gadis yang selama ini di rawatnya” yang menjadi topik pembicaraan kini menatap semua rekan yang membicarakannya dengan sinis “Ckck, bukan urusan kalian!” singkatnya lalu pergi. Dan itu membuat gelak tawa para dokter muda itu pecah, mereka baru kali ini melihat Myungsoo seperti itu.

“Kau mau makan apa putriku yang cantik?” Sooyoung tersenyum heran, ia memandang namja yang sedari tadi terus menggenggam tangannya.

“Apa? Putri?” Luhan tersenyum.

“Hmm… kau adalah tuan putriku.” Sooyoung menyipitkan matanya, ia merasa senang karena hubungannya dengan Luhan kini membaik. Kini mereka tengah dalam perjalanan menuju cafetaria, untuk makan siang. Namun saat sampai di cafetaria, langkah Sooyoung terhenti saat melihat sosok yang sekarang juga sedang menatapnya.

“O…oppa” lirihnya, Luhan terdiam. Ia mengikuti arah mata Sooyoung, ia melihat sosok Choi Jinhyuk sedang menatapnya tak suka. Begitu jelas terlihat dari sorot matanya, yang pasti namja yang selalu di hormatinya itu tidak sendiri. Ia melihat Baekhyun yang sedang memainkan ponselnya.

“Itu dia..” Baekhyun berbalik melihat siapa yang di maksud.

“Baekhyun.” Sooyoung menebak jika Baekhyun telah mengatakan semua pada oppanya itu, “Choi Sooyoung! Kemari kau!” panggil Jinhyuk dengan nada tinggi.

Melihat sang kakak marah, nyali Sooyoung menciut ia merapatkan dirinya pada Luhan. Luhan tahu jika Sooyoung sedang takut, ia tahu sekali karakter hyungnya itu.

“Hyung.” Sapa Luhan dengan senyum di paksakan.

Baekhyun berdiri dari duduknya dan melihat kedua insan yang terlihat kembali mesra itu “Kemari kau!” geram Jinhyuk bergegas menghampiri sang adik.

“Ark!” pekik Soo.

“Hyung?”

“Diam kau!” Jinhyuk menujuk Luhan “Jangan pernah dekati adikku lagi!” tegasnya dan berbalik sambil menarik Sooyoung untuk pergi.

“Tidak akan” jawab Luhan tak kalah tegas.

Langkah namja betubuh kekar itu terhenti, ia berbalik menatap Luhan tak percaya “Apa?” Luhan tersenyum “Aku tidak akan melepaskannya. Apapun yang terjadi” jawabnya datar.

Jinhyuk tertawa tak percaya, ia geram dan menghempaskan tangan sang adik dan berlari mendekati Luhan. “Apa katamu?” tanyanya sambil menarik kerah baju Luhan, emosinya sudah tak bisa terbendung lagi.

“Oppa?” Lirih Sooyoung sambil mencoba menarik tangan oppanya itu agar melepaskan cengkramannya pada Luhan.

“LEPASKAN!” semua orang yang sedang menikmati makan siang mereka, kini beralih pada pemandangan yang tak seharusnya terjadi di tempat seperti ini. “Arkk..” pekik Sooyoung saat tubuhnya tersungkur dilantai. “Soo..” lirih Luhan “DIAM!” Bentak Jinhyuk.

“Nuna…” Baekhyun mencoba menolong Sooyoung, namun dengan jelas yeoja itu menolak mentah-mentah bantuannya. Sooyoung menatap Baekhyun kecewa, namun tatapan itu luntur saat melihat kondisi Baekhyun.

“Baekhyun.”

“Kau mau makan apa? Aku akan menraktirmu sampai kau puas.” Tawar Myungsoo pada gadis yang berada dibawahnya, siapa lagi jika buka Chorong.

Chorong tampak berfikir “Mmm, aku mau semuanya yang enak-enak. Pokoknya aku mau makan banyak. Hari ini..” kalimatnya terhenti saat melihat Luhan dan Sooyoung di cafetaria.

Myungsoo juga melihatnya “Ada apa itu?” ia melihat Chorong.

Bugh

BRUAKK

Tubuh Luhan menghantam meja cafetaria dan membuatnya berantakkan “OPPA!!” teriakan sang adik tak ia hiraukan.

“Dasar brengsek! Kau sudah membuat adikku celaka” Bugh.. Jinhyuk menindih tubuh Luhan dan memukuli wajah namja yang hampir tak sadarkan diri itu. “Hah… lakukanlah hyung. Jika ini membuatmu puas..” suara Luhan lemah, Sooyoung hanya bisa menangis saat melihat sang kakak mengamuk, malu, takut dan kecewa menghinggapi perasaannya.

BRUAKK

“OPPA!!!” Sooyoung kembali berteriak, saat ia melihat tubuh Luhan kembali di lempar dan menghantam meja cafetaria yang lainnya. “Hyung! Sudah cukup! Ini dirumah sakit!” peringat Baekhyun.

“Kau masih berani bicara HAH?” Jinhyuk berteriak sambil menghempaskan tubuh yang sudah tak berdaya itu dilantai, wajah Luhan sudah penuh dengan luka. Bibirnya berubah merah karena darah segar.

Jinhyuk berdiri dan berjalan menghampiri Sooyoung “Kita pulang ke jepang!” ucapnya sambil menarik tangan Sooyoung, namun yeoja itu menahannya. Jinhyuk melihat sang adik yang sedangn memandangi Luhan yang berusaha berdiri “Ke Jepangpun, aku akan mengikutinya.” Menangkap suara itu Jinhyuk kembali tersulut emosi, ia berbalik dan mengambil sebuah kursi yang tergeletak di sampingnya.

“Apa katamu?” geramnya, semua orang tercengangn melihatnya.

“Oppa..” Chorong terkejut, tangannya mencengkram kuat tangan Myungsoo.

“Hyung!” Sooyoung tak tinggal diam, ia berlari menghampiri tubuh Luhan dan membentengi tubuh lemah itu dengan tubuhnya.

“HENTIKAN!!!” Pergerakan Jinhyuk terhenti saat melihat sang adik memeluk tubuh Luhan, ia tak mungkin melukai adiknya sendiri. “Lu.. luhan…” lirihnya sambil mendekap kepala namja itu kedadanya, memeluknya erat.

“Ada apa ini?” beberapa petugas keamanan baru saja tiba.

Jinhyuk menghela nafas kasar ‘Prang’ ia melempar kursi ditangannya begitu saja, tertawa garing lalu pergi.

“Sedang apa?” tanya Luhan lembut sembari menyandarkan dagunya di sela leher Sooyoung, kedua tangannya melingkar erat di perut kurus yeoja yang ada dihadapanya.

“Kau mengagetkanku. Tidak ada, hanya melihat gelapnya danau itu.” Balas Sooyoung setengah kesal, lalu tersenyum.

“Kenapa kau tersenyum?”

“Aku hanya teringat saat Jinhyuk oppa memukulimu.”

Luhan mengernyitkan dahinya “Apa? Jadi kau senang melihatku di pukuli seperti itu?” Sooyoung terkekeh, lalu menggeleng.

“Aku harus berterima kasih pada Jinhyuk oppa, karena dia sudah membuatku sadar betapa kukuhnya cintamu padaku. Dan aku juga yakin tanpa kau dipukuli, kau juga akan kembali padaku” Luhan tersenyum.

“Kau wangi.” Ucapnya saat menghirup aroma sabun dari tubuh yeoja yang sudah resmi menjadi istrinya 9 jam yang lalu.

“Hemm..” Luhan menegakkan tubuhnya lalu memutar tubuh Sooyoung agar menghadapnya, Sooyoung hanya diam sambil mempoutkan bibirnya memandang sang suami. “Wae?” Sooyoung melipat kedua tangannya didada dan bersandar pada pagar besi dibelakangnya.

Luhan menatap Sooyoung intens, Sooyoung terkejut saat Luhan merapatkan tubuhnya dan berbisik di telinganya. “Bisakah kita, punya malaikat kecil?” tubuh Sooyoung merinding seketika saat Luhan berbisik seductive.

“A..ap…” kalimatnya terpotong saat bibirnya telah dikunci Luhan dengan ciuman lembut dan manis, namun semakin lama ciuman itu semakin dalam. “Mmmmphs..” desahan itu keluar dari bibir Sooyoung, mendengar itu perlahan Luhan mengankat tubuh istrinya dan menggendongnya ala bridal style masuk kedalam kamar yang telah di persiapkan oleh sang kakak. Aroma terapy begitu terasa saat kedua insan yang masih berciuman itu berjalan masuk kedalam kamarnya.

Byurr…

Hujanpun turun dengan deras malam itu, mengiri pergerakan pengantin baru itu. Perlahan Luhan membaringkan tubuh Sooyoung di atas ranjang tanpa melepas pautannya, Luhan terdiam memandang wajah Sooyoung yang sudah memerah “Aku sudah bilangkan, aku tidak akan pergi.” Ucapnya sembari mengelus pipi sang istri dengan jarinya, menyibakan rambut panjang yang menutupi wajah sang istri kedaun telinganya. Mengusap permukaan bibir Sooyoung dengan ibu jarinya, hingga kedua pasang mata itu bertemu. Perlahan Luhan mendekatkan wajahnyan, Sooyoungpun memiringkan kepalanya hingga bibir mereka kembali bertemu. Ciuman itu awalnya manis dengan lumatan-lumatan lembut, namun semakin lama semakin dalam dan disertai dengan desahan-desahan yang keluar dari bibir Sooyoung.

“Mmmmphs…” mendengarnya, tangan kanan Luhan menggapai tombol lampu yang berada di samping ranjangnya. “Eungh…” lalu…

Click..

 

Hahahah… LALU… terusin aja sendiri ya :p

Gimanah part yang ini wkwkwk gaje ya -_- ya sudahlah. Aku berterima kasih aja sama yang berjejak dari Teaser sampe end *bow. Yang gak comment disini dan Wolf part 1 – 7, gak dapet PW Wolf part 8 /kejam/ tapi kalian para siders lebih kejam dari pada aku T.T #curcol. Ya sudah… sampe ketemu di Like a Janus sama Wolf part 8 :* >_< /lambaikantangan/

Iklan

25 thoughts on “Dropping Rain [Part 2 OF 2]

  1. febryza 2014/08/27 / 11:57 am

    wuaaaah endingnya soohan udah nikah Dan may ngejalanin malam pertama hahaha… yah luhan and harus bersyukur kalo dia engga nyadar cepet bisa2 sooyoung udah di jepang Dan dia nyesel deh

    • sifixo 2014/08/28 / 8:55 pm

      hahaha 😀
      kalau kejepang ya Luhan nyusul :v

  2. fitri summer 2014/08/27 / 2:57 pm

    Akhirnya update juga,,, dah lama nungguin ff ini,,, akhirnya happy ending soohun,,, kalo bisa ada AS nya dong,,, jangan lupa gw tunggu ff Like A JANUS (part 2),,,

    • sifixo 2014/08/28 / 8:57 pm

      Soohan kakak >_<
      Lagi kepikiran AS sih, tapi ntar aja kalo udah selesai ospek kampus :v
      Sipp, tunggu ya Like a Janus 😀

  3. syoohmy 2014/08/27 / 4:12 pm

    Kyaaaa akhirnya di post juga hehe!
    Akhirnya soo sama luhan sampe nikah juga.walaupun bonyok dipukulin sama oppa nya soo!
    Daebak .aku tunggu like a janus nya yaaa!!!!!!! Fighting

    • sifixo 2014/08/28 / 9:01 pm

      Hahah iya, lama banget ya >_<
      Itu hasil dari perbuatan(?)nya hahah 3:)

  4. syoohmy 2014/08/27 / 4:14 pm

    Kyaaaa akhirnya di post juga hehe!
    Akhirnya soo sama luhan sampe nikah juga.walaupun bonyok dipukulin sama oppa nya soo!
    Daebak .aku tunggu like a janus nya yaaa!!!!!!! Fighting 😀

  5. fitriyulinda85 2014/08/27 / 5:17 pm

    OMG hello ceritanya so sweet perjuangan luhan emng sakit, sakitnya itu di pukulin choi jinhyuk kwkwkwk cinta sejati rmng gak bsa lepass hehhehe cieee….. Yang udh nikah ^^ di tunggu wolf nya thor ^_^

    • sifixo 2014/08/28 / 9:02 pm

      So pasti 😀 sabar ya, hehe

  6. chevelyyn 2014/08/27 / 6:18 pm

    Akhirnya ff ini di publish juga lanjutannyaaaa.. luhan akhirnya milih bareng soo jugaa, walaupun sakit sih tapi gapapalahhh. Kan dia manly mwahahaaa.. keren dehh, aku nunggu wolf part 8 sama like a janus part 2 nya, kakkk 😉 semangatt !!!

  7. Youngster 2014/08/27 / 6:43 pm

    jadi nasib baekhyun dan chorong gimana ya:/ ? kesian baekhyun dia udah banyak berkorban banget

    • sifixo 2014/08/28 / 9:19 pm

      dah gak punya ide buat nasib baek, masih sebel gara2 mrs.T jadi males -_-
      😀

  8. ayu_hy99 2014/08/27 / 9:34 pm

    sukur deh luhan cpt sadar.. tpi kasian sma si bekyun tpi gpplah yg penting mah soohan..

  9. ismi khaerin 2014/08/27 / 9:34 pm

    huwa baek kshan , soobaek, soobaek pengen soobaek eonie, lulu tp jga kshan sh. Aku mkin bngung mau pilih soobaek pa soohan T_T

  10. Vi 2014/08/28 / 8:42 am

    Jujur aku lupa cerita sebelumnya. Tapi abis baca part 1 inget deh.
    Pelajaran nih buat cowok2, jgn suka plinplan deh. Karna secara gk sadar bakal nyakitin orang lain #ngomongapasih
    Request ff soohun oneshoot dong, boleh ?? 😊😊

  11. winterchan 2014/08/28 / 8:51 pm

    Itu harusnya dilanjutin tuh! Nanggung! /iniketauanyadongbanget/
    Ih jinhyuk serem banget ya. Dan nasib chorong gimana? Dia sama si dokter? Terserahlah yg penting soohan bersatu eaaakk cikidaw. Tapi kasian baekhyun sih ya, gaada yg mikirin nasib dia wakakak
    Keren lah keren! 😁

  12. MurdaGirl 2014/08/28 / 10:10 pm

    ah chorong mati ae /anjirjahatbgt
    becanda deng wkwk
    baekhyun mah cepu banget cocok dah jadi cabe cabean wkwk
    jinhyuk berisik bet njir gatau malu apa luhan mencintai soo dengan segenap hatinya /njr
    beruntung aku ngecomment like a janus sama wolf part 1-7. itu ff yang aku tunggu tunggu wkwk

  13. Choi Je Kyung 2014/08/30 / 7:31 am

    Mian baru koment di part ini 😦

    Ngeri juga yah Jinhyuk oppa. Berlatih bela dirinya di mana tuh oppa. Biar aku ikut berlatih juga, wkwkwk~

    Ah~ mereka udah nikah, ciee~ selamat yah 😀
    Kerennn >_<

  14. mikaudrey 2014/08/30 / 2:09 pm

    Wahh happy ending
    Mereka nikah juga akhirnya
    Nasib baekhyun gimana tuh nantinya
    Sama taeyeon kah wkwk
    Ditunggu ff kakak yg lainnya^^

  15. KyuhyunBaekhyunSooyoung 2014/08/30 / 5:25 pm

    cie…. saya baru lihat ini ternyata -___-
    soohan mau punya anak ya, ceritanya.
    aku gak baca part yang terakhir, soalnya aku masih polos qaqa #plakk
    nice fanfic unnie….

  16. sailors moon 2014/08/30 / 8:14 pm

    Lupa cerita sebelumnya apa ? Luhan memilih pilihan yg tepat, jadi cuman flashback ya? Jinhyuk sawan saya, serem bngt
    Author, aku mau pw like a janus dong

  17. galaxysooxo10 2014/10/01 / 6:34 pm

    Keren kaka.
    Aku suka cerita nya.
    Jangan bosen-bosen bikin ff soohan ne.

  18. galaxysooxo10 2014/10/01 / 6:40 pm

    Keren kaka.
    Aku suka banget jalan ceritanya.Jangan bosen-bosen bikin ff soohan+soohun kaka.

  19. aejfy 2014/10/05 / 12:34 pm

    Cinta segi berapa ini -__- wkwkwk
    jinhyuk garang(?) hehehe
    Yey! Endingnya Soohan bersatu 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s