Dropping Rain [Part 1 of 2]

Dropping Rain

Author  : Sifi_xo

Judul    : Dropping Rain

Cast     :

–          Choi Sooyoung

–          Xiu Luhan

–          Byun Baekhyun

–          Park Chorong

O.C      : Fhind them

Genre  : Romance, Sad

Lenght: Twoshot

Rate     : PG-14

Note     : Annyeong, aku balik sama FF “Dropping Rain”, FF ini murni dari otak aku. Jika ada kesamaan, atau apapun silahkan hubungi aku di FB/Twitter.  Dan aku sedikit kecewa dengan para reader FF “Wolf”, mereka datang dan pergi tanpa jejak, dan itu buat aku sedikit males buat post part selanjutnya -_-, tapi aku harap kalian meninggalkan jejak untuk kali ini. peraturan udah jelas terpampang di halaman depan [curcol]. Dan aku minta maaf jika ceritanya jelek 😥 soalnya lagi buntu ni otak, dan yg harusnya FF ini tu Oneshot tapi malah jadi twoshot Oke gak usah banyak basa-basi/curcol. [warning : mungkin masih ada typo bertebaran] Happy Reading ^_^

 

= “I’m sure you’ll say goodbye, but I’m still happy to you. I believe you’re going to turn around and come back to me even though the rain will not stop”=

 

Dropping Rain

            Taman

Terlihat seorang yeoja sedang duduk di bangku taman sendirian,ia tak menyadari waktu sudah hampir tengah malam. Tak ada seorangpun disana hanya ada dirinya yang sedang duduk diam dan menatap kosong sebuah ayunan yang berada diarea taman tersebut. Ia mencoba menahan air mata yang menetes ke pipinya, kedua tangannya meremas bangku taman dengan kuat. Suasana hening tak membuatnya takut, dinginya angin malam tak membuatnya kedinginan. Ia tak memperdulikan apapun yang berada disekitarnya, yang ia fikirkan saat ini hanya satu. Kekasihnya. Perasaannya sangat hancur saat ini, karena kejadian tadi sore.

Flashback

Someone’s Pov

Aku menunggunya disini, tak perduli berapa lama aku menunggu disini. Tak perduli dinginnya cuaca, aku putuskan untuk mencarinya. Aku berjalan menyusuri taman ini, aku berjalan sendirian dan melihat para sepasang kekasih sedang menikmati sore hari mereka dengan romantis. Tapi tidak untukku, langkahku terhenti saat melihat orang yang tak asing bagiku, orang yang aku cintai dan sudah menjadi kekasihku selama 2 tahun. Sedang bersama yeoja lain, tubuhku gemetar. Aku tak sanggup melihatnya.

“Lu… Luhan?” lirihku saat kulihat ia sedang memeluk yeoja yang tengah duduk diatas kursi roda, dan aku semakin lemas saat tahu bahwa orang itu. Orang itu adalah firts lovenya, aku menahan airmata yang ingin sekali keluar. Kedua tanganku gemetar, aku masih melihat mereka. Mereka tampak sangat senang, perlahan aku mengambil ponselku di tas. Aku menghubunginya.

“Oh yeoboseyo?”

Aku mencoba untuk tenang “Yeoboseyo, Luhan-ah. Eodiiss-eo?” ku lihat ia menjauh dari yeoja itu.

“Eoh, mianhe. Aku ada urusan penting, nanti akan aku hubungi lagi. Annyeong”

‘Pip’

Dia mematikan telponnya dan kembali mendekati yeoja itu, aku sangat tak kuat melihatnya. Akupun meninggalkan mereka dan kembali di bangku tempatku menunggunya.

Backto

Author’s Pov

Air matanya kini tengah membasahi kedua pipinya, matanya sudah menjadi merah. Ia tahu bahwa namjachingunya memang belum bisa melupakan cinta pertamanya, namun ia selalu mencoba membuat Luhan lupa dengan cinta pertamanya. Awalnya ia merasa berhasil karena Luhan tidak pernah murung dan sedih lagi, dia selalu tersenyum dan tertawa saat didekatnya.

Kini harapannya untuk melanjutkan pertunanganpun pupus, yeoja bermarga Choi itu mengambil nafas panjang dan menghembuskannya pelan, ia menghapus airmata mencoba menenangkan dirinya. Ia menatap langit malam, tak ada satu bintang pun disana. Langit tampak mendung, seperti hatinya yang sedang mendung sekarang. Tanpa ia sadari rintik hujan telah turun, perlahan air hujan membasahi wajahnya. Ia kembali tertunduk air matanya kembali menetes dan bercampur dengan hujan, ia masih tak bergerak dari tempatnya.

‘Drrrt…drtt.drrrt…’

Ia melihat ponsel yang berada dipangkuannya, sudah berapa kali lampu ponsel itu menyala. Ia melihat nama Luhan muncul dilayar ponselnya, ia mengambil ponsel itu dan menatapnya sedih.

“Kenapa hari yang aku takut akan terjadi, kenapa kau melakukannya padaku!” ucapnya pelan pada layar ponsel yang masih menyala tersebut.

—-

Apartement

Seorang namja sedang bergerak resah didepan pintu apartement sahabatnya, ia mondar-mandir didepan pintu apartement tersebut. Sesekali ia mengecek layar ponselnya untuk memastikan adakah balasan dari sahabatnya yang tak lain adalah Sooyoung. “Aish… nuna, kau itu ada dimana? Ini sudah jam berapa? Kenapa tak membalas semua pesanku?” geramnya pada ponsel yang tak bersalah itu. Ia kembali melirik jam yang ada diponselnya.

“Aish… 22.50, mana diluar sedang hujan.” Gerutunya saat melihat di luar hujan deras.

“Tuan Baekhyun, apa yang anda lalukan disini? Kenapa tidak masuk? Apa nona Choi belum pulang?” suara itu membuat namja bernama Baekhyun itu sedikit terkejut dan langsung memberi hormat pada keamanan yang lebih tua darinya itu.

“Oh, annyeonghaseyo. Ne. Aku sudah menghubunginya dari tadi, tapi dia tidak menjawab.” Adunya pada petugas keamanan gedung apartement itu.

Petugas itu seperti tahu sesuatu “Ah, tadi nona Choi bilang dia akan bertemu dengan tuan Luhan. Mungkin dia sedang bersamanya sekarang.” Ucapnya lagi.

Baekhyun mengerutkan keningnya, dia tahu jika Luhan tidak pergi bersama Sooyoung. “Ah, gamsahabnida paman. Aku tahu dimana dia.” Ucap Baekhyun lalu pergi meninggalkan petugas keamanan itu didepan apartement Soo.

—-

Taman

Baekhyun berlari menerobos hujan, ia berlari menelurusi jalan di taman itu. Ia mencari sosok Sooyoung, namun nihil ia tidak menemukan yeoja bertubuh tinggi tersebut. Kini seluruh tubuhnya sudah basah kuyup, topi abu-abu yang ada dikepala sudah basah. Ia melepas dan mengusap pelan wajahnya.

“NUNA!” Teriaknya sambil berlari menuju tengah taman, tersebut. Tetap saja tidak ada. “NUNA!!” ia kembali berteriak memanggil sahabatnya “SOOYOUNG NUNA!!!” Ia kembali berlari memutari taman lalu keluar arena taman. Hosh… hosh…’ nafasnya tersengal-sengal karena berlari, apa lagi sedang turun hujan. “Huh, kemana dia-” kalimatnya terhenti saat mata indahnya menangkap sosok yang sedang ia cari.

“Nuna?”ia tersenyum lega saat yeoja tinggi itu sedang berjalan tak jauh didepannya. Ia kembali memakai topinya yang basah dan bergegas mengejarnya, “NUNA-” kalimatnya terhenti saat tiba-tiba Sooyoung berbalik arah dan berjalan menyebrang jalan. Bukan masalah menyebarang atau apa, ia terkejut saat sahabatnya yang akan menyebrang jalan dan saat itu juga sebuah mobil dengan kecepatan tak terkendali melaju kearahnya.

“NUNA AWAS!!!” Teriaknya dan bergegas berlari menyusul Sooyoung, namun.

‘BRUAK!!’ Tubuh yoeja itu terpental ketepi jalan dan kepalanya menghantam dinding pagar taman, tepat didepan mata kepala Baekhyun yeoja itu tergeletak tak sadarkan diri dan mobil itu menabrak pembatas jalan yang dan mesin mobil itu mengeluarkan asap.

Tubuh Baekhyun seakan membeku melihat pemandangan itu, ia langsung berlari dan merengkuk tubuh Sooyoung yang tak berdaya itu. “Nuna! Apa yang kau lakukan? Nuna! Bangunlah!”ia tak bisa menahan tangisnya saat tangannya merasakan sesuatu dibalik kepala Sooyoung.

“Pi… Pi!” ucapnya tergagap melihat darah di telapak tangannya, ia kembali merengkuk tubuh itu. Dan terus mencoba membangunkannya.

Someone’s house

‘Pyar!’ namja itu terkejut saat gelas yang ia pegang tiba-tiba terjatuh.

“Oh, Luhan oppa? Gwaenchana?” suara milik yeoja itu membuatnya berbalik dan menutup lemari pendingin itu.

Tiba-tiba perasaan Luhan menjadi tidak enak, ia hanya tersenyum tipis kepada yeoja yang sedang duduk di kursi roda itu. Yeoja itu mendorong roda kursinya mendekat pada Luhan. “Andwae!” pekik Luhan dan membuat yeoja itu langsung menghentikan gerakannya.

“Wae?” Luhan hanya mengusap tengkuknya, dan kembali tersenyum tipis “Jangan mendekat, disini ada pecahan gelas. Kau bisa terluka, kembalilah ke dalam. Aku akan menyusul.” Jawabnya lembut dan dibalas anggukan dari yeoja itu.

Yeoja itupun pergi meninggalkan Luhan di dapur, Luhan hanya menatap miris pecahan gelas tersebut lalu membersihkannya.

—-

“Oh, oppa. Duduklah aku ingin bicara sesuatu.” Perintah yeoja cantik itu sambil menepuk space kosong di sofa, di sampingnya. Luhanpun duduk disampingnya, tiba-tiba yeoja itu langsung meraih lengannya dan mendekapnya erat. Luhan terkejut saat yeoja disebelahnya tiba-tiba melakukan itu.

“Chorong-ah.” Lirihnya.

“Ne oppa, aku sangat merindukanmu. Aku sangat-sangat merindukanmu, aku rindu saat-saat kita bersama.” Ucapnya dan membuat Luhan tersadar jika saat iniada Sooyoung dihidupnya, secara reflek ia langsung melepas pautan tangan yeoja bernama Chorong itu.

“Mianhae.” Ucapnya singkat. “Oppa… wae?” Luhan terdiam tak menggubris. “Apa kau sudah melupakanku? Apa ada yeoja lain yang ada di hatimu sekarang.” Tanya Chorong pelan supaya Luhan tidak tersinggung.

Luhan hanya diam tak menjawab pertanyaan dari Chorong, ia tahu ia salah. Ia kembali dekat dengan Chorong, saat ia mempunyai hubungan dengan Sooyoung. Perasaan bersalahpun menghinggapi hatinya. Ia mengingat memutuskan telpon dari Sooyoung tadi sore, tapi dia juga tidak bisa membohongi perasaannya saat cinta pertamanya yang pernah hilang kini kembali lagi. Chorong adalah masa lalu Luhan saat dibusan, namun saat Luhan akan melamarnya tiba-tiba Chorong memutuskan hubungan mereka, kerena alasan belum siap. Saat itu Luhan berfikir untuk apa 3 tahun terakhir ini, apakah tidak ada artinya baginya. Chorong tak menghiraukan itu, ia pergi meninggalkan Luhan. Luhan mencarinya namun, orang rumah mengatakannya pindah ke luar negeri. Dan saat kekosongan dan kehancurannya ia bertemu dengan Sooyoung. Yang sekarang mengisi hatinya, namun saat semua kembali normal. Chorong kembali hadir dalam kehidupannya.

“Ani…aniya. aku hanya belum yakin dan percaya kau berada didepanku sekarang.” Jawab Luhan dengan senyum manisnya.

‘Greb’

Luhan membeku saat Chorong memeluknya “Syukurlah, aku mengira ada yeoja lain di hatimu. Kalau begitu kau menginap disini ya oppa?” pinta Chorong manja dan membuat Luhan terdiam.

“Mianhe, tapi aku ada urusan. Disinikan ada pengawal Chen.”tolak Luhan halus.

Namun Chorong menggeleng “Andwae!” bentaknya “Oppa harus disini, apa kau masih marah karena aku meninggalkanmu?” tanya Chorong sambil memberi jarak dari Luhan.

Luhan terdiam tak berani menatap wajah yeoja dihadapnya “Mianhae, mungkin bayangan yang dulu masih teringat jelas di otakku. Tapi aku mengerti kenapa kau melakukannya. Aku sudah tidak marah, tapi keadaan sekarang dengan dulu sudah berbeda. Chorong-ah, tolong bersikaplah dewasa. Aku juga punya kehidupan sendiri, aku sedang ada urusan.” Jelas Luhan lembut namun Chorong menangkapnya berbeda. Kini yeoja itu tengah menahan airmatanya.

“Apa ini artinya kau tidak menerimaku kembali oppa?” tanya Chorong disela-sela tangisnya yang hampir pecah.

Luhan merasa bersalah dan langsung menarik Chorong kedalam pelukannya “Mianhe, oppa tidak bermaksud-” ucapan Luhan terhenti saat merasakan tubuh yang ia peluk melemas. Ia memberi jarak dari Chorong dan melihat keadaannya.

“Ch..Chorong-ah?” iya langsung menggendong tubuh Chorong dan membawanya kerumah sakit.

—-

Hospital

Lampu ruang operasi masih menyala, seorang namja terduduk lesu didekat pintu. Baekhyun ia terduduk dan menopang tangan di lututnya [bayangin saat mv overdose baekhyun], ia akan merasa sangat bersalah jika terjadi sesuatu pada Sooyoung. Lantai rumah sakit terlihat basah karena pakaian Baekhyun, sudah hampir 1 jam operasi berlangsung. Namun tidak belum ada kabar, ia mengusap kasar wajahnya.

“Mianhae..” ucapnya tertahan sambil menahan tangisnya.

—-

“Gwaenchana, ia hanya stres. Aku harap kau bisa menjaganya, jangan biarkan a berfikir terlalu berat.” Ucapan dokter terus terniang-niang di kepala Luhan, kini ia sudah berada dirumah sakit. Luhan apa yang harus ia lakukan?, Chorong membutuhkannya saat ini. Tapi disisi lain Sooyoung juga telah mengisi separuh hatinya, Luhan berjalan tenang menuju tempat administrasi, namun langkahnya terhenti saat melihat namja yang tak asing baginya “Baek… baekhyun” gumamnya saat melihat Baekhyun tengah berbicara pada seorang suster didepan sebuah lorong.

“Baek-” panggilnya terhenti saat Baekhyun sudah terlebih masuk kedalam lift, ia terlihat sangat buru-buru.

Luhan’s Pov

Langkahku terhenti saat melihat Baekhyun sedang berbicara dengan seorang suster. Aku ingin sekali memanggilnya, tapi sepertinya ia buru-buru “Baek-” ia sudah masuk kedalam lift. Karena penasaranpun aku langsung menghampiri suster yang tadi sedang berbicara pada Baekhyun.

“Suster!” panggilku dan ia menghentikan langkahnya sebelum melangkah pergi. Ia melihatku dan memberi salam. “Ne? Apa anda memanggilku?” tanyanya sopan, aku tersenyum dan mengagguk “Ne.” Balasku.

“Ada perlu apa tuan?” tanyanya padaku “Kau tahu namja yang baru saja berbincang denganmu?” tanyaku dan dia melirik pintu lift yang sudah tertutup itu.

“Eoh. Ne, ada keperluan apa anda menanyakannya?” tanyanya, aku tersenyum “Kalau boleh tahu apa yang dilakukannya disini?” dia terlihat berfikir dan menatapku curiga.

“Apa anda keluarganya?” aku menggeleng “Maaf, jika anda bukan keluarga dari tuan Byun Baekhyun. Kami tidak bisa memberi tahu anda,permisi.” Tegasnya lalu pergi.Aku menghela nafas dan melanjutkan apa yang harusnya aku lakukan.

—-

Author’s Pov

Next week

Sudah satu minggu Luhan tidak mendapat kabar dari calon tunangannya dan sahabatnya Baekhyun, ia mencoba menghubungi mereka namun nihil tak ada balasan dari mereka. Dia mencoba menghubungi kerabat kedua orang yang ia sayangi itu, namun hasilnya sama saja. Kini Luhan sedang menemani Chorong menikmati pemandangan taman rumah sakit. Terlihat beberapa pasien tengah berjalan-jalan ditemani dengan keluarga atau suster rumah sakit.

Chorong melihat Luhan dengan senyum yang mengembang, “Oppa, aku lapar. Apa kau mau membelikanku makanan?” pinta Chorong, Luhan tersenyum lalu mengacak lembut poni Chorong dan membuat yeoja itu cemberut. “Ne, tunggu sebentar. Oppa belikan.” Jawabnya lalu pergi meninggalkan Chorong.

—-

Sooyoung’s room

Kini genap seminggu Sooyoung tak sadarkan diri, setelah operasi selesai dokter bilang jika terjadi luka dalam di kepalanya dan itu yang membuat yeoja bertubuh tinggi itu koma. Kepalanya masih terbalut perban, beberapa alat medis melekat ditubuhnya. Selama satu minggu tak ada Luhan disampingnya, yang menemaninya kini adalah Baekhyun. Namja manis itu tengah tertidur disamping yeoja itu, setiap malam ia sangat tersiksa dengan posisi tidurnya. Tapi mau bagaimana lagi ia menunggu saat yeoja yang ia cintai itu membuka matanya, ya. Selama ini Baekhyun memang memendam perasaan terhadap Sooyoung, namun ia mengalah karena Sooyoung mencintai Luhan. Tangan namja itu masih menggenggam erat tangan yeoja yang tengah terlelap dalam tidur panjang sementaranya itu.

‘Drrt… drrrt… drrrt’ suara getaran ponsel di nakas disampingnya, membuat namja manis itu terbangun. Ia menggeliat kecil dan mencoba menyesuaikan cahaya yang masuk kematanya.

“Selamat pagi nuna.” Sapanya dengan senyum pahit, ia selalu menyapa pagi Sooyoung. Tapi tetap saja tidak ada balasan dari yeoja yang masih memejamkan matanya, Baekhyun melirik ponselnya yang sejak tadi bergetar dan membuatnya bangun.

“Aish… siapa yang mengganggu pagi-pagi begini?” gerutunya sambil mengambil kasar ponselnya, ia terdiam saat melihat nama yang tertera di layar ponselnya. “Luhan hyung.” Lirihnya, kemudian ia melirik Sooyoung dan kembali melihat ponselnya.

“Yeobeoseyo?” Luhan tersenyum saat Baekhyun mengangkat panggilannya.

“Yeobeoseyo”

            “Baekhyun-ah. Hah, akhirnya kau menjawab telponku. Kenapa tidak ada kabar sama sekali?” tanya Luhan sambil melihat Chorong yang sedang menikmati makanannya dengan lahap.

“Apa kabar ku penting bagimu?”

Luhan terkejut dengan ucapan Baekhyun “A… apa maksudmu? Kau bicara apa? Tentu saja penting. Kau ini kenapasih?” tanya Luhan penarasan.

“Aku harap setelah ini kau tidak akan menghubungiku dan Sooyoung nuna.”

Tubuh Luhan membeku saat mendengar ucapan Baekhyun barusan. “Baekhyun apa maksudmu? Kenapa kau bicara ngelantur seperti itu ha?” tanya Luhan menahan emosi.

“Apa maksudku? Aku yang harusnya bertanya padamu, kau sudah punya calon tunangan dan sekarang kau sedang menemani seorang yeoja cantik menikmati makanannya.”

            Luhan langsung mencari apakah Baekhyun berada didekatnya, ia melihat sekeliling namun ia tak bisa menemukannya “Kau mencariku?” Luhan terdiam “Dimana kau sekarang?” bentak Luhan, kembali mencari keberadaan Baekhyun.

“Huh, tidak usah terburu-buru mencariku. Temani saja yeoja cantik itu makan.”

Luhan terdiam saat melihat sosok Baekhyun sedang menatapnya dingin dari salah satu jendela kamar di lantai dua. Baekhyun mengenakan kaos dan celana panjang berwarna putih, ia tengah menunggu jawaban Luhan yang kini juga menatapnya.

“Apa yang sedang kau lakukan disana?” geram Luhan, pandangannya tak lepas dari tatapan Baekyhun. Baekhyun hanya tersenyum sinis, ia menatap tajam Luhan.

“Kau sudah melepaskan kesempatan yang telah ku berikan hyung.” Jawab Baekhyun, ia masih di posisinya menatap Luhan.

Luhan meresa di permainkan “Byun Baekhyun! Cepat katakan apa yang sedang terjadi?” teriak Luhan dan membuat Chorong yang sedang makan terkejut, ia mamandang bingung Luhan sekarang.

“Oppa…” suara Chorong tak dihiraukannya.

Baekhyun kembali tersenyum dingin “Ckck, urusi saja yeoja barumu dan jauhi Sooyoung nuna!” jawab Baekhyun dengan sedikit penekanan pada kata “Jauhi”. Luhan merasa ada yang aneh, ini bukanlah Baekhyun yang ia kenal. Luhan menjauhkan ponselnya dari telinga dan memeras benda tak bersalah itu. Matanya kini memerah, ia memandang sinis orang yang telah dianggapnya adik itu.

Chorong tak tahu apa yang sedang terjadi, ia mengikuti arah mata indah Luhan memandang. Ia melihat Baekhyun sedang menatapnya dan Luhan bergantian, namun saat Luhan akan kembali berbicara. Baekhyun berbalik, melihat kedalam kamar. Sebelum masuk ia kembali memandang sinis Luhan dan kemudian menutup jendela kamar itu dengan rapat.

Baekhyun’s POV

“Apa yang sedang kau lakukan disana?” geramnya, pandangannya tak lepas dari tatapanku. Tapi aku tak perduli dan hanya tersenyum sinis, aku membalas menatapnya tajam. Apa dia tidak tahu, bahwa calon tunangannya sedang sekarat dan ia sedang berbahagia diatas penderitaan orang. “Cih!”.

“Kausudah melepaskan kesempatan yang telah ku berikan hyung.” balasku padanya, ku lihat ia menahan emosi yang akan meledak. Aku rasa dia merasa di permainkan “Byun Baekhyun! Cepat katakan apa yang sedang terjadi?” teriaknya padaku dan membuat yeoja dengan pakaian pasien yang sedang makan itu terkejut, ia mamandang bingung Luhan hyung sekarang.

Aku tidak tahu pasti siapa yeoja itu, sebelumnyapun aku sudah tahu Luhan sering bersama yeoja itu. Saat hari itupun aku juga melihatnya, dia bersama yeoja itu di taman.

Flashback

Aku sedang dalam perjalanan menuju apartement Sooyoung, namun saat melewati taman yang tak jauh dari apartement Sooyoung. Aku sangat terkejut, melihat Luhan hyung bersama seorang yeoja yang tengah duduk dikursi roda sedang bercanda dan bermain di taman dengan riang. aku menvoba berfikiran positif dan menganggap yeoja itu mungkin sepupunya. Akupun langsung menghubungi Sooyoung.

“Yeobeoseyo?”

“Oh nuna.”

“Ne, waeyo?”

“Apa yang sedang kau lakukan sekarang?” tanyaku sambil terus melihat gerak-gerik mereka.

“Ah, aku sedang mengurusi surat-surat di kampus. Lalu aku akan pergi bersama Luhan. Wayeo?”

“Ani, kalau begitu selamat bersenang-senang.” Jawab Baekhyun langsung mematikan telponnya.

Aku baru saja membelikan Sooyoung nuna buah, dan sekarang aku sedang menuju kamarnya. Namun langkah ku terhenti saat melihat Luhan hyung bersama yeoja yang sama saat itu. Kulihat ia sedang berbincang bersama seorang dokter muda, saat Dokter itu berjalan kearah ku aku langsung bebralik dan saat ia melewatiku.

“Maaf.” Dia menghentikan langkahnya, dan berbalik melihatku.

Dia melihatku bingung “Ne? Apa anda berbicara padaku?” tanyanya sopan dan aku mengangguk.

“Ne, bisakah aku mengganggu waktumu sebentar.” Dia tersenyum.

“Apa katamu? Namjachingu?” tanyaku tak percaya saat Dokter muda bernama Myungsoo itu menjelaskan hubungan Luhan dengan yeoja yang ternyata bernama Park Chorong tersebut.

“Ne, Luhan adalah namjachingunya. Dia sendiri yang bilang.” Jawabnya mantab lalu menyeruput secangkir kopi yang ia pesan. Saat ini kami sedang di cafetaria rumah sakit.

“Apa kau tak tahu jika sebenarnya dia akan bertunangan dengan yeoja lain?” kurasa ucapanku membuat Dokter muda itu terkjeut. “Apa maksudmu?” dia bertanya kulihat ada semburat kemarahan di matanya, apa dia cemburu.

“Ne, sebenarnya 2 minggu lagi adalah hari pertunangan mereka. Namun sayang, dia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Cih, dia namja tak tahu diri, dia berbahagia dengan yeoja lain sedangkan yeoja yang akan menjadi tunangannya tengah sekarat.” Kulihat ia tambah terkejut.

“Mworago? Apa maksudmu? Sekarat?” aku tertunduk, mengingat kejadian 5 hari yang lalu. Aku mengangguk pelan “Ne, yeoja yang akan bertunangan dengannya mengalami kecelakaan saat ia menunggunya ditaman. Dia menunggu hampir 8 jam lamanya, aku tidak tahu kenapa dia melakukannya. Aku sangat kecewa dengan Luhan hyung.” Jawabku dan kurasa ia sedang berfikir.

“Aku mengerti, tapi ini semua bukan sepenuhnya salah Luhan. Chorong mengalami kelumpuhan karena kecelakaan, dan dia menderita kanker hati. Mungkin itu yang membuat Luhan berbuat seperti itu.”

‘Barkk’

            Aku berdiri dan menggebrak meja, emosiku sudah tak tertahan “Apa? Jadi kau membelanya? Asal kau tahu sampai saat ini yeoja itu masih terbaring dan aku tidak tahu dia akan bangun atau tidak, aku tahu Chorong adalah temanmu. Tapi aku harap kau memperingatkannya. Kekasihnya lebih membutuhkannya sekarang! Kau dan aku tidak akan tahu jika dia akan pergi sebelum Chorong!”ucapku penuh penekanan lalu pergi meninggalkan Dokter muda itu.

Saat aku akan kembali, tanpa sengaja aku melihat Luhan hyung sedang mendorong kursi roda Chorong kearahku. Kedua tanganku mengepal saat mereka terlihat sangat bahagia, mataku terasa perih melihatnya.

Backto

Kulihat yeoja bernama Chorong itu melihatku, aku hanya memandang mereka bergantian dengan tatapan sinis.

“Baekhyun…” suara itu membuatku berbalik melihat kedalam, akhirnya. Kulihat mata indah itu tengah menyesuaikan cahaya yang masuk kedalam matanya. Aku tersenyum melihatnya dan bergegas meninggalkan balkon, sebelum aku benar-benar masuk. Aku sempat melempar tatapan sinis pada penghianat itu.

Aku berlari menghampiri Sooyoung nuna, aku tersenyum melihatnya. “Aku akan panggil dokter.” Ucapku semangat, namun saat aku akan menekan tombol. Tangan lemah itu menarik tangan ku.

Author’s Pov

“Aku akan memanggil dokter.” Ucap Baekhyun semangat, namun saat ia akan menekan tombol, tangan lemah Sooyoung menahannya. Baekhyun memandangnya bingung, namun Sooyoung hanya tersenyum. Wajahnya begitu pucat, matanya kembali berair. Mengerti itu Baekhyun langsung memeluk tubuh yang masih lemah itu, tiba-tiba tangisnya pecah dalam pelukan Baekhyun.

“Apa yang harus aku lakukan? Kenapa aku harus bangun, Hiks...” Ungkap Soo saat berada dalam dekapan Baekhyun.

Baekhyun ikut menitihkan airmata, “Kau tahu tentang itu? Itukah alasanmu menunggu di bawah derasnya hujan dan sampai mengalami kecelakaan?” batin Baekhyun semakin mengeratkan pelukannya. Sooyoung terus terisak didalam dekapan namja yang kini juga menangis bersamanya.

Luhan duduk diam di bangku taman rumah sakit, matanya tak pernah lepas dari sebuah salah satu balkon sebuah kamar. Dimana tempat ia melihat Baekhyun, ia ingin sekali pergi kesana dan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Namun ia tidak bisa, karena Chorong selalu menahannya. Dengan alasan takut, apa kau marah, dan itu membuat Luhan tak bisa meninggalkan yeoja yang menjadi cinta pertamanya. Ia tak memungkiri jika perasaan sayang terhadap Chorong masih ada, tapi disisi lain ada yeoja yang lebih berarti baginya.

“Oppa!” panggilan Chorong membuyarkan pandangan Luhan, Luhan langsung mengalihkan pandangannya dan tersenyum pada yeoja yang sedang melukis bunga yang ada ditaman itu.

Next day

Keadaan Sooyoung mulai membaik, namun ia masih harus berada dirumah sakit untuk beberapa hari. Dan kini ia sedang berjalan-jalan dengan Baekhyun mengelilingi rumah sakit, Baekhyun mendorong kursi roda Sooyoung. Ya, walaupun Sooyoung bisa berjalan sendiri, tapi Baekhyun takut Sooyoung kelelahan dan menyuruhnya untuk menggunakan kursi roda. Sooyoung sangat senang saat ini, namun wajah yeoja tinggi itu masih terlihat sangat pucat. Ia mengenakan penutup kepala berwarna putih untuk melindungi bekas operasi dan rambut indahnya di ikat.

“Hmm… nona Choi Sooyoung yang cantik, sekarang kau mau kemana lagi?” tawar Baekhyun dengan nada imut, sembari terus mendorong kursi Sooyoung di lorong rumah sakit yang terlihat tak terlalu ramai. Sooyoung mendongakkan kepalanya dan tersenyum pada Baekhyun.

“Mmm, aku mau makan burger.” Pintanya dengan aegyo andalannya.

Baekhyun langsung menatapnya tajam, membuat yeoja itu merengut “Nuna, kau itu masih dalam masa penyembuhan. Jangan macam-macam!” ceramahnya dan membuat Soo semakin merengut dan langsung memalingkan wajahnya. Melihat itu Baekhyun merasa bersalah “Nuna, kau marah?” tak ada jawaban “Sooyoung nuna? Apa kau marah?” tiba-tiba Sooyoung langsung bediri dari kursinya dan membuat Baekhyun terkejut.

“Kalau kau tak mau membelikanku, aku akan beli sendiri!” ancamnya, Baekhyun langsung menarik tubuh Sooyoung hingga ia terduduk.

“Arraseo… arraseo” Ucap Baekhyun malas, Sooyoung tersenyum menang “Assa~” ucapnya pelan.

Cafetaria

Sooyoung tengah duduk menunggu makannya, yeoja cantik itu masih teringat kejadian itu. Ia mengambil ponsel di saku pakaian rumah sakit yang ia kenakan, ia menekan pasword ponselnya. Dan yeoja itu terdiam memandang sebuah foto yang menjadi walpaper di ponselnya. Ia tersenyum pahit, matanya kembali berair. “Aku tahu hari itu akan tiba, aku tahu itu. Aku tahu kau masih mencintainya, tapi apa arti 2 tahun kita bersama. Kau meninggalkanku begitu saja.” Lirihnya, tanpa ia sadari airmatanya telah jatuh membasahi layar ponsel itu.

“Nuna!!!” suara nyaring Baekhyun membuatnya kelagapan, dan langsung menghapus airmatanya dan buru-buru memasukan ponselnya kedalam sakunya.

Baekhyun curiga dan mencoba melihat wajah Sooyoung, namun ia Sooyoung mencoba menutupinya dan menghapus sisa air mata yang membekas dipipinya. Baekhyun meletakkan nampan yang berisi makanan itu keatas meja, “Kau kenapa? Apa ada yang sakit?” kata Baekhyun dan langsung memeriksa keadaan Sooyoung dari atas sampai bawah.

“Ark~” pekik yeoja cantik itu saat, tubuhnya digoncangkan oleh Baekhyun. “Wae? Apanya yang sakit?” tanya Baekhyun kawatir. Sooyoung langsung menepis kedua tangan Baekhyun yang berada dipundaknya. “Ya!! Satu-satunya orang yang membuatku kesakitan itu adalah kau.” Ucap Sooyoung kesal, dan langsung melirik dua buah bungkusan diatas nampan.

“Hehehe… mianhae.” Jawab Baekhyun garing, lalu mengambil kursi dan duduk didepan Sooyoung. Tanpa memperdulikan Baekhyun, ia langsung mengamit salah satu bungkusan itu. Yeoja itu kini makan dengan lahapnya, sesekali ia melempar senyum pada orang yang telah membelikannya makanan itu.

“Hmm… enak sekali.” Ucapnya riang disela-sela makannya. Baekhyun tersenyum meremehkan “Ckckck… aku akan melaporkanmu pada Leeteuk hyung.” Ancam Baekhyun, dan membuat Sooyoung merengut. “Baekhyunie, aku itu sudah sembuh. Kenapa kalian menganggapku masih seperti orang sakit, bahkan jika kau memintaku untuk berlari mengelilingi rumah sakit inipun akan aku lakukan.” Jawab Sooyoung menghentikan aktivitas makannya.

Baekhyun hanya mengangguk-angguk pelan, “Arra~” jawabnya malas, dan membuat Sooyoung tersenyum menang.

“Argh~” pekik Baekhyun tertahan sambil memegangi perutnya, “Kenapa? Apa kau sakit perut?” tanya Soo kawatir, Baekhyun mengangguk.

“Tunggu disini aku akan segera kembali~~” ucapnya sambil berlari meninggalkan Sooyoung. Sooyoung kembali melanjutkan makannya, di cafetaria sangat sepi hanya ada beberapa pasien dan keluarganya sedang makan siang.

“Oppa, kau mau makan apa?” tanya Chorong ceria saat mereka [Luhan dan Chorong] sedang menuju cafetaria. Chorong melihat Luhan yang tampak berfikir, “Apa ya? Apa yang kau mau?” tanya balik Luhan.

Chorong tampak berfikir sejenak lalu tersenyum “Mmm, terserah oppa saja. Yang penting aku makan enak.” Ucap Chorong ceria, Luhan terus mendorong kursi roda Chorong menuju cafetaria. Perlahan ia masuk kedalam cafetaria.

—-

Sooyoung sedang menikmati burgernya, ia mengedarkan pandangannya keseluruh cafetaria. Ia terdiam saat melihat seorang namja tengah menatapnya, Luhan. Namja itu kini terpaku menatap yeoja yang ia cintai sedang menatapnya dengan kondisi berbeda, Luhan melepaskan “Soo..” lirihnya. Namun yeoja itu segera mengalihkan pandangannya, dan kembali menikmati makanannya.

“Ouh… oppa? Waeyo?” tanya Chorong, namun Luhan tak menghiraukannya dan perlahan menghampiri yeoja yang sedang makan disalah satu meja. “Oppa!” panggilan Chorong kembali tak di anggap.

Namja itu langsung memeluk tubuh yang masih sakit itu, dan membuat Sooyoung terkejut. “Apa yang terjadi padamu? Kenapa kau tidak mengangkat telponku?” tanya Luhan semakin mengeratkan pelukannya.

‘Uhuk.. huk’ Sooyoung terbatuk karena terkejut dengan apa yang dilakukan Luhan, ia memberontak namun kekuatanya masih belum kuat, untuk melawan Luhan.

“Aku sangat merindukanmu.” Ucap Luhan, membuat tubuh yeoja itu bergetar. Matanya terasa panas, ia ingin sekali membalas pelukan Luhan. Namun matanya menangkap sosok yeoja yang tengah menatapnya tajam.

Sooyoung mencoba melepas tangan Luhan yang melingkar di lehernya “Mi..mianhe, tapi aku tidak mengenal anda.” Ucapan Sooyoung membuat pelukan yang awalnya erat, kini melemah. Perlahan Luhan memberi jarak antara dia dan Sooyoung, sejenak ia memandang wajah yeoja yang hanya beberapa centi di hadapannya.

“A…apa maksudmu?” tanya Luhan kawatir, Sooyoung hanya mengangguk pelan diiringi senyum tipis. “Ne, tapi aku tidak mengenal anda.” ‘Jleb’ seakan ditusuk sebilai pisau dijantungnya, ia memandang Soo tak percaya.

Sooyoung mengangguk “Ne, aku sama sekali tidak mengenalmu. Apa sebelumnya aku mengenalmu?” tanyanya polos, ‘Mianhe, tapi ini akan jauh lebih baik’ tangan namja manis itu langsung menangkup wajah yeoja yang ia rindukan itu. “Ya! Kau ini kenapa? Aku Luhan, Xi Luhan. Aku adalah…. kekasihmu” jawabnya dan sekilas ia melirik Chorong di belakangnya, ‘Apakah begitu sulit untuk mengatakannya, dia juga tidak akan mendengarnya.’ Soo hanya diam dan berpura-pura tidak tahu. “Sebenarnya kau ini kenapa? Apa yang terjadi padamu Soo?” Sooyoung hanya menggeleng pelan “Mianhae, jeongmal mianhe. Ta…tapi aku tidak mengenalmu.” Jawabnya sambil melepas tangan Luhan, namun Luhan menahannya dan menyuruhnya untuk menatap matanya “Jika kau tak mengenalku, cepat tatap mataku sekarang, lihat aku dan katakan kalau kau tak mengenalku.” Pinta Luhan saat ia menatap mata indah yeoja yang tengah menahan airmatanya.

Sooyoung langsung melepas tangan itu dari wajahnya “Mianhae, tapi aku benar-benar tidak mengenalmu.” Tegasnya lalu ia memundurkan kursi rodanya dan pergi meninggalkan Luhan ditempat. “Soo..” lirihnya saat melihat punggung yeoja yang perlahan menjauh itu, ia berniat mengejarnya namun sebuah suara menghentikannya.

“Oppa!” suara Chorong membuatnya terdiam, Luhan berbalik dan melihat Chorong sudah memangku nampan dan beberapa makanan diatasnya. Luhan tersenyum “Apa kau mengenal yeoja itu?” tanya sambil menunjuk punggung Sooyoung yang masih terlihat, “A…ania.” ucap Luhan spontan, ia merasa ada rasa bersalah saat mengucapkan kata itu. Ia kembali menoleh kebelakang dan melihat Sooyoung berbelok kesebuah lorong.

Baekhyun Pov

“Aish… kemana sebenarnya nuna, kenapa dia pergi begitu saja? Apa dia tidak tahu jika aku kelaparan.” Gerutunya saat ia mencari Sooyoung yang tiba-tiba menghilang, ia berjalan menuju kamar rawat Soo. Namun saat ia melewati jendela besar di lorong, ia menghentikan langkahnya dan melihat cuaca malam ini. “Ah, sepertinya akan turun hujan.” Ucapnya dengan wajah cemberut.

Taman

Rintik-rintik hujan telah terlihat di langit malam seoul, namun Sooyoung masih tetap duduk diam di bangku taman rumah sakit. Matanya memandang lurus kedepan, rintik hujan tak membuat matanya berkedip. Rambut panjangnya sedikit berantakan terhembus angin malam. Namun justru membuat sebuah kristal yang perlahan menetes dipipinya, sebuah senyum pahit terlukis diwajah pucatnya.

“Apa yang harus aku lakukan?” gumamnya bertanya pada rintik hujan, matanya terpejam. Ia mendongakkan kepalanya keatas dan membiarkan rintik hujan yang awalnya kecil kini menjadi deras.

‘Tuhan kenapa aku harus kembali bangun, jika saat aku bangun dia masih tidak kembali. Apakah aku harus menyerah dengan semua ini? Ini adalah salahku, kenapa aku jatuh cinta pada orang yang masih terbayang-bayang dengan masa lalunya. Aku akan berhenti sampai disini, dan melupakan semuanya.’

Mata indah itu langsung membuka saat sebuah benda menghalangi hujan untuk menyentuhnya, ia melihat Baekhyun sedang berdiri disampingnya dan memayungi tubuh Sooyoung. Dan membiarkan tubuhnya terguyur hujan, Sooyoung memandang wajah tampan itu dengan sedih.

Sooyoung berdiri dan tersenyum pada Baekhyun “Bukankah aku terlihat menyedihkan sekarang?” ia tersenyum pahit lalu menggenggam tangan Baekhyun yang memegang payung dan menyuruhnya untuk memakainya, namun Baekhyun menolak.

“Iya..” balas Baekhyun singkat, Sooyoung menatapnya.“Kau memang menyedihkan.” Emosinya tertahan.

“Baekhyun.” Lirih Soo.

Baekhyun membuang payungnya, Sooyoung melihat payung itu tertiup dengan angin, dan menjauhi “Bukankah sekarang aku juga, terlihat menyedihkan sepertimu.” Sooyoung langsung menatap Baekhyun, menatap tepat dimanik hitam milik namja yang selalu di sampingnya. Mata indah Baekhyun yang biasanya terlihat ceria itu, kini terlihat berbeda ada sebuah kekecewaan dan ketakutan yang terlihat di manik itu.

“Baekhyun-ah.”

Baekhyun langsung mencengkram bahu Soo dengan kuat “Bukankah kita sama-sama menyedihkan. Kenapa kau selalu seperti ini? Kenapa kau selalu memikirkan dia? Apakah kau pernah memikirkan aku walaupun hanya satu detik?” pertanyaan yang selalu ingin ia ucapkan kini terucap dari bibirnya, yeoja itu membulatkan matanya.

“A.. apa yang sedang kau bicarakan?” tanya Soo tergagap, ia sangat takut pada Baekhyun sekarang. Ia tak pernah melihat sahabatnya itu semarah ini.

“Nuna, pernahkah kau memikirkan perasaanku? Kau sudah mengenalku selama 22 tahun kan. Apa aku harus menjelaskannya JIKA AKU MENCINTAIMU?” Bentak Baekhyun dan membuat yoeja dihadapanya membulatkan matanya.

            ‘Duarrr’

Sebuah guntur membuat Sooyoung semakin terkejut, sebuah kata yang tidak pernah ia sangka akan keluar dari mulut Baekhyun. Tubuhnya mematung, matanya menatap kosong wajah namja yang sedang berdiri dihadapanya. Air matanya tak terlihat lagi karena hujan semakin deras.

“Mi..mianhae..” ucap Soo tanpa melihat Baekhyun, ia tertunduk. Baekhyun tersenyum miris. Perlahan Baekhyun melepas cengkramannya, ia mengangguk pelan.

“Aku mengerti, kau sangat mencintainya.” Ucap Baekhyun pelan, Soo memandang sekilas wajah Baekhyun yang kini sudah basah kuyup. Matanya yang tengah mengeluarkan airmata tak terlihat karena poni yang basah dan menutup sebagian matanya.

“Mianhae..” Sooyoung berjalan meninggalkan Baekhyun di tempat, namun belum ada dua langkah yeoja itu meninggalkannya. Baekhyun menarik tubuh Sooyoung kedalam dekapannya, tubuh Soo tak bergerak. Ia hanya diam merasakan pelukan Baekhyun yang semakin erat, “Bisakah kau melupakannya, bisakah kau berpaling melihatku. Bisakah kau lakukan itu?” Pinta Baekhyun dengan suara bergetar, Soo merasa sangat bersalah. Ia hanya menangis didada Baekhyun, ia tertunduk lesu “Mianhae” lirihnya.

Sooyoung merasakan pelukan Baekhyun mengendur, ia memandang wajah namja yang kini juga memandangnya. Baekhyun menangkup wajah Soo dengan tangannya, ia menghapus airmata yang telah tercampur dengan air hujan dan ibu jarinya. “Apakah airmata ini untukku? Kau selalu menangis untuknya, bahkan ditidurmu kaupun menangisinya. Nuna, lihatlah aku.” Pinta Baekhyun kesekian kali, namun hanya kata maaf yang terucap dari bibir Sooyoung.

“Mianhae..” ucapnya dan membuat Baekhyun geram, tanpa membalas Sooyoung. Baekhyunpun langsung mencium bibir Soo, Sooyoung terdiam dengan apa yang baru saja dilakukan oleh Baekhyun. Sesaat ia sadar ini salah, ia meronta dan mencoba mendorong tubuh Baekhyun. Namun Baekhyun menahan tengkuk dan tubuh Soo, Soo langsung menginjak kaki Baekhyun dan itu membuatnya berhasil melepas pautanya dari Baekhyun.

‘Plak’

Sebuah tamparan tepat mendarat dipipi Baekhyun, Soo menutup mulutnya dengan punggung tangannya. Baekhyun terdiam memegang pipinya yang terasa panas, ia merasa bersalah dengan apa yang baru saja ia lakukan.

“Nu… nuna” lirihnya dan melihat Sooyoung yang perlahan berjalan menjauhinya.Tanpa ia sadari dari kejauhan, terlihat seorang namja yang tengah mengamati kejadian itu. Kedua tangannya mengepal, ia merasa sakit saat melihat kekasihnya dicium paksa oleh orang lain. Siapa lagi kalau bukan Luhan, namja itu kini tengah menahan emosinya.

“Byun Baekhyun!” geramnya.

.

.

.

.

TBC!!!

Gimana Part 1-nya? Parah otak q lagi bener2 buntu, di tambah lagi si beritanya si Bang Baek. harusnya ini ff tu oneshot. kenapa jadi two? -_-
q harap kalian gak kecewa. gomawo dah baca JANGAN LUPA RCL!!! SIDERS? SILAHKAN OUT LANGSUNG!

Iklan

37 thoughts on “Dropping Rain [Part 1 of 2]

  1. ristanada 2014/06/19 / 9:14 am

    ya ampun kak, kmu udah update aja…..
    pengertian bnget ama readers 🙂
    aku belum bisa komen, bentar mau baca dulu 🙂

  2. ristanada 2014/06/19 / 10:15 am

    ya ampun, ini keren banget kak, sumpah part 2 tolong update cepet ne 🙂
    kasian baek disini nangis mulu sama kaya sooyoung, btw aku ngga suka sikap luhan yg kesannya bikin harapan palsu ke soo and chorong 😥 turus klo luhan sape kembali sama soo baek di tinggal and sakit hati gitu BIG NO nggak terima, bikin luhan merasakan apa yg dirasakan soo dong biar kesannya itu luhan dapet karma and soo aku pikir lebih baik sama baek aja……
    ~
    haduh maap ya kak, kebawa emosi gini……terserah kakak aja deh yg penting ngga sad ending buat soo, ngga terima kalo soo yg kena sakit hati terus menerus
    fighting y kak ditunggu next’a,

  3. ayuk 2014/06/19 / 10:59 am

    Kasian banget soo…..
    Ahhh kenapa luhan tega bangettt ama soo???? Smga aja luhan sadar n kembali ama soo…
    Baekhyun jg kasian…kalo soo ama baekhyun aja gimana???
    Cerita.ny bagus chingu..ditunggu part selanjut.ny

  4. itak 2014/06/19 / 12:21 pm

    Huaaaa luhan kasian banget,aduh baekhyun di tolak sama sooyoung eonni,penasaran deh sm kelanjutannya.
    Next part

  5. aprilia 2014/06/19 / 12:43 pm

    sumpah thor ini keren bgt ceritanya. aku suka bgt. kira2 soo ntr bersatu lgi gak ya sma luhan ? huh msih bingung sma perasaannya luhan siapa kra2 ntr yg dy plih soo atau chorong ?

  6. winterchan 2014/06/19 / 1:12 pm

    aduh kasian baekhyun. tapi gedek juga sih sama luhan. padahal pacarnya lagi butuh dia, dia malah sama chorong terus
    lanjut ya, fighting 🙂

  7. febryza 2014/06/19 / 1:47 pm

    aaaaarrgghh kesel sama chorong dia yg udah nunggalin luhan eh terus tiba2 dateng lagi mana maksa luhan buat balikan.. ini juga si luhan engga konsisten bgt kan udah tau dia punya pacar yg cantik banget kaya sooyoung malah digituin ya wajar aja baekhyun jadi ngambil kesempatan yah walaupun ditolak ama sooyoung

  8. kim jongin 2014/06/19 / 2:43 pm

    nice ff thor,, luhan jahat banget sama sooyoung,, chorongnya disini jahat gk?
    pengennya sih endingnya soo-baek tapi teraserah author
    next part jangan lama,, ditunggu,, FIGHTING

  9. Vi 2014/06/19 / 3:03 pm

    Ihhhhh gregetan ni sma chorong. Luhan juga, jadi laki kok gk tegas. Kamu itu udh punya sooyoung loh, jadi jgn ladenin si chorong.
    Lanjut ya… ^^

  10. mikaudrey 2014/06/19 / 4:51 pm

    Wahhhh ni ff keren bangettttttt
    Suka deh sama ff ini tapi soo nya ksian banget disini
    Luhannya juga knapa jahat sama soo;(
    Lanjut ya kak, hwaiting^^

  11. emmalyana25 2014/06/19 / 5:25 pm

    luhan!! udah punya sooyoung mau aja kembali ke orang itu!
    sooyoung eonni sama baekhyun aja!
    aku ikutan emosi -_-
    next cepetan..

  12. Anna Choi 2014/06/20 / 12:24 am

    too bad, geregetan sama chorong, luhan juga, tapi baekhyun jugaa ><
    soo unni kasihhaaann T.T
    ff-nya nyesek sekali~
    btw, annyeong baisa dibilang aku reader agak baru/? disini, soalnya aku udah pernah buka wp-ini pas postingan mu lovely day, tapi berhubung aku udah komen di fb jadi ga komen disini, jadi bisa dibilang aku masih baru balik kesini lagi baca ff ini, maaf yaa
    next partnya ditungggu, fighting 😀

  13. syoohmy 2014/06/20 / 12:52 am

    kamu cepet banget update nya hehe,luhan jahat bgt udah punya soo tapi malah sama chorong yaela.kasian juga sih sama baek,abis soo juga gak peka,soo malah milih luhan terus.tapi aku juga gamau soohan pisah T-T.luhan bego,bukannya langsung nyoba cari informasi malah mau aja ditahan sama chorong.keren!! Semoga update yang ke-2 nya cepet ya,gasabar pengen liat endingnya^^Hwaiting ne!:D

  14. babysprings 2014/06/20 / 3:51 am

    feel nya dapet TT luhan masih dilema/?
    itu baekhyun… duh inget baekhyun jadi sedih 😥
    nice ff 🙂

  15. KyuhyunBaekhyunSooyoung 2014/06/20 / 4:07 am

    Kya… baekhyun oppa! di nyempil di ff ini!
    kak soobaek aja sih.,… /plak/
    saya sebagai Cupcakes /Soohan shipper/ menyatakan saya tak menyukai perilaku luhan, tok, tok, tok /terasa di pengadilan/
    itu baekhyun cium sooyoung! omona, gitu. kayaknya ini ff pertama yang menampilkan soobaek ciuman, walaupun di akhiri dengan /plak/ kekeke, sakit ya baek?
    #Warning: lebih sakitan fans, melihat baekhyun bersama taeyeon#
    Kak lanjut yang ke 2 nya. jujur sih… alur nya dikit kecepatan /ingat cuma dikit/
    tapi aku tunggu kak

  16. fitri summer 2014/06/20 / 5:02 am

    Sumpah nae baca ff ini nangis terus,, kasih jadi sooyoung & baekhyun,,,
    Luhan PHP nih sama soo & chorong,,,
    Daebaaakkkkkk ff nya..
    Next partnya ditunggu…

  17. zahra 2014/06/20 / 6:08 am

    wah………… #kagum
    di tunggu ya next part nya…..

  18. risma ayu 2014/06/20 / 9:09 am

    Hwaaa Ini ff keren bangeeett…sumpah jengkel bgt ama si luhan.awas aja lu ntar klo sampe ditinggal soo unni loh bru tau rasa
    kasian bgt sooyoung unni baekhyun jga siih…
    Ending nya ama lu atau baek ya?soobaek/soohan
    Next~nya cepetan ya…udah gk sabar tingkat akut
    Hwaiting!

  19. yeni swisty 2014/06/20 / 9:21 am

    inget Baekhyun jadi buat aku ke inget sama berita BaekYeon 😦
    aku suka sama penulisannya, walaupun ada sedikit Typo 😀
    Fell nya dapet bgt 😥
    next part di tunggu :’)

  20. Elisa Chokies 2014/06/20 / 10:59 am

    Sakit hati adalah bagian dari pembelajaran. Betul?

    Intinya dalah memetik himah, atau cari antidote buat rasa sakit itu kalau-kalau diluar kuasa, taunya kejadian lagi.

    Dan Sooyoung sebaiknya kalau udah tau sakit hati jangan lagi utk mncintai, Kalau udah tau sakit tapi tetep sengaja diulangi & ttp mencintai, ya itu namanya bodoh. Sooyoung seharusnya jgn lagi bertindk sperti itu, ada Baek….. (lagi males sebut nama) , Sooyoung boleh mncoba hubungan baru, dan move on forever dari cowok plinplan macam Luhan, seenak jidat aja permainin dua biasku..

  21. sooexoyoung143 2014/06/20 / 1:18 pm

    aduhh Luhan..nappeun namja..=_=”’
    soo eon..maafkan baek please ^^
    by the way…update soon

  22. khusnul77 2014/06/20 / 1:48 pm

    kak aku kok nangis ya bacanya huhu mungkin karna bacanya pake hati kali ya kak.
    sumpah kak ceritanya nyesek bgt apalagi sama baeknya. 😦

    lanjut kak aku penasaran bgt sama ceritanya

    • sifixo 2014/06/20 / 3:16 pm

      wah harus siap2 tisu yg banyak tu buat part 2 ya 😀
      gomawo ^_^

  23. shin hyun young 2014/06/20 / 3:24 pm

    Huwaaaa aku nangis sepanjang cerita.. Luhan nyebelin!! Chorong nyebelin!! Kasian baekhyun.. Kasian soo..
    Tpi knpa milih baekhyun menurut ku sehun lebih cocok ya, tpi gpp lah yg penting cerita’a t.o.p
    Ditunggu next part’a..

  24. mrn 2014/06/21 / 8:42 am

    Ga suka sama sikapnya luhan huh -_- endingnya gimana bahagia atau sedih , soo sama baekhyun apa luhan ga sabar part 2 nya

  25. YSA 2014/06/22 / 3:33 am

    Luhan tega bener gak ngakuin Soo..
    Soo sama Baek aja klo gitu keke ^^v
    next part ditunggu

  26. windaa 2014/06/22 / 4:03 am

    annyeong, new reader here!!
    kasian baekhyun kena tampar sama sooyoung, luhan tega amat sama sooyoung.
    aku jadi sooyoung sama baekhyun aja deh endingnya…

  27. chevelyyn 2014/06/22 / 8:17 am

    Asli keren banget.. feelnya dapet.. luhan sama sooyoung aja sih -_- udh punya pacar tapi beralih. Tp pasti dilema juga si luhannya.. lanjut eonnieeee!! Fighting! 😀

  28. fitriyulinda85 2014/06/23 / 9:53 am

    Ahhhh……. Bagussss ceritany menyentuh bngt sampe merinding bacanya hehhehehe di tunggu kljutanny ya

  29. wiwik 2014/06/24 / 4:19 am

    Ksian baekki u,u
    cerita jempol deh 😀

  30. sailors moon 2014/06/29 / 6:15 am

    Luhan jangan egois dong! Udh syoung nambah lagi chorong, berasa nappeun namja kau han-_- syoung cepatlah move on dri luhan biar kau tak sakit hati lagi

  31. miss_sooyoungster10 2014/07/02 / 4:22 am

    Ini keren *-*
    Beneran.

    Sebenernya aq pengen, endingnya SooBaek~(‘-‘~)
    Tpi ternyata SooHan~
    Yaudahlah..ndak pp 😃😄😄😄
    Aq juga suka SooHan..

    Next yaa….FF ini chapter 2nya cepet dipublish!!!
    Hwaiting 💪

  32. DeliaaOKT 2014/07/10 / 1:05 am

    Iiihh…kesel bngt sama Luhan
    Luhan,,kasian kan Soo eonn..
    Penasaran kelanjutannya

  33. Areta Rafika 2014/08/28 / 5:13 am

    Sebenernya Luhan cinta ga sih sama Soo
    Kok dia kayak gitu ke Soo -.-
    Baek kasihan…
    Ff nya keren ♥

  34. galaxysooxo10 2014/10/01 / 1:19 pm

    Si chorong ngapain muncul sih.
    Merusak pemandangan romantis soohan aja.
    Hush..hush pergi sana.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s