Wolf ‘My Destiny, Beauty and The Beast’ Part_2

w


Cast :

Choi Sooyoung [SNSD]

Oh Sehun [EXO]

Luhan [EXO]

Im Yoona [SNSD]

Choi Siwon [Super Junior]

Kris [EXO]

Sunny [SNSD]

Oh Seneul [OC]

Other Cast : Temukan sendiri

Genre : Fantasy, Romance, Action

Rated : [Tentuin sendiri]

Note : Anyeong!!! akhirnya selesai part 2 nya, mian lama soalnya banyak kendala saat mau nulis #gaknanya ya udah gak usah banyak ngemeng. nih [FF] nya. -Warning : Typo bertebaran. Happy Reading…

Wolf “My Destiny. Beauty and The Beast” Part_2

 

Author’s POV

Malam telah menjelang, Sehun kembali kerumahnya. Ketika ia membuka pintu depan rumahnya. Tubuhnya langsung kaku, ia bisa mencium bau para tamu. Asap rokkok, wine, itu semua membuatnya pusing. Perlahan Sehun melangkahkan kakinya masuk, melewati belakang sofa yang diduduki oleh para tamu. Ia melihat Kris sedang duduk di sebelah Changmin. Kang Sora, yeoja itu baru saja lewat didepan tubuh Sehun sambil membawa nampan berisi 4 botol wine yang masih utuh.

 

‘Huh… apa-apaan mereka? Setiap malam selalu seperti ini! Sungguh mengganggu!’ Dengusnya asal, saat melihat para ketua sedang berkumpul dan mengadakan pesta.

 

“Tidak setiap malam sayang…” tiba-tiba terdengar suara itu yeoja yang tak asing bagi Sehun.

 

“Nuna, kenapa kau disini?” tanya Sehun dingin sambil membalik badannya dan, benar, yeoja yang dijodohkan dengannya sudah berdiri dihadapannya dengan pakaian seksi.

 

Perlahan Yoona mendekat dan langsung memeluk Sehun “Kenapa kau kaku sekali? Kau akan menjadi suamiku, jadi berbaik-baiklah dengan ku..”jawabnya menggoda.

 

Sehun menyeringai “Aku tidak akan pernah menyukaimu!” ucapnya tegas, dan membuat yeoja dihadapanya melepas pelukannya. Mereka terdiam dalam pandangan masing-masing, tanpa ia sadari mata yeoja yang sedang dihadapannya itu menitihkan air mata.

“Sehun!” panggil Kris, dan membuat Sehun mengalihkan pandangannya.

 

“Mwo?” tanyanya santai, ia melihat Kris berjalan mendekatinya dengan mata tajamnya. Kilatan merah dimatanya tak membuat Sehun takut. Justru ia tersenyum dengan santainya, Yoona hanya diam memandang Kris yang siap menyerang Sehun.

“Oppa!” panggil Yoona dan membuat Kris melihatnya.

“Hyung, kau saja yang menikah dengannya. Bukankah kau lebih dekat dengannya?” ucap Sehun menantang, kilatan putih muncul di mata hitamnya.

Geram dengan adik paling kecil itu, Kris langsung menarik bagian leher kaos milik Sehun. Dan langsung ia lemparkan tubuh adiknya itu hingga menghancurkan sebuah meja di samping sofa.

 

Pyarrrr…. bruakkk

 

Tubuh Sehun menghancurkan meja kaca dan kayu tersebut, semua tamu dan Yoona terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Kris. Semua tamu yang ada di tempat, hanya bisa menyaksikan kemurkaan Kris.

 

“KRIS!!!” teriakan Suho membuat semua tamu memandangnya.

 

‘Argh…’ erang Sehun saat merasakan beberapa pecahan kaca mengenai kulit putihnya. Sehun terdiam sejenak, mencerna apa yang telah dilakukan hyungnya itu padanya. Mata peraknya kembali muncul. Ia melihat tangannya yang berdarah dan kembali memandang Kris.

“Oppa, jangan sakiti Sehun. Dia bisa terluka.” Rengek Yoona sambil mengaitkan tangannya ke lengan Kris.

 

Kilatan merah milik Kris menghilang, namun ia tetap memandang Sehun. Kilatan perak dari mata Sehun terus muncul, tanpa disadari taring Sehun telah keluar. Changmin tahu jika sebentar lagi Sehun akan langsung berubah, dan mungkin pesta ini akan kacau karenanya.

 

“Kenapa kau menatapku seperti itu? Kau ingin menyerangku adik kecil?” tanya Kris enteng, membuat darah Sehun semakin memanas. Kini Sehun mulai berdiri dan bersiap menyerang Kris, namun tangan kekar Suho menahannya.

 

“Tenanglah. Kembali kekamar, biar aku yang menyelesaikannya.” Ucap Suho, sambil mentap sinis Kris. Kilatan perak milik Sehun perlahan menghilang, taring-taringnya menjadi normal. Dengan tatapan tajamnya, ia berjalan melewati Kris dan perlahan berjalan menaiki anak tangga.

Wolf “My Destiny. Beauty and The Beast”

 

Sooyoung’s POV

 

“Huh… apa yang sebenarnya terjadi kemarin? Apa aku hanya mimpi?” ucapku sendiri pada bayanganku dicermin. Setelah selesai mengikat rambut, dan merapikan baju. Akupun langsung beranjak keluar dari kamar.

“Pagi, nuna..” langkahku terhenti saat mendengar suara namja yang tak asing bagiku, aku berbalik badan dan melihat Kai sedang duduk dengan santai di sofa kesayanganku. Aku mendengus kesal, kenapa sepagi ini sudah sampai disini? Apa dia tidak ada kerjaan. Lihatlah gayanya, sangat tidak sopan, kedua kakinya naik keatas meja dan menyandarkan kepala di tangannya, dikira ini rumahnya sendiri.

“Ya! Kenapa nuna selalu seperti itu. Apa kau tidak senang aku disini?” tanyanya membuatku sadar dari lamunanku. Aku hanya mengangkat kedua bahuku, lalu berbalik dan pergi.

 

“Ya! Nuna! Tunggu aku!” aku mendengar suara langkah kakinya yang mendekatiku.

Wolf “My Destiny. Beauty and The Beast”

 

Aku terus memandang kedepan, sedangkan tangan tangan Kai terus saja menggenggam tanganku. ‘Huh, kalau seperti ini terus aku bisa gila’ aku menggigit bibir bawahku, mencoba memikirkan jalan agar aku bisa terlepas dari bocah ini. Aku memilih untuk melihat kejalannan, tapi aku merasa ada sesuatu yang aneh.

 

“Jamkkanman?” ucapku sambil melihat jalanan yang aku lewati.

 

“Wae?” tanya Kai yang masih serius dengan setirnya.

 

Aku memandang Kai penuh tanya, aku melihat sebuah senyuman di kedua sudut bibirnya. Aku sangat curiga, pasti ini semua ulah Siwon oppa. “Ah… kau belum diberitahu oleh Siwon hyung…” ‘Sudah kuduga’ “Dia bilang, kau dipindahkan ke sekolah baru. Yang pasti sekarang aku akan mengantarkanmu kesana. Tapi, jangan tanyakan alasannya apa. Karena aku tidak tahu.” Jelasnya panjang lebar.

 

Aku hanya mendengus kesal “Arraso, walaupun kau tahu. Kau juga tidak akan memberitahuku-kan? Dan pasti ada-ada saja permintaanmu, jika aku merengek untuk diberi tahu.” Balasku dingin dan langsung menarik tanganku dari genggamannya, aku rasa dia sedikit terkejut dan kesal. Lalu aku mengambil ponsel disaku mantelku, aku langsung mencari nomor tlp orang yang membuat masalah pagi ini, aku mendekatkan ponselku ketelinga. Beberapa saat menunggu “Oppa, wae? Kenapa kau selalu memutuskan sesuatu tentangku sepihak? Kau anggap aku ini apa?” tanyaku dengan kesal pada Siwon.

 

“Turuti saja permintaan Oppamu, kalau kau tidak menurutinya kau tahu apa konsekuensinyakan?” aku terdiam saat mendengar suara seorang yeoja yang tak asing bagiku, tanpa ku sadari ponsel yang tadinya ditanganku kini sudah tergeletak dipangkuanku.

 

“Nuna? Kau kenapa?” Pertanyaan Kai membangunkanku dari keterkejutan ini.

 

“Ne?” jawabku linglung dan langsung mematikan ponselku.

 

Aku melihat Kai, sepertinya ia tahu siapa yang mengangkat telfonku “Gwaenchanayo?” tanyanya lagi dan ku balas dengan anggukan.

 

“Kai-ah?” panggilku dan dia melihatku sekarang.

 

“Ehm..?”

 

“Apa Sunny eonni sudah kembali?” tanyaku ragu, tiba-tiba Kai menghentikan mobilnya dan membuatku sedikit terkejut “Yak!!!” pekikku, namun tak di gubris olehnya.

 

“Jinjjayo?” aku mengangguk “Aku belum melihatnya, tadi pagi. Cuma saja, aku melihat ada sepatu wanita di rumah Siwon hyung. Aku kira itu milikmu, apa nuna punya bukti jika Sunny nuna ada disini? Huh, petaka besar jika Sunny nuna ada disini. Aku tidak akan pergi kerumah hyung untuk sementara.” Ujarnya yang tak kalah terkejutnya.

 

“Sudahlah, antar saja aku ke sekolah baruku. Kita bahas setelah aku pulang.” Jawabku dan Kai langsung melanjutkan perjalanan.

 

Wolf “My Destiny. Beauty and The Beast”

 

Sehun’s POV

 

Pagi telah tiba, matahari telah masuk kedalam kamar ku melalui jendela yang dari kemarin tidak tertutup. Perlahan aku bangun dan mengacak kesal rambutku saat aku mengingat kejadian semalam. ‘Huh… sampai kapanpun kau tidak akan mendapatkanku nuna!’ aku membuang selimutku sembarangan. Lalu aku turun dari ranjang dan berjalan keluar, saat aku menuruni tangga aku merasa aneh. Bau serigala yang tak asing bagiku, tercium diseluruh ruangan bawah. Aku tak melihat Kris, Suho ataupun yang lainnya, aku mendegar ada suara diarah dapur. Saat aku masuk kedapur, aku terhenyak diam. Melihat sosok yeoja yang tak asing bagiku.

 

“Oh Seneul?” panggilku pelan namun ia bisa mendengarnya, jari lentiknya yang sedari tadi mengaduk kopi panas terhenti saat mendengar suaraku.

 

Perlahan ia berbalik badan dan tersenyum padaku “Wah… oppa sudah bangun?” tanyanya kembali mengaduk kopi. “Hmmm” balasku singkat.

 

Ia berjalan menghampiriku di ambang pintu dapur, dan memberikan secangkir kopi yang ia buat untukku “Ini… minumlah aku sudah membuatkannya untukmu” perintahnya.

 

“Tidak, aku tidak suka kopi? Kau lupa itu?… Bukannya ini kopi kesukaan Kris?” tanyaku dengan tatapan tajam. Mimik wajahnya berubah, dia berbohong. Aku tersenyum sinis, dan bersadar dinding.

 

“Seneulie.. kau mau berbohong padaku? Akui saja kalau kopi itu untuk Kris?” desakku, dia mendecakkesal.

 

“Ani…. ini memang untukmu. Yoona eonni yang menyuruhku membuatnya dan menyuruh mengatakan ini darinya. Tapi kau sudah bangun lebih dulu.” Jawabnya, ia menghela nafas panjang. Aku menggeleng kesal mendengarnya ‘Beginikah caranya untuk mengambil hatiku?’ tiba-tiba dia menarik tanganku dan menyuruhku memegang cangkir kopi yang telah dibuatkannya.

 

“Minumlah, aku harus kesekolah.” Ucapnya berjalan meninggalkanku.

 

“Seneul-ah….” panggilku “ehm?” ia menghentikan langkahnya “Wae?” aku berjalan mendekatinya dan langsung memeluk tubuh kurus adik yang paling aku sayangi ini. “Aku merindukanmu, jangan pergi lagi. Aku sangat kesepian…” ucapku sambil mengeratkan pelukanku, mencium aroma serigala dari tubuhnya yang mengingatkanku akan rumah.

 

“Nado…” balasnya sambil menepuk pelan punggungku “Aku tidak akan pergi, aku akan menemani oppa disini” ucapnya dan membuatku melepas pelukannya, “Tidak akan pergi? Jadi kau akan tinggal disini?” tanyaku dan dia hanya menganggukkan kepala. Kedua sudut bibirku terangkat, ada sebuah kebahagian yang tiba di sini. Dihatiku. “Emm… cepatlah mandi. Kita bertemu disekolah, ok?” ucapnya dan langsung berlari meninggalkanku.

Wolf “My Destiny. Beauty and The Beast”

 

Author’s POV

 

‘Bruak!!!’ dengan santainya Sooyoung menutup pintu pickup milik Kai “Mobilmu itu perlu diperbaiki Kai-ah…” ucap Sooyoung tanpa melihat sang pemilik yang hampir meledak karena mobil kesayangannya hampir saja dirusak olehnya.

 

Dengan tatapan tajamnya, Kai terus memperhatikan sekelilingnya. Mencium bau srigala yang belum pernah ia cium sebelumnya, banyak sekali pertanyaan yang muncul dibenaknya. ‘Kenapa Siwon hyung memasukan nuna kemari? Bau srigala apa ini? Perasaanku menjadi tidak enak…’

 

     “Kai… hallow… Kai!!!” Kai tersadar dari lamunannya, saat suara cempreng Sooyoung memanggilnya. Kai melihat Sooyoung dengan senyuman yang terlihat dipaksakan, Sooyoung hanya mengerutkan dahinya. ‘Ada apa dengan anak ini?’. “Kau kenapa? Apa ada yang aneh dengan sekolah ini?” tanya Soo sambil melihat sekeliling.

 

Kai tersenyum cerah “Ani… sudah cepatlah masuk. Aku akan menjemputmu nanti…” perintah Kai dan langsung mencium pipinya kilat.

 

Soo yang terbiasa dengan perlakuan Kai hanya diam, ini bukanlah pertama kalinya dia mencium Sooyoung tiba-tiba. Bahkan Kai bisa berbuat lebih jika ia menolaknya, setelah Kai pergi perlahan Soo memasuki pintu gerbang sekolah yang tingginya hampir 3 m itu. Perlahan Soo melewati pintu gerbang yang terbuka sedikit. Kabut kas pegunungan yang lebat, menyambutnya. Seperti suana dalam film-film fantasy, ia pindah ke rumah saudaranya yang ada dipegunungan. Dan bertemu dengan orang-orang yang aneh.

 

“Huh… sekolah baru, teman baru tapi kenapa jurusan yang aku ambil tidak pernah baru?” gumamnya yang kecewa saat melihat kelas Kimia di hadapannya.

 

‘Krieeettt….’

 

Perlahan Soo membuka pintu kelas, ia menginjakkan kakinya dilantai kelas Kimia itu. Namun belum ada satupun murid yang masuk, diluar memang sangat ramai tapi didalam kelas Kimia itu, tidak ada orang sama sekali. Udara dingin yang masuk dari jendela kelas, membuat Soo tertarik untuk melihat keluar.

 

“Wah… ternyata sekolah ini tidak seburuk yang….” ucapnya sambil berjalan mendekati jendela kelas yang terbuka lebar.

 

“Eoh…. kau anak baru itu?” ucapan seseorang memotong kalimat Soo dan membuatnya terkejut, dan langsung melihat siapa yang datang.

 

Soo tampak bingung, seorang gadis cantik dengan jas ala dokter ia berjalan mendekatinya “Kau Choi Sooyoung eonni?” tanya gadis itu.

 

“Ye, aku Choi Sooyoung. Nuguseyeo?” Jawabnya Singkat dengan seutas senyum.

 

Tiba-tiba gadis cantik itu menarik tangan Soo “Ikutlah denganku, akan ku ajak kau berkeliling. Kau pasti ingin tahu sekolah barumu-kan?” kata gadis itu dan langsung menarik Sooyoung untuk diajak berkeliling.

 

Sekarang mereka berdua sudah sampai di halaman utama sekolah Mountain, Sooyoung terpana melihat pemandangan yang begitu indah. Bagaimana tidak sekolah Mountain itu berhadapan langsung dengan gunung yang pernah ia daki saat didalam mimpi.

 

“Nah sekarang eonni ingin kemana lagi? Aku akan mengantarkanmu kemanapun kau mau?” tawarnya.

 

“Eonni?” tanya Soo yang merasa terlihat tua, ‘Apa dia lebih muda dariku?’

 

Gadis yang belum di ketehaui namanya itu mengangguk “Hmm… umurku baru 20 tahun, umur eonni sudah 23 tahun kan?” ucapnya semangat dan membuat Sooyoung bingung ‘eh, dari mana dia tahu kalau umurku 23?’ Sooyoung terus diam dan bingung, kenapa ia dikelilingi oleh orang-orang aneh.

 

Sooyoung langsung mengalihkan fikirannya itu dan melihat gadis cantik itu, dan tersenyum lebar “Gomawo, tapi, sejak tadi kau mengajakku berkeliling. Tapi aku belum tahu namamu?” tanya Soo sambil membaca name tag gadis didepannya. Oh Seneul… Sooyoung mengangguk pelan sambil membaca name tag gadis cantik dan yang tak lain adalah adik dari seorang Oh Sehun.

 

Seneul tersenyum ceria “Ne, Oh Seneul imnida” ucapnya ceria, lalu dengan semangat ia langsung menarik tangan Soo untuk mulai berkeliling.

 

Wolf “My Destiny. Beauty and The Beast”

 

Sooyoung’s POV

 

Nyanyian dari dedanunan pohon pinus, seolah telah menghipnotisku. Mengantarkanku pada alam indah yang tak akan mungkin terjadi, mimpi. Nyanyian daun di taman belakang sekolah ini membuatku nyaman. Aku terus berjalan hingga, aku mendengar suara riuh para mahasiswa yang sedang berolah raga. Oh ternyata mereka sedang bermain basket, mereka sangat tinggi-tinggi sekali. Perlahan aku berjalan mendekat lebih dekat dengan lapangan basketnya, wah lihatlah sekolah ini begitu mengagumkan. Aku terus berjalan hingga sampai di tengah antara lapangan basket dan sepak bola. Mata ku terus menyusuri pemandangan sekeliling, mereka begitu bersemangat. Senyumku hilang saat kedua mataku melihat seseorang yang tak asing bagiku, ‘Sunny eonni…’ bagaimana bisa. Aku mengalihkan pandangan kelain sisi untuk memastikan apa yang sedang aku lihat, dan saat aku kembali memandang ketempat dimana Sunny eonni berdiri.

 

“Aish… apa yang kau fikirkan Choi Sooyoung” gumamku sambil mengacak poniku, aku tidak tahu apakah yang kulihat tadi adalah Sunny eonni atau hanya aku terlalu takut akan kedatangannya. Aku sangat takut jika bertemu dengannya, alasan pertama karena dia sangat cemburu denganku. Ini adalah hal terkonyol dia sangat tidak suka jika aku dekat dengan Siwon oppa, tapi bagaimana bisa seorang tunangan kakakku, membenci calon adik iparnya. Aku memutuskan untuk kembali kekelas.

 

Wolf “My Destiny. Beauty and The Beast”

 

Sehun’s POV

 

Pagi ini aku berangkat ke sekolah bersama Xiumin hyung, Kyungsoo hyung, Baekhyun hyung dan Sulli. Mobil pickup kami melaju dengan sangat kencang melewati jalanan pegunungan yang halus dan sepi, angin di atas sini tidak akan bisa membuatku kedinginan. Aku melihat keluar jendela, tingginya pepohonan dan kelebatannya membuatku tersenyum. Entah kenapa tiba-tiba aku mengingat ‘Nuna(?)’ kemarin, sebuah senyum kembali terlukis di wajahku sampai terdengar.

‘Brak!!!’ itu ulah Sulli, tanpa alasan tertentu ia menghentakan kakinya dan membuat kami semua terkejut. Dia adalah serigala, apa dia lupa? Di lupa betapa kerasnya tulang-tulang yang ada ditubuhnya. “Argh…. Ayolah Sulli-ah, kau lupa siapa dirimu ha?” ketusku sambil menutup kaca jendelaku.

 

“Aku rasa, aku akan menyuruh Minho oppa mengantarku pulang nanti.” Ucapnya seperti anak kecil, apa dia lupa berapa ratus tahun umurnya sekarang?. ‘Huh, ini membuatku gila’.

 

@School…

 

Aku dan ketiga hyung ku berjalan melewati koridor Fisika, aku melihat beberapa murid yang terkejut akan kedatangan kami. Mereka memang tahu siapa kami sebenarnya, tapi kami sudah berjanji tidak akan menerkam manusia lagi. Murid-murid kelas fisika berjalan mundur memberikan jalan untukku dan ketiga hyungku, awalnya kami berempat dengan Sulli. Tapi dia lebih memilih mencari namjanya dibanding bersama para saudaranya.

 

Tiba-tiba saat sedang berjalan melewati kelas Fisika II Xiumin hyung menghentikanku,            matanya terus tertuju pada sosok yeoja yang berdiri didepan kami.

 

“Jodoh..” cibirnya dan membuatku melihat siapa yeoja itu ‘Yoona nuna’, “Membosankan” gerutuku, lalu berjalan mendahului ketiga hyungku dan berjalan melewati yeoja yang bisa dibilang manis tapi tidak dengan hatinya.

 

“Huh, yeoja bodoh..” ucapku pelan, namun aku yakin dia mendengarnya. Terbukti ia sedang menatap punggungku sekarang.

“Sepertinya, menjadi seorang adik kecil sangat menyenangkan. Tapi dijadikan seorang pemimpin baru tidak ia inginkan” Ucap Baekhyun hyung saat kami sedang duduk di kelas, ia terus menatapku penasaran. Ia duduk diatas meja orang lain dan sekarang ia menatapku dan itu membuatku risih.

 

“Ah… hyung hentikan.” Ketusku sambil melempar buku kimia yang sedari tadi aku baca dihadapannya, ia sedikit memundurkan tubuhnya dan melihat kedua saudaranya yang juga sedang memandangnya.

 

Kini giliran Kyungsoo hyung yang akan mengintrogasiku “Mwo?” potongku saat ia akan mulai mengucapkan sesuatu, dan mereka bertiga tertawa.

 

“Ya, Sehunie. Kau tidak tahu betapa beratnya tugas seorang pemimpin, kau harus menerima penyatuan mu dengan Yoona. Suka tidak suka, mau-tidak mau itulah pilihannya, kau harus tetap melukannya” ceramanya sambil merapikan rambut barunya.

 

‘Penakut’ mereka terus saja berfikir bahwa Kris sangat senang jika aku menjadi pemimpin baru. Huh… tidak, dia membuatku maju kegaris depan untuk melindungi seseorang. Apa-apan itu, mengorbankan ku hanya demi kakak lemah seperti dia, bahkan aku saja tidak tahu siapa orang itu.

 

“Kali ini, dia sangat serius” ucapan Xiumin hyung mengacaukan fikiranku, Baekhyun hyung dan Ksoo hyung menatapnya, begitu juga aku.

 

“Kris?” sahutku sambil berdiri dan menatap keluar jendela. “Bukan hanya Kris, tapi Suho juga sudah sangat serius. Mereka benar-benar mengharapkan mu untuk penyatuan ini Hunni-” Ucapan Baekhyun terhenti saat mata perakku menatapnya “Jangan pernah panggil aku seperti itu! Arraso?” ancamku dengan taring yang hampir keluar dari mulutku, lalu aku meninggalkan mereka bertiga. Aku sudah sangat bosan tentang penyatuan.

 

Wolf “My Destiny. Beauty and The Beast”

 

 

Aku terus berjalan dalam diam, melewati pintu depan kelas Fisika I dan menuju lorong tempat deretan loker para senior. Bau sekolah yang menyapaku setiap hari telah berubah. Warna metalik tajam dari loker, bau pembersih lantai berlawanan dengan kesegaran balok kayu di langit-langit masih terasa akrab. Namun, rasa takut yang biasanya mengalir dari kulit para manusia telah menghilang. Sebaliknya, mereka terasa penuh ingin tahu. Satu-satunya aktivitas bagiku hanyalah kelasku. Aku terus berjalan dan diiringi oleh tatapan mereka kearahku, aku berjalan melewati kerumunan murid dan itu membuatku tidak nyaman.

 

“Kenapa semua orang menatapmu, eoh?” Aku berusaha tidak menghiraukannya, tapi tiba-tiba yeoja menyebalkan itu menarik tanganku dan langsung memelukku. Risih.

 

Yeoja ini sangat menyebalkan, lihatlah tingkahnya. Dia sangat bernafsu sekali “Kau ingin melakukannya sebelum penyatuan?” tanya sambil terus mendekatkan wajahnya padaku, tangannya kini sudah berada dileherku. Lihatlah dia tidak tahu malu, aku menunjukkan seringaianku padanya, lalu ku tarik tubuhnya saat seperti berdansa dan aku mendekat pada telinga “Sebelum ataupu sesudah penyatuan, itu hanyalah mimpi bagimu nuna.” Bisikku padanya dan ku yakin dia pasti sangat terkejut.

 

“Sehun…” lirihnya dia langsung melepaskan tangannya dan menjauhkan dirinya dariku “A…apa yang baru saja kau katakan? Kau bohongkan?” tanyanya dengan wajah sok polos.

 

Aku hanya tersenyum melihat ekspresinya, kejam memang. Tapi inilah kenyataannya, dia bukanlah yang aku inginkan.

 

“Tolong jangan pernah katakan hal seperti itu padaku, suka tidak suka, mau tidak mau. Kau!” aku menatapnya dingin “Oh Sehun, akan tetap melukan malam penyatuan!” ucapnya sinis.

 

“Mian, apa aku mengganggu” aku memalingkan wajahku untuk melihat asal suara “Seneul?” gumamku.

 

“Eonni, mianhae. Tapi aku harus mengambil oppaku ne?” ucapnya dan langsung menarikku pergi meninggalkan Yoona sendiri diantara keramaian murid manusia. Aku tidak tahu ada apa ini, Seneul manarikku ke depan ruang kesehatan.

 

“Wae?” tanyaku bingung padanya, sejenak ia melihat sekitar untuk memastikan tidak ada murid manusia di sekitar kami. “Mwo?” ia menarik nafas pelan.

 

“Oppa, aku mengundang murid baru untuk pergi ke acara kita.” Ucapnya dan membuatku sedikit terkejut, bagaimana bisa seorang Seneul bersikap baik pada murid manusia.

 

“Aku tahu apa yang kau fikirkan, tapi didalam tubuh yeoja itu mengalir darah serigala.” Ucapnya dan membuat detak jantungku kembali tidak normal “Aku tidak tahu kenapa, dia tidak mempunyai mata serigala? Semua tulangnya masih normal seperti manusia, tapi ada satu yang sangat aku ingin tahu-” “Mwo?” ia memandang ku selidik, “Ada darah guardian ditubuhnya” ia menatapku penuh curiga.

 

“Apa yang kau fikirkan?” tanyaku mengalihkan pembicaraan.

 

Ia menautkan kedua tangannya didada dan menatapku tajam “Apakah ada salah satu dikelompok kita yang membantu manusia, dengan kekuatan guardian?” tanyanya dingin. Aku mencoba untuk tenang diluar, tapi jantungku tidak. Perasaanku merasa akan terjadi sesuatu.

 

Wolf “My Destiny. Beauty and The Beast”

 

Setelah berdebat dengan Seneul aku bergegas kembali kelas tepat saat Mr. Sooman datang, dari meja belakangku Baekhyun mendecakkan lidah “Ceritakan.”

 

“Menarik.” Sahutku, duduk dikursiku. Aku yakin dia melihatku dan Yoona nuna tadi. Aku mmengambil buku dilaci dan membacanya, aku mendengar Mr. Sooman berdehem “Ladies, gentlemen. Aku minta sedikit waktu kalian.”

 

Aku terkejut saat tangan Suho hyung yang duduk di sampingku sudah menggenggam lenganku, kukunya membenam ke lenganku “Hyung? Wae?” tanyaku bingung melihatnya.

 

“Terima kasih atas bantuan kalian.” Suara serak Mr. Sooman membahan sekeliling ruangan. “Hari ini kita memiliki teman baru, di Mountain.”

 

Aku mulai berbalik di kursiku, melihat Baekhyun yang sedari tadi memperhatikan Mr.Sooman, dan aku meringis kesakitan, aku yakin sekarang aku kehilangan sedikit kulitku akibat cengkraman Suho hyunh. Sesaat aku terdiam, aroma ini. Tidak, tidak mungkin. Namun ini memang nyata, aku berbalik dan melihat yeoja pendaki itu.

 

Berdiri gelisah disamping Mr.Sooman adalah yeoja yang pendaki itu, aku semakin membeku kala Suho hyung terus menatapku.

 

“Dia Choi Sooyoung.” Lanjut Mr.Sooman, matanya berseri-seri menatap yeoja yang sekarang berdiri disampingnya.

 

“Sooyoung, kalian bisa memanggilku Sooyoung.” Ucapnya lembut dengan senyum yang ku akui sangat manis. ‘Bodoh apa yang kau fikirkan’ aku mencoba untuk tenang.

 

“Kalau begitu, selamat datang Sooyoung-ssi.” Pandangan Mr.Sooman memperhatikan sekeliling ruangan. Jantungku terasa hampir copot ketika pandangannya tertuju pada kursi kosong di sebelah kananku. “Kau bisa duduk disebelah, namja tampan itu.” Ucapnya sambil menunjukku lalu mengarahkan pada kursi milik Kyungsoo hyung yang kosong.

 

“Tapi itu milik Xiumin, Mr.” Sahut Kyungsoo tak terima kerusi saudaranya di ambil.

 

“Lalu kemana si tangguh itu?” sindirnya menatap Kyungsoo tajam.

 

Suho hyung terus menendang samping kursiku terus-menerus “Hentikan!” geramku, setengah melihatnya “Sekarang apa yang akan kau lakukan ha?” tanyanya cemas.

 

“Sesuatu!” jawabku ketus.

 

Aku terjebak antara perasaan senang dan takut bertemu dengannya lagi. Bahkan, jika aku tak bisa menguraikan perasaan campur adukku, aku tetap saja tahu saat dia mengenaliku, hal itu akan menjadi bencana. Dan Seneul, cepat atau lamabt dia pasti tahu, aku mendengus kesal. Kulihat ia berjalan mendekat kearahku, ia terus saja memperlihatkan senyum manisnya. Oh damn, lihatlah rambut indahnya yang terurai, kaki jenjangnya yang pernah terluka, ia berjalan sangat anggun. Aku terdiam saat pandangan kami bertemu, mata bulatnya yang indah, ia tersenyum dan sedikit memberi hormat padaku dan yang sedang melihatnya. Aku menarik hoodie ku dan menutupi sebagian wajahku, berusaha mentupi wajahku bagian kanan.

Kenapa jantungku begini, detaknya kembali tidak normal. Aku merasakan aliran darahku memanas, aku sangat ingin merasakannya kembali. Sensai saat ia menyentuhku, oh tidak aku terus mencuri pandang saat ia sedang sibuk membenahi bukunya. Tiba-tiba saat aku sedang melihatnya ia berbalik melihatku dan tersenyum “Annyeong, kenalkan aku Choi Sooyoung. Kau?” tawarnya sambil mengulurkan tangannya.

Oh sial, aku sudah tidak tahan. Aku panik, jantungku ‘Oh god…

 

Tbc..

Gimana part 2nya? RCL!!! SILENT READERS? OUT!!!

Iklan

21 thoughts on “Wolf ‘My Destiny, Beauty and The Beast’ Part_2

  1. Elisa Chokies 2014/06/10 / 7:13 pm

    halooo kak sifi ^^ /sok kenal banget-_-/

    aku baru baca tadi dari chapter 1 jadiiiiiii komennya
    sekalian aja yaaa :3 /slapped/ wahahaha

    tapi…..nganu…hmm.. aku harus komentar apa ya? /dor/ -_- aku bingung harus komentar apa soalnya ini keren banget. aku baru pertamakali baca ff soohun yg genrenya itu kaya gini, biasanya romance atau sesuatu (?) yg bukan kaya gini. Aku jadi speechless.. aku baca ini awalnya karena castnya yg Sehun-Sooyoung, yah diriku ini emang Soohun shipper jadi aja ketarik buat baca ini.

    Kak, hehehe bikin Soohun lagi yaaaaa:))
    aku baru beberapa bulan yg lalu nge-ship mereka
    karena baca ff author keren yg lainnya dan langsung melekat di hati yg terdalam /apasih-_-/ tapi walopun masih batu tapi jiwa shipper udah hardcore loh beneran. dan semakin dicari baru sadar kalo ff Soohun itu

    dikiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiit banget

    mungkin karena moment mereka yg belum banyak
    atau gak ketangkep kamera ya, tapi gapapa. Tolong
    bikin ff Soohun lagi yaaa^^

    FIGHTING!
    oya lupa, aku suka banget gaya nulis utk ff ini, mudah dmegerti Baguuuuus banget. One of the best author I’ve ever seen

    • sifixo 2014/06/10 / 7:18 pm

      Wah,… Jjinja?
      😀 ne, aku dulunya adalah knight gara2 baca ff SooExo q jadi tertarik
      terus pas banget bias q di Exo itu Sehun. jadi iseng2 buat ff tentang mereka deh 😀
      gomawo. 😉

      • Elisa Chokies 2014/06/10 / 7:37 pm

        Loh, kakaknya masih On?
        Kukira udh bobok, ini jam stegah 3 kan ya

        Pengalaman kita sama, dulu aku Knight, tp sekarang egak.
        SooExo lbih mnarik, haha

      • sifixo 2014/06/10 / 7:42 pm

        Iya masih, ini masih nyelesain cover ff sama ff q.

        ne, tapi sekarang q juga masih jadi knight kok. walaupun lebih sering baca ff SooExo 😀

  2. fatimah 2014/06/11 / 12:31 pm

    berdebar debar (maklum bahasa alay) ye sehun suka ma soo unnie akankah mereka bersatu

    • sifixo 2014/06/11 / 2:35 pm

      tunggu sampai end ne, gomawo udah mampir kesini 😀

  3. febryza 2014/06/12 / 5:36 am

    ejie sehun yg deg-degan ketemu sooyoung

  4. kim jongin 2014/06/19 / 5:40 pm

    nice ff thor,,
    yoona itu serigala juga ya? trus siwon,, sama kai juga serigala? ciie yg deg-deg’an dekat sama sooyoung #liriksehun
    thor,, minta pw pass 3nya ya? dikirim lewat fb ya namenya nindya utami
    sukses buat ff yg lainnya,, FIGHTING 🙂

  5. KyuhyunBaekhyunSooyoung 2014/06/20 / 3:33 am

    Omona! Sehun, hati-hati nak, sepertinya kau sudah tergila-gila dengan sooyoung
    kak aku ada satu pertanyaan untuk kakak, LuHannya ada di mana kak? belum muncul juga.
    Di Rumah? pohon? Bawah jembatan? atau dimana?
    Ayo kak, aku lihat kelanjutannya!

  6. chevelyyn 2014/06/20 / 11:16 am

    Wahh kereeeennn… Sooyoung nya ga nyadar ya kalo sehun yang nyelamatin dia waktu itu? Cb entar kita liat di part 3.. fighting !!!! 😀

  7. Dian Kartika 2014/06/20 / 1:15 pm

    Kakak,,luhan nya mana ?? Aduh kak,,aku bingung komen apa y ?? Pokok nya satu kata BAGUS ❤ deh kak,,,semangat ya kak nulis ff nya,, Fighting^^

  8. YSA 2014/06/22 / 2:19 am

    suka banget sama jalan ceritanyaa ~^^
    Luham belum keliatan yaa? aku suka klo ada orang ketiganya *ditabok*
    kekeke~ next part^^

  9. windaa 2014/06/22 / 8:21 am

    sifatnya yoona nyebelin,
    cie Sehun yang jantungnya gak normal liat sooyoung..

  10. wiwik 2014/06/22 / 11:34 pm

    cerita menarik banget thor^^
    Aku suka aku suka 😀

    • sifixo 2014/06/22 / 11:36 pm

      wah, kerja kerasku untuk meneliti gak sia2 haha
      gomawo ^_^

  11. fitriyulinda85 2014/06/23 / 12:34 pm

    Ahhh……. Bgss hehehhe berdebar debar sehun kwkwkwk

  12. evvarohhayati 2014/08/03 / 9:49 pm

    nice fanfiction
    aku kehabisan kata2, tp Luhannya ada di mana ini ?
    mau lanjut ke part berikutnya aja ya,

  13. nafisyoung 2014/08/04 / 5:39 am

    nice ff 🙂

  14. Di 2014/12/24 / 3:35 am

    Yeay! Akhirnya Soohun baru. Aku suka efek yang diberikan. Pokoknya bagus bagus bagus

  15. azighasetiadi 2015/03/15 / 7:09 pm

    Sooyoung gk inget ya apa yg sudah terjadi diantara keduanya…
    Hahaha!!makin seru aja ceritanya^^

  16. fransiscafrtnta24 2015/05/13 / 12:36 pm

    wowww reaksi sehun bertemu sooyoung @.@
    hmm jdi sooyoung itu manusia setengah serigala ??? 😮
    penasaran selanjutnyaaaaaa ><

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s