Wolf ‘My Destiny, Beauty and The Beast’ [Chapter 1]

w
WOLF
“Beauty and the Beast”

Fanfiction ini terinspirasi oleh Novel Nightshade yang bergenre fantasy, yang mengangkat kisah cinta para Guardian, Keeper dan manusia, serta pertarungan dengan Searcher. Disini aku hanya meminjam nama dan sebagian setting tempat, cast dan alur cerita sangat berbeda. Ada beberapa bagian yang mungkin terlihat sama, itu hanya untuk mendukung alur cerita yang aku buat sendiri. Tidak hanya Novel yang menjadi inspirasi tapi juga dengan film dengan genre dan mengangkat kisah tentang werewolf

WOLF “Beauty and the Beast” chapter 1

Cast :
Oh Sehun | Choi Sooyoung | Luhan
Im YoonA | Kris | Choi Siwon
Yunho | sunny
etc.

PG-15 | Romance, Fantasy, Thriller | Series





WOLF “Beauty and the Beast” chapter 1

 

 

“Aku selalu menyambut malam sendirian, tapi saat diluar sana hasratku muncul tak terkendali”

 

Sore ini begitu menyebalkan semua anggota kelompokku tidak ada yang bisa aku ajak bermain basket, Lay dan Kyungsoo mereka sedang sibuk untuk pertandingan lari minggu depan, Sulli? Dia perempuan, Xiumin sedang ada kencan dengan So hee. Sekarang apa yang harus aku lakukan?

 

“Sungjae?” ucapku saat mengingat serigala abu-abu gelap itu, aku langsung berlari melewati jalan setapak di kaki gunung untuk pergi kerumahnya. Tiba-tiba sebuah raungan beruang memenuhi telingaku. Napas panasnya menyerang cuping hidungku, meningkatkan hasrat membunuhku keluar. Aku tersenyum senang, mungkin bisa ku buat santapan untuk makan malam. Aku berlari memutar jalan dan mengikuti aroma sang beruang. Aku melompat setinggi 2 meter dan berhasil mendarat tepat di depan beruang besar itu, namun saat aku akan menyerangnya. Aku mendengar suara seorang wanita, aku bisa mendengar napas tersengal wanita itu. Suara putus asanya membuat kuku-kukuku menancap ketanah. Sekali lagi, aku meraung kearah predator yang lebih besar dariku ini. Menantangnya untuk berusaha melewatiku.

 

Apa yang sedang kulakukan? Aku membantunya?

 

Aku mempertaruhkan nyawa untuk melirik ke arah wanita itu dan nadiku berpacu. Kedua tangannya menekan luka di pahanya, darah mengalir diantara jarinya. Menggelapkan warna jeans-nya sehingga terlihat seperti terciprat cat hitam. Sayatan di kaosnya tidak bisa menutupi luka merah didadanya. Sebuah geraman muncul dari tenggorokanku. Aku menunduk, otot-otot menegang, siap menyerang. Beruang Grizzly itu berdiri diatas kaki belakangnya. Aku tetap mempertahankan posisiku.

 

Sehun!

 

Teriakan Suho memenuhi pikiranku. Seekor serigala abu-abu gelap luwes berlari dari hutan tengah dan menyerang punggung beruang yang tak terlindung apa-apa. Grizzly itu berputar, mendarat diatas keempat kakinya. Air liur bermuncratan dari mulutnya saat ia mencari penyerang tersembunyi. Namun Suho secepat kilat menghindari dari terjangan beruang itu. Aku kembali meraung, Suho kembali menyerang beruang itu. Cakar tajam dari jarinya membuat robek kuli punggung beruang itu. Dengan membabi buta Suho kembali mencakar tubuh beruang yang kalah cepat menghindar dari seranganya.   Saat beruang itu berputar dengan kekuatan terakhirnya “Sekaranglah giliranku!” seringaiku dan langsung melompat maju dan merobek segumpal daging dari lengan kirinya.

 

Mata beruang itu terlihat kesakitan, Suho dan aku mengendap-endap di tanah, mengelilingi binatang besar ini. Darah beruang itu membuat mulutku panas, tubuhku menegang, kami terus melakukannya, mata sang beruang mengikuti kami. Aku bisa mencium keraguan dan ketakutannya yang muncul. Aku mengeluarkan aungan pendek dan kasar serta memperlihatkan taringku. Grizzly itu mendengus sambil berbalik dan melangkah dengan susah payah kedalam hutan. Mungkin sebentar lagi dia akan menjadi bangkai, aku menyeringai melihat Suho. Aku meraung penuh kemenangan, sebuah rintihan mengembalikan kesadaranku pada situasi ini. Darah yeoja itu membanjiri kulit putihnya dan mengalir ketanah. Matanya memperlihatkan sebuah ketakutan, saat ia melihatku sedang menatapnya. Bau tajam dari darahnya menimbulkan kabut memabukkan dalam pikiranku. ‘Aku sangat ingin memangsanya?’

 

“Sehun!”

 

Peringatan Suho menarik pandanganku dari wanita cantik pendaki gunung yang tergeletak ditanah ini. Aku melirik Suho ‘Pergilah! Aku yang akan mengurusnya’. Aku memperlihatkan taringku kearah serigala yang lebih tua itu, namun cengeng dan penakut. Dia bukan takut padaku, tapi pada KRIS. KRIS telah menyuruhnya untuk mengikuti semua apa permintaanku. Ia mundur beberapa langkah, mata perakku terus mengikuti pergerakannyanya.

 

‘Apa yang akan kau lakukan?’ Mata birunya bertanya padaku.

 

Dia terlihat cemas, apa dia berfikir aku akan benar-benar memangsa wanita ini. Ya walaupun sebenarnya aku sangat ingin, aku belum pernah makan daging manusia selama hidupku menjadi serigala.

 

‘Ayolah, Suho. Kau tidak boleh ada disini. Kau bisa pergi sekarang, kau lupa dengan Kris?’

 

Dia mendengking, tetapi kemudian berlari pergi, menyelinap di antara pohon pinus. Dengan sekejap aku langsung merubah wujudku, menyadari perubahanku mata wanita itu melebar saat serigala yang sejak tadi memperhatikannya bukan lagi seekor binatang. Melainkan seorang pria dengan mata manusia dan rambut pirang kilau abu-abu. Aku berjalan kesampingnya dan berlutut, aku bisa merasakan ketakutan dan keraguan dari sorot matanya. Wanita itu kembali mengerang, saat ia sadar akan luka didadanya dan paha kanannya. Aku mulai berusaha menyentuhnya, tetapi merasa ragu, ia terperanjat karena merasakan tanganku yang menyentuk kulitnya.

 

‘Apa yang harus aku lakukan?’

 

Hembusan kasar dari nafasnya menyadarkan lamunanku, “Ka…kau siapa?” wanita itu menatapku, ia berkata dengan susah payah sambil menahan rasa sakit. Matanya sangat indah, warna kecoklatan yang tak pernah aku temui. Sejenak aku terjebak dalam mata itu. Aku tersenyum singkat, lalu mengangkat lenganku. Mengarahkannya kemulutku, aku mengeluarkan taring-taringku yang tajam, aku menggigit lenganku dengan keras dan menunggu hingga darahku sendiri mengalir kedalam lidahku. Kemudian aku menyodor lenganku kearahnya.

 

“Minumlah, hanya ini yang bisa menyelamatkanmu saat ini.” Perintahku terdengar pelan namun tegas. Wanita berambut panjang itu menggeleng, tubuhnya semakin bergetar diiringi rasa takut yang bertambah saat kilatan perak mataku.

 

“Kau harus!” geramku, menunjukkan taring-taring tajam yang telah melukai lenganku ini. Aku berharap ia akan patuh mengingat sosokku yang tadi. Namun, tatapan diwajahnya berubah bukanlah ketakutan yang terlihat, tapi rasa penasaran. Mata wanita itu penuh dengan keingintahuan. Aku hanya diam menatap dalam mata coklatnya. Darahku terus mengalir disepanjang lengan, butiran-butiran merah jatuh diatas tanah yang ditutupi dedaunan kering. Mata coklat indahnya tiba-tiba menutup saat ia meringis karena dihempas rasa sakit. Tanpa berkata apapun, aku langsung menekan lenganku yang berdarah ke bibirnya yang sedikit terbuka, memaksanya untuk meminum darahku. Sentuhan yang terjadi membuat detak jantungku berdetak dua kali lebih cepat, dan memacu aliran darahku. Aku menahan nafas, penuh rasa takjub dan ketakutan menghadapi sensasi aneh yang kurasakan diseluruh tubuhku.

 

Tubuh wanita ini tersentak, dengan segera aku langsung merangkul punggungnya dengan erat, menahannya untuk tetap diam saat darahku mengalir ke mulutnya. Darahku semakin memanas merasakan bibirnya yang menyentuk lenganku, aku tahu dia ingin mengelak , tetapi sepertinya wanita cantik ini telah kehabisan tenaga untuk melakukan hal itu. Aku tidak tahu kenapa seulas senyum terkembang disudut bibirku. Aku tersentak kaget saat tiba-tiba, tangan kurusnya itu mencengkram lenganku, meremasnya. Mencoba melepaskannya, namun usahanya sia-sia. Perlahan cengkramannya mulai mengendur, hingga tangannya terlepas. Mata indahnya perlahan mulai menutup, perlahan namun pasti semua luka ditubuhnya mulai menutup dan kembali seperti sedia kala. Luka itu menutup sempurna, namun noda darah itu telah mewarnai kaos putih yang telah tercabik oleh kuku tajam beruang tadi masih terlihat.

 

Aku melepas rangakulanku, dan lenganku dari mulutnya. Aku menidurkannya di atas tanah, sebentar lagi dia pasti akan bangun. Saat aku berdiri, “Si…siapa kau?” seulas senyum kembali dari bibirku.

 

“Kau akan baik-baik saja. Pergi, dan jauhi pegunungan ini. Jangan pernah dekati tempat ini.” Ucapku sambil berbalik pergi.

 

“Tunggu!”

 

Sebuah kata berhasil membuatku menghentikan langkah kakiku, tanpa membalasnya aku langsung berbalik badan dan menggendongnya. Dia terlihat terkejut saat tiba-tiba aku menggendongnya, aku berlari menuruni gunung. Membawa pergi wanita cantik ini dari tempat menakutkan tadi. Detak jantungku kembali tak normal saat tiba-tiba, tangannya merangkul leherku. Aku terdiam sekejap menatapnya, yang terlihat sangat takut. Aku terus berlari melewati pepohonan pinus dan menerjang ranting-ranting yang menghalangi jalanku. Tidak butuh waktu lama untuk menuruni gunung ini, aku melihat sebuah mobil pick up dibelakang sebuah gudang di kaki gunung. Aku memperlambat langkahku, berjalan seperti manusia biasa saat mendekati pick up itu.

 

“Berhati-hatilah, jangan sampai kau kembali ke tempat ini dan bertemu denganku lagi” ucapku sambil meletakkannya didalam mobil pick up, keadaannya sedang setengah tak sadarkan diri.

 

To Be Continue…

SAMPAI JUMPA DI CHAPTER 2 ^^P

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

16 thoughts on “Wolf ‘My Destiny, Beauty and The Beast’ [Chapter 1]

  1. Elisa Chokies 2014/06/10 / 7:03 pm

    Ceritanya keren penggunaan bahasanya juga baik, mudah dimengerti terus genre-nya fantasi begini mudah dibayangin. Soalnya agak susah kalau ngebayangin genre macem begini. Intinya keren!

    Kak! ini keren
    Wow! Sangat!
    suka bgt sama momentnya SooHun, first meet yg … ah pokoknya pnuh hasrat, Sehun kayaknya napsu gitu, hahaha

    • sifixo 2014/06/10 / 7:10 pm

      Wow, gomawo 😀
      sering2 kesini ne ^_^ fbnya udah q add, ntar biar gampang status covernya ^_^

  2. febryza 2014/06/12 / 4:29 am

    wuaaaah soohun kyaaa

  3. winterchan 2014/06/19 / 1:15 pm

    woah keren! aku suka ff yang genrenya kek gini
    lanjutkan ya, semangat 🙂

  4. babysprings 2014/06/20 / 12:46 am

    keren kak, ide ceritanya juga bagus 🙂

  5. 619ryknight 2014/06/21 / 1:11 am

    Wahh keren.. aku biasa aja sama Twilight tapi pas baca ini langsung tertarik karena SOOHUN :3 mian baru comment.. baru tau FF ini dari salah satu WordPress

  6. windaa 2014/06/22 / 4:19 am

    suka sama ff yang genrenya begini, apalagi main castnya soohun..

  7. sailors moon 2014/06/30 / 4:09 pm

    Mantaaap ff soohun fantasy ditemukan kembali! Itu syoo berani amat mendaki sendirian

  8. MoSYoungTa 2014/07/03 / 3:26 am

    wah keren ^^
    bahasanya mudah dimengerti yh ^^
    genre fantasy ny ngena bngt yg pas bagian sehun sama suho ngelawan beruang itu ^^
    aku reader baru di ff ini ^^

  9. rfhsm 2014/07/05 / 10:10 pm

    omaigat keren banget ceritanya 😀
    semoga takdir menyatukan soohun ._.

  10. soohunhan 2014/07/20 / 6:10 am

    posternya kerennn ><
    lanjutt thorrrrr

  11. andryani 2014/07/25 / 2:05 pm

    kok aku ngebayangin sehun nya sexy yah ? #aduherrornihotak
    lanjut lah

  12. rizki fatkhu 2014/11/19 / 8:41 am

    suho serem banget yakk…
    sehun nya kereenn (y)

  13. azighasetiadi 2015/03/15 / 2:11 pm

    Wahh,keren ceritany..aku juga baru masuk blog ini,,
    Salam kenal..^~^

  14. fransiscafrtnta24 2015/05/13 / 9:13 am

    keren nihh ttg wolf gitu ><
    woww darah sehun bisa menyembuhkan luka xD
    untung soo ny selamat hehe ^^
    ceritanya bagussss ak sukaaa
    penasaran selanjutnyaaaaa
    btw, annyeong !! fransisca imnida 🙂
    ak readers baru disini 😀
    ak numpang baca ff di sini yaa thor 😀
    salam kenal thor 🙂 !!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s