Heart Attack

HACOVER

Cast     :

–          Choi Sooyoung

–          Byun Baekhyun

Other Cast :

–          Cari sendiri J

Rated   : T

Note : Sifi_xo comeback. dengan ff gaje bin aneh. muncul tiba-tiba langsung tulis, soalnya lagi bingung soal kelajutan ff Wolf, gak usah banyak ngemeng deh ye. Happy Reading ^_^
-WARNING : TYPO BERTEBARAN-

 

“When I See You, all other lights are drained of colour because you outshine them, you’re like a bright flashlaight. An instant Heart Attack

 

[Special] Sooyoung’s POV

Bruno Mars dengan lagunya “Talking to the moon” lamat-lamat terdengar dari speaker di Shinee Cafe, beradu dengan suara mesin pembuat kopi di balik bar. Aku selalu suka suara itu, aku mengalihkan padangan mataku mengamati seluruh ruangan dengan nuansa warna toska sedikit kuning cerah, broken white, warna coklat kemerahan dan warna cokelat tua yang dipernis dari meja dan kursi. Sofa-sofa empuk disepanjang jendela besar penuh tulisan di kacanya, sekarang aku hanya bisa tersenyum memandang sofa yang berada dihadapanku. Kosong dan hampa, tak orang disana. Orang yang selalu duduk disana sudah pergi. Aku tidak menyangka, dia mempermainkan perasaanku.

Flash Back

“Kau harus tahu, aku hanya mengagapnya sahabat. Tidak lebih…” ucap seorang namja tinggi dan tampan, mencoba meyakinkan yeoja manis yang dari tadi terus menahan airmatanya.

Sooyoung hanya diam memperhatikan apa yang dilakukan oleh kedua manusia itu.

“Tapi oppa… kenapa kau mengajaknya berkencan?” tanya gadis itu dengan sesegukan.

“Ani… ini tidak berkencan Jes, aku hanya melakukan permintaan ayahnya. Kau harus mengerti.” Jawabnya dan menghapus setetes airmata yang telah lolos dipipi yeoja itu.

‘Luhan’ Sooyoung mencoba menahan air matanya dan pergi meninggalkan Cafe tanpa sepengetahuan Jessica dan Luhan.

Back To

“Aish… apa yang kau fikirkan Soo, lupakan-lupakan-lupakan!” aku menyemangati diriku sendiri, walaupun aku tidak akan sesemangat dulu, huh.

Aku melihat secangkir kopi dihadapanku, aku membayangkannya seperti kopi ini. Saat pertama memang manis, tapi saat sampai ditenggorokan terasa pahit. Aku meraihnya cangkir tersebut dan mencicipi kopi pagi ku di hari minggu yang menyedihkan ini dengan sendu. aku meletakkan cankir dengan kopi yang tinggal setengah itu, ku edarkan pandangaku keseluruh sudut cafe. Aku baru sadar jika cafe ini sudah ramai, apa mungkin karena hari minggu makanya jam 8 sudah seramai ini. Satu-persatu para tamu, menempati tempat duduk diluar cafe yang memang telah disediakan. ‘Huh… memang seperti ini. Alone’ aku menyandarkan tubuhku ke sofa saat seorang namja tersenyum menatapku dengan sebuah nampan ditangannya.

“Sory, tempat duduk disini penuh, semua. Apa boleh aku duduk disini?” tanyanya dengan sopan dan menunjuk sofa kosong didepanku.

Aku tersenyum lalu mengangguk pelan, kulihat ia duduk dan meletakkannya nampannya dimejaku. Aku menghela nafas panjang, lalu kembali mencicipi kopiku yang tinggal setengah. Aku meliriknya sekilas saat ia tersenyum dan menikmati kopinya. Aku berfikir apa dia tidak risih bertemu dengan orang baru, dan dengan santainya ia menikmati kopi. Apa dia tidak menganggapku ada?” aku mengidikkan bahu dan langsung menghabiskan kopiku.

“Apa kau sering kemari?” tanyanya saat aku meletakkan cangkir kopiku di meja.

“Ne?” dia meletakkan cangkirnya dan mentapku “Hmmm… aku selalu kemari sebelum berangkat kuliah dan setiap pagi di hari minggu. Waeyo?” Jawabku dan membalas senyumannya yang ku akui sangat manis.

“Apa kau tidak pernah datang saat malam hari?” tanyanya lagi sambil memotong Waffle di piringnya. Aku tak menjawabnya dan hanya menggeleng “Aku tidak bisa datang saat malam, aku harus bekerja di toko kue.” Ucapku sambil meminum secangkir air putih yang memang pendamping kopi di Shinee cafe.

“Sayang sekali ya…” gumamnya namun aku masih bisa mendengarnya. “Ne?” aku menatapnya bingung.

Tiba-tiba ia berdiri “Aku harap kau bisa datang saat malam special Cafe ini. Aku mengundangmu, jam 8 malam.” Ucapnya lalu pergi, aku hanya bisa tediam melihat sikap anehnya. Aku terus melihat punggung namja yang mengenkan hoodie suprem* warna merah itu, ia keluar dari cafe dan berjalan menyusuri trotoar jalanan. Lalu pandanganku beralih pada pesanannya, Wafflenya yang telag basah kuyup.

“Kenapa dia tidak menghabiskan pesanannya?” ucapku lalu pergi untuk kekasir untuk membayar pesananku.

“Hi, Peter…” sapaku pada barista berdarah perancis korea itu yang selalu membuat kopi disini sangat enak.

“Ouh, Sooyoung-ssi. Bagaimana kabarmu?” tanyanya padaku sambil membersihkan gelas-gelas kaca di balik meja barnya.      Aku hanya tersenyum tipis, setelah ini pasti dia menanyakan “Apa kau tidak bersama Luhan?” Bingo! Ini menyebalkan, aku tersenyum kikuk “Tolong jangan bahas dia..” ucapku datar.

Dia mengangguk beberapa kali dengan senyuman dibibirnya yang tak bisa kuartikan “Lalu berapa semua?” tanyaku dan mengeluarkan dompet dari tasku.

“Tidak perlu, namja manis yang tadi sudah membayarnya untukmu.” Jawabnya dengan senyuman khasnya “Ne? Ba… bagaimana bisa? Aku harus membayarnya.” Bantahku sambil memberikan uangku padanya, namun ia tak mau menerimanya. Lalu kulihat ia mengeluarkan sesuatu, dari balik meja bar.

Sebuah undangan, “Jika kau mau mengembalikannya, datanglah saat ulang tahun Cafe ini sabtu depan. Dia akan datang” aku hanya menatapnya bingung sambil menerima undangan berwarna coklat muda seperti warna Capuccino dengan aksen kopi dan pita coklat keemasan diatasnya.

Aku membuka undangan tersebut dan ‘Byun Baekhyun?’ “Nuguya?” tanyaku menunjuk sebuah nama asing yang tertera di undangan tersebut.   Ia tersenyum dan kembali membersihkan gelas-gelas kesayangannya “Kau akan tahu nanti.” Aku hanya bisa mengehela nafas kasar lalu pergi.

 

=Heart Attack=

 

            Next day…

Huh, seperti biasa aku kembali duduk akan duduk sendiri. Aku berjalan masuk melewati pintu, ‘Klinting….klinting…’ suara lonceng saat pintu ini terbuka. Aku melangkahkan kakiku dan seperti biasa aku selalu menghampiri Peter di meja bar.

“Annyeong!” sapaku dan dia tengah sibuk dengan gelas-gelasnya.

“Annyeong” balasnya dan langsung meninggalkan gelas-gelasnya lalu beralih ke komputer disampingnya. “Seperti biasa, menu hari senin pagi. Untuk nona Choi Sooyoung, Mochaccino : Espresso dengan coklat, susu dingin dan whipped cream. Dan Waffel strowberry tanpa ice cream.” Ucapnya sambil menekan keyboard pada monitor. “Ini mejamu, kau kalah selangkah. Jadi mejamu ditempati seseorang.” Lanjutnya dan memberikan nomer mejaku.

‘12’ Aku mengambilnya “Oya, aku mau ketoilet. Biarkan disini dengan pesananku.” Ucapku lalu pergi. Aku melihat penampilanku dihadapan cermin toilet, lalu menarik nafas dalam-dalam. Mengucapkan dalam hati ‘Rileks, Soo… rileks… dia hanya menganggapmu sahabat. Make this a happy momeny for you’ aku menatap diriku dalam hati, aku mengecek kembali penampilanku : Kemeja kotak-kotak merah, celana jeans biru tua dan sobek di bagian kedua lututnya, sepatu kets hitam, dengan garis putih dan rambut kuncir kuda. Tidak terlalu jelek, lalu aku keluar toilet dan berjalan menuju bar. Disana pesananku sudah siap, aku mengambilnya dan mencari nomor mejaku. Aku sangat penasaran, siapa yang mengambil mejaku. Mejaku yang biasa di nomor 11, aku berjalan melewati sekat-sekat yang membatasi meja satu dengan satunya.

‘Lu…luhan?’ mataku membulat sempurna ketika dua orang yang aku anggap sahabat dan salah Luhan yang pernah…. Aku langsung berbalik saat jessica melihat kearahku. Dan sialnya ada seseorang dihadapanku. “Ak-” teriakku tertahan saat mengingat dua orang itu di belakangku.

“Apa yang kau lakukan?” tanyanya dan saat aku melihatnya ternyata dia “Namja manis tapi aneh.” Dia tersenyum padaku “Hehehe, mian kau terkejut ya?” tanyanya. “Iya, apa kau bodoh ha~?” ucapku sepelan mungkin.

“Oh ini mejamu, kalau begitu aku duduk denganmu saja.” Ia langsung duduk dan meletakkan nampannya dimeja. Aku hanya menghela nafas panjang, lalu menyusulnya duduk dan yang pasti dengan menyembunyikan wajahku dengan brosur cafe yang di selipkan di bawah piring Waffle ku.

‘Bruk!’ kuletakkan nampan ku asal hingga membuahkan bunyi. Aku merutuki diriki sendiri, bagaimana bisa mereka ada disini. ‘Huh…’ aku mengambil gelasku dan meminum mochaccino yang telah kupesan.

“Hey, nona. Apa kau sedang ada masalah?” tanyanya dan membuatku tersadar, jika aku sedang bersamanya. Aku menatapnya tajam saat dia sendang memasukkan sepotong waffle kemulutnya. “Diam kau.” Perintah ku dengan penuh penekanan dan pelan agar orang disebelah tidak dengar.

“Apa kau sudah bertemu dengannya oppa?” mataku melotot dan langsung menegakkan sikap dudukku saat mendengar jessica bersuara.

“Hmmm… belum. Aku tidak bisa menghubunginya, semenjak hari sabtu aku tidak pernah melihatnya. Dikampus, rumahnya, apartemennya, dan juga ditempat kerjanya. Aku bingung ada apa dengannya.” Jawab Luhan, aku merasa miris mendengar mereka berbincang.

“Jangan pernah katakan kalau kita sedang berkencan.” Kini kudengar suara Luhan “Waeyo? Kenapa begitu? Apa kau malu berkencan denganku?” suara Jessica tampak sedih.

“Ani, hanya saja. Jika ayahnya tahu jika aku berkencan dengan sahabatnya, jabatanku di kantor milik ayahnya akan musnah.” Jawab Luhan dan membuat hatiku benar-benar hancur sekarang, tanpa aku sadari airmataku sudah menetes di pipiku, aku mencoba menahannya tapi tidak bisa. Kalian tahu perasaanku ‘Kenapa orang yang aku suka harus suka dengan sahabatku’ aku meluapkan kecemburuan, kemarahan dan kekesalanku pada waffle ku. Aku memakannya kasar dan tak memperdulikan sekitar ‘Dia hanya mengincar posisi dikantor ayah?’ aku tak habis fikir.

“Hey… hey… tenanglah. Kau kenapa?” kini suara namja didepan terdengar. Aku hanya menggeleng dan terus menundukan kepalaku dan menggigit Waffleku kasar.

“Waeyo? Kenapa tiba-tiba kau menangis.” Tanyanya lagi dan mencoba menenangkanku, namun aku merasakan sesuatu yang bergetar di saku celanaku. “Kau bisa ceritakan padaku, jangan menangis. Nanti mereka mengira aku melakukan sesuatu padamu.” Ungkapnya dengan nada cemas.

Aku langsung berhenti menangis saat mengetahui panggilan masuk itu dari siapa. Aku menegakkan tubuhku dan membuat namja berawajah imut itu terkejut dengan aksiku.

“Ya! Kau ini kenapa?” serunya dengan wajah kesalnya.

“Jes?” tanpa fikir panjang aku langsung membanting ponselku kelantai, ‘PRAKK!!!’ “Ouh apa ini?” mataku langsung membulat saat mendengar suara Jessica, aku menoleh kebelakang melewati sekat pembatas. Dan ‘Sial, ponselku’ aku memukul kepalaku sendiri. “Ppabo…”aku mengerutkan dahi saat mendengar namja manis dihadapanku mengucapkan sesuatu yang pasti ditunjukan padaku.

“A… apa katamu?” ia menggeleng dengan senyum manisnya “O… Soo?” suara Luhan serasa membuat jantungku berhenti, aku menatap Baekhyun “Kau kenal dengannya?” tanya namja manis didepanku padaku. Dengan tegas “Tidak, aku tidak pernah mengenalnya.” Aku menatap lurus ke namja yang mengenakan topi hitam dan hoodie putihnya.

“Soo?” Luhan memelas “Wae?” tanyaku malas. “Apa kau sedang marah?” tanyanya dengan wajah tak berdosa. “Ani, siapa yang marah. Aku hanya sedang menikmati Mochaccinoku dengan someone. Benarkan yaebo?” jawabku dan menggunakan namja ini.

Kulihat ia terkejut dengan apa yang ku katakan “ Yae…Yaebo?” tanyanya bingung. “Baiklah, mari kita pulang. Aku sudah kenyang.” Ucapku sambil berdiri dan menarik tangan namja yang ada didepanku. Aku dan namja ini, berdiri melihat Luhan.

“Kau mungkin salah orang. Kami pergi dul-” kalimatku terhenti saat melihat Jessica sudah berada disamping Luhan dan memegang Ponselku. “Ini punyaku, maaf mengganggu. Ayo sayang…” ucapku langsung merampas ponselku dari tangan Jessica dan menyeret namja yang sedari tadi aku gandeng.

“Ya..ya..ya apa yang kau lakukan?” bisiknya saat kami berjalan meninggalkan kedua iblis itu. Aku langsung menyandarkan kapalaku dibahunya dan melirik kebelakang sekilas, mereka masih melihatku. “Sudahlah, bantu aku sebagai balasan memberimu tempat duduk.” Jawabku “Jadi kemarin kau tidak iklas?” ucapnya tak terima.

‘Aish, orang ini’

            ‘CUP~’ “Gomawo!” Aku langsung mencium pipinya, dia terdiam dan terus memandangku ‘Aku harap kau melihatnya Luhan.’ Aku menyeretnya ke kasir, disana kulihat Peter sedang menerima pesanan.

“Berapa semuanya?” tanyaku pada Peter, ia menekan keyboard dan mengambil struk “Semuanya 35.500 Won” aku mengeluarkan uang dan memberikannya pada Peter. “Hmmm…” kudengar ia berdehem “Wae?” tanyaku.

“Apa kalian berkencan?” | “NE?”Ucapku dan dengannya kompak.

“Ania… dia adalah malaikatku sekarang…” ucapku dan kurasa ia sedang melihatku sekarang, aku ikut tertawa saat melihat Peter tertawa karena perkataanku. “Malaikat? Hahaha, dia lebih evil dari seorang evil nona Choi.” Balasnya sambil menunjuk namja dihadapanku.

“Ya! Enak saja!” protersnya, lalu pergi meninggalkanku, aku berlari keluar menyusulnya. Kulihat ia berjalan searah denganku “Hey kau. Tunggu aku..”pintaku namun tak digubris olehnya dan lihatlah dia terus berjalan tanpa melihatku dibelakangnya.

=Heart Attack=

‘Huh… sudah 5 hari aku tidak masuk kampus dan ke Shinee caf’ gumamku sambil membaca novel kesayanganku. Aku juga izin sakit di tempat kerja, aku sungguh menyedihkan. Kenapa ini, aku kembali merebahkan tubuhku di kasur empukku. Lalu kulempar asal buku novelku, “Huh, melelahkan.” Ucapku dan melempar bantal kesegala arah. Kurasa kamarku sudah menjadi kamar pecah.

Aku melirik ke arah meja riasku, kulihat tasku masih utuh disana. Mungkin ponselku tak akan berguna lagi, aku berdiri dan mengambilnya, aku langsung mengeluarkan semua isi tasku keatas kasur. “Ponsel, ipod, mp4, headset, bedak, buku, dan-” aku terdiam melihat sebuah undangan yang kudapat dari Peter.

“Bukankah acaranya hari ini?” gumamku, tiba-tiba teringat dengan wajah namja manis dan aneh tempo hari. Entah kenapa ada sesuatu yang aneh saat memikirkannya, aku langsung berlari kekamar mandi. 30 menit aku selesai bersiap-siap, aku langsung bergegas ke Shinee Cafe.

 

=Heart Attack=

            @Shinee Cafe

 

‘Prokk!!! Prokkk!!! Prokkk!!’ suara riuh tepuk tangan terdengar dari luar, aku melihat banyak sekali pengunjung hari ini. Perlahan aku membuka pintu Cafe, dan seperti biasa. Bunyi bel pintu terdengar keseluruh ruangan. Aku terhenti saat suara memanggil namaku, “Ya, Choi Sooyoung. Dia sudah datang, dan aku harap dia mendengar perasaanku” ‘Baekhyun?’ jadi dia. Apa yang dia maksud tadi? “Pe… perasaan?” mataku membulat saat ia menunjukku dan semua pengunjung melihatku, aku hanya bisa tersenyum kikuk dan perlahan masuk.

 

“Choi Sooyoung, kuharap kau tahu tentang perasaanku.” Mataku menyipit kala ia duduk dan jari-jarinya berada diatas tuts piano, perlahan jarinya menari dengan bebas. Dia memainkan sebuah lagu yang tak asing bagiku. Aku terus memperhatikannya saat sampai di reff ‘Heart Attack’ [Sambil dengerin Heart Attack piano ver.]

 

“Satu – satunya yang tertulis dalam kepalaku hanya dirimu,fantasi yang terasa nyata ini mebuatku hampir gila. Oh tidak, tidak bisa ini semua tidak nyata, saat aku melangkah mendekatimu, kurasakan debaran dahsyat ini. Saat itu pada akhirnya Aku merasakan jantung ini berhenti, meski detak ini berhenti, aku merasakan dunia ini dibalut kegembiaraan kau begitu nyata aku bahkan tidak peduli bila nafas ini akan berhenti” jadi.
“Apa itu artinya dia menyukaiku? Arti dari lagu itu?” Aku terdiam, dan terus memandanginya saat bermain piano. Senyumnya terus mengembang dari tadi, jari lincahnya terus menari-nari diatas tuts, hingga akhir lagu.

Suara riuh tepuk tangan kembali terdengar, aku terseyum melihatnya. “Bagaimana? Apa kau sudah tahu?” tanyanya padaku melalui microfon dan membuat semua orang mendengarnya. Semua mata sekarang tertuju padaku, “Ne, aku sudah tahu.” Jawabku. “Lalu?” lanjutnya bertanya.

“Ne…” Aku mengangguk dan membuat semua orang kembali bertepuk tangan, aku melihatnya tersenyum padaku, lalu ia kembali kepianonya dan memainkan sebuah lagu yang berjudul ‘Lucky’.

“Sebuah pertemuan yang tak terduga, cinta datang dan pergi seperti kilatan cahaya, cahaya yang kuat dan menyilaukan. Rasanya cinta seperti semua kopi yang terdaftar pada menu Shinee. Akan terasa pahit tanpa gula dan akan manis jika bercampur dengan susu dan cream.”

 

-End-

 

RCL BRO!! SILENT READERS? OUT!!!

Iklan

23 thoughts on “Heart Attack

  1. miss_sooyoungster10 2014/06/08 / 2:56 pm

    So sweeeett!!!!!!
    Sooyoung!!! So lucky!!!
    Luhan sih–‘ sudah dpt Sooyoung malah suka sama Jessica -_-!

    FFnya daebakk!!

    • sifixo 2014/06/09 / 2:40 pm

      wah… jjinja ^_^ gomawo
      sering2 baca ff di sini ne 😀

  2. sooexoyoung143 2014/06/09 / 5:21 pm

    anyeong new reader here
    Luhan aishhh~ so bad,
    arghhh~ baekhyun and sooyoung so sweet~

    • sifixo 2014/06/09 / 5:52 pm

      ne annyeong, ^_^ sering2 baca ff disini ne 🙂

      • sooexoyoung143 2014/06/09 / 7:23 pm

        ne~

  3. shin hyun young 2014/06/10 / 4:20 pm

    Luhan’a nyebelin..
    Itu suamiku knpa so sweet gitu, byun kpn jdi namja eoh? XD..
    Nice ff (y)

  4. KyuhyunBaekhyunSooyoung 2014/06/19 / 7:18 am

    Annyeong!new reader disini! tapi aku sudah baca dan coment ff kakak di wordpress sooexo atau apa… gitu /lupa/

    • sifixo 2014/06/19 / 7:20 am

      iya q udah pernah baca coment kamu 😀

  5. yeni swisty 2014/06/20 / 10:57 am

    ff Sweet, luhan napa coba ninggalin Sooyoung demi jessica :/
    boleh minta sequel?

    • sifixo 2014/06/20 / 11:04 am

      diusahain kalo ada ide 😀

  6. windaa 2014/06/22 / 4:08 am

    baekhyun so sweet banget sama sooyoung..

    • sifixo 2014/06/22 / 10:44 am

      tumben si baek sweet, biasanya di konyol 😀

  7. wiwik 2014/06/24 / 5:19 am

    Yaaa byun! Daebak 😀 nice story 🙂

  8. Wulanchoi 2014/06/29 / 2:53 am

    Baru baca ..
    Keren beb .

  9. Choi Je Kyung 2014/06/30 / 1:51 pm

    Cieee~ selamat ajah yah bagi yang cintanya diterima sama Soo eonnie.
    Huh, pasangan menjengkelkan –)”

      • Choi Je Kyung 2014/06/30 / 2:05 pm

        Yang luhan sama sica eonnie. Menjengkelkan banget chingu 😥

      • sifixo 2014/06/30 / 2:08 pm

        hahaha ini-kan hanya di fanfic 😀

      • Choi Je Kyung 2014/06/30 / 2:11 pm

        Hahaha~ iya. Aku juga cuma mengapresiasikan. Hahaha~ yang aslinya gak kok chingu, aku bahkab salah satu pairing SooHun ^^
        Oh, iya. Boleh minta pw nya Wolf gak?? Aku udah koment di part 1-3. Tapi di wp elisa eonnie 🙂

      • sifixo 2014/06/30 / 2:13 pm

        gpp, kemana? fb/twitter? 🙂

      • Choi Je Kyung 2014/06/30 / 2:14 pm

        Twitter ajah chingu @Choiindrhy. Gomawo ^^

  10. arr_98 2014/07/03 / 3:40 pm

    Wah.. Baekhyun sweet bgt.. ♥
    Tp moment nya dikit doang 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s